Kesehatan Umum

9 Oktober 2021

Leukosit Tinggi: Kenali Jenis, Gejala, hingga Penyebabnya

Apa jadinya jika seseorang didiagnosis memiliki leukosit tinggi?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Widya Citra Andini

Sel darah putih memiliki peran yang sangat penting yaitu melawan infeksi virus, bakteri, hingga jamur yang menyebabkan perkembangan penyakit. Lalu, bagaimana jika tubuh memiliki leukosit tinggi?

Sejatinya, tubuh setiap manusia disusun dari kombinasi antara plasma darah dan sel-sel darah. Semua ini beredar di seluruh tubuh.

Dijelaskan oleh situs dari Rumah Sakit Surabaya-A.Yani, sel-sel darah ini lantas dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Secara keseluruhan, komponen darah manusia pun bisa dikatakan terdiri dari empat macam yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan trombosit. Setiap komponen memiliki fungsinya masing-masing.

Plasma darah berperan mengisi 55-60% volume darah dalam tubuh. Sel darah merah akan mengisi sisa kekurangannya yaitu 40-45 persen.

Sementara trombosit atau keping darah berperan dalam koagulasi (proses pembekuan darah) ketika tubuh terluka.

Bagaimana dengan leukosit atau sel darah putih? Dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih ini memiliki jumlah yang sangat sedikit.

Baca juga: Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

Mengenal Leukosit Tinggi

limfosis-sel-darah-putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat tubuh terserang oleh penyakit, leukosit akan mengalami peningkatan sebagai respons terhadap penyakit.

Leukosit dalam tubuh manusia memiliki jumlah yang berbeda-beda. Tergantung dari usianya.

Menurut American Family Physician, jumlah leukosit normal ( per cubic millimeter) bisa dilihat sebagai berikut:

  • Bayi baru lahir: 13.000-38.000
  • Bayi berusia 2 minggu: 5.000-20.000
  • Orang dewasa: 4.500-11.000
  • Wanita hamil di trimester ketiga: 5.800-13.200

Dijelaskan lebih lanjut dari laman Medical News Today, sel darah putih atau dikenal sebagai leukosit berperan untuk melindungi diri dari berbagai infeksi dan penyakit.

Jika terjadi leukosit tinggi, hal ini bisa menjadi penanda bahwa ada sesuatu yang tidak normal pada tubuh seseorang.

Penyakit kanker seperti leukemia (kanker darah), melanoma (kanker kulit), dan limfoma bisa ditandai dengan leukosit tinggi akibat sel darah putih yang meningkat.

Biasanya, leukositosis serius yang perlu dikhawatirkan adalah jika jumlah sel darah putih meningkat tinggi hingga di atas 100.000/mcL.

Baca juga: Ini 5 Faktor Penyebab Leukemia yang Kadang Tidak Kita Sadari

Mengapa Leukosit Tinggi Perlu Diperhatikan dan Terukur?

Perlukah Tes Darah Sebelum Jalani Promil? 5

Foto: Orami Photo Stock

Leukosit tinggi perlu dihitung secara spesifik. Tujuannya agar kondisi ini bisa diobati dengan beberapa pengobatan, tergantung dari penyebabnya.

Umumnya, dokter akan meminta pemeriksaan kondisi darah lengkap sebagai tes darah umum, terutama jika Moms mengalami gejala tertentu akibat pengaruh leukosit tinggi.

Nilai yang diperoleh dari hasil pemeriksaan leukosit, dapat digunakan untuk membantu mendeteksi infeksi tersembunyi di tubuh atau adanya kondisi medis lain.

Sebut saja mulai dari penyakit autoimun, gangguan daya tahan tubuh, hingga kelainan darah.

Tak hanya itu saja, pemeriksaan leukosit tinggi juga berguna untuk memeriksa keberhasilan perawatan kemoterapi atau terapi radiasi bagi pasien kanker.

Apa Saja Tipe Leukositosis?

tanda leukemia - pendarahan (shutterstock).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman Healthline, setidaknya ada beberapa tipe leukositosis atau leukosit tinggi menurut dr. Daniel Murrell.M.D, yaitu:

1. Netrophilia

Netrophilia atau netrofil merupakan jenis sel darah putih yang paling banyak jumlahnya di dalam tubuh.

Neutrofil bisa bergerak dengan bebas melalui dinding pembuluh darah dan masuk ke jaringan tubuh untuk membantu melawan bakteri, virus, dan parasit penyebab infeksi.

Dalam kondisi normal, setidaknya setiap sel darah putih manusia memiliki 40-60% neutrophil.

Nah, netrofil ini bisa meningkat jika seseorang mengalami beberapa kondisi seperti infeksi bakteri, virus, atau jamur, cedera atua luka, peradangan (seperti radang usus atau demam rematik), menjelang persalinan, hingga stres.

Tak hanya itu saja, ketika Moms sedang hamil dan sudah mulai memasuki trimester ketiga, Moms juga bisa mengalami peningkatan netrofil.

Hal yang sama juga berlaku ketika seseorang mengalami masalah dengan kanker darah.

Baca juga: 4 Selebritis yang Bertahan Hidup Melawan Kanker

2. Lymphocytosis

Setidaknya 20% hingga 40% sel darah putih seseorang mengandung lymphocytosis (lim-foe-sie-TOE-sis).

Menurut Mayo Clinic, lymphocytosis ini akan membantu melawan berbagai penyakit dengan menghasilkan antibodi (disebut limfosit B) dan mengenali serta menangkap organisme asing dalam tubuh (disebut limfosit T).

Jumlah leukosit tinggi bisa menyebabkan peningkatan jumlah limfosit yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti infeksi virus (seperti cacar, herpes, rubella, cytomegalovirus, campak, dan hantavirus), kanker, hepatitis, hingga infeksi karena bakteri

3. Monocytosis

Di antara jenis leukosit lain, kadar monosit berkisar 2-8% di dalam sel darah putih.

Jenis leukosit ini berperan dalam menangkap dan melawan bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh.

Sel darah putih ini akan berpindah ke jaringan-jaringan dalam tubuh sambil “membersihkan” sel-sel mati di dalamnya.

Monosit terbagi menjadi dua jenis sel:

  • Sel dendritik, sebagai sel penyaji antigen dengan menandai benda asing yang perlu dihancurkan oleh limfosit.
  • Makrofag, merupakan sel yang lebih besar dan hidup lebih lama dari neutrofil. Makrofag juga dapat bertindak sebagai sel penyaji antigen.

Meningkatnya jumlah monosit bisa disebabkan karena infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi parasit, leukemia, peradangan kronis (seperti lupus vasculitis, dan rheumatoid arthritis), penyakit hodgkin, endocarditis, dan lasin sebagainya.

4. Eosinophilia

Bagi tubuh, eosinofil adalah jenis leukosit atau sel darah putih yang berfungsi untuk menghancurkan virus, bakteri, dan parasit, serta memicu munculnya respons peradangan.

Di dalam sel darah putih, terkandung 1-4% eosinophilia. Jumlah eosinofil bisa sangat tinggi akibat reaksi alergi, penyakit autoimun ,infeksi cacing, kanker, hingga efek samping obat-obatan yang dikonsumsi oleh seseorang.

5. Basophilia

Hanya ada 0,1% hingga 1% basophilia atau basophil yang terdapat pada sel darah putih.

Jumlah basofil tinggi dapat disebabkan karena hipotiroidisme, penyakit pada sumsum tulang, peradangan kronis, leukemia, hingga pemulihan operasi pengangkatan limpa atau

Jika disimpulkan, setiap tipe leukositis bisa saja menjadi penanda adanya kondisi:

  • Neutrophilia, terjadi infeksi dan radang dalam tubuh
  • Lymphocyctosis, terjadi infeksi dan leukemia
  • Monocytosis, terjadi infeksi dan kanker
  • Eosinophilia, terjadi alergi dan parasit dalam tubuh
  • Basophilia, terjadi leukemia

Gejala Leukosit Tinggi

Fungsi Paracetamol dan Ibuprofen, penurun demam dan nyeri.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Masalah leukosit tinggi memang bikin deg-deg-an. Namun, hal ini perlu disadari lebih dini agar tidak menemukan permasalahan baru di kemudian hari.

Jadi, ketika Moms atau keluarga mengalami beberapa gejala ini, tak ada salahnya untuk cek darah dan konsultasi dengan dokter keluarga:

  • Demam
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Migrain
  • Tubuh terasa letih
  • Mudah lelah
  • Berkeringat pada malam hari
  • Mudah mengalami keringat dingin
  • Tubuh mudah memar
  • Muncul warna kebiruan atau keunguan tanpa sebab
  • Mudah terjadi perdarahan seperti mimisan
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Sesak napas
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Berat badan turun drastis
  • Kulit gatal-gatal
  • Kulit muncul ruam
  • Lengan, kaki, atau perut terasa sakit atau kesemutan

Baca juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Penyebab Leukosit Tinggi

seks tidak enak badan artikel hero

Foto: Orami Photo Stock

Leukosit bisa menjalankan fungsinya dengan baik jika jumlahnya berada pada batas normal.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab leukosit tinggi, seperti:

1. Peradangan atau infeksi

Biasanya leukosit tinggi adalah hasil dari sumsum tulang normal yang bereaksi terhadap adanya peradangan atau infeksi dalam tubuh seseorang.

Ketika tubuh mengirim sinyal terjadinya peradangan, sel darah putih yang bertugas dalam sistem kekebalan akan bekerja lebih keras.

Ketika hal ini terjadi, jumlah sel darah putih akan berkembang menjadi lebih banyak dari biasanya.

Salah satu contoh yang paling mudah untuk mengetahui terjadinya leukosit tinggi saat peradangan adalah ketika Moms mengalami luka karena cedera.

Tubuh akan segera menghasilkan cairan putih bening sebagai pelindung luka.

Leukositosis yang berhubungan dengan peradangan, contoh yang paling umum terjadi salah satunya adalah pada luka bakar.

Infeksi lain yang membuat reaksi leukosit tinggi yang cenderung berat adalah leukemoid.

Pada saat ini, terjadi leukosit tinggi yang bisa saja mencapai 50.000 – 100.000/mcL.

Kondisi naiknya sel darah putih tersebut bisa disebabkan oleh infeksi berat (seperti malaria, cacingan, hingga radang paru), keracunan, perdarahan berat, sampai penanda adanya keganasan (seperti kanker).

2. Stres

kendalikan level stres untuk bisa menyembuhkan impotensi

Foto: Orami Photo Stock

Jangan salah, Moms! Kelebihan leukosit atau meningkatnya sel darah putih juga bisa terjadi karena stres secara fisik dan emosional.

Sebut saja mulai dari aktivitas berlebihan, kejang, cemas, kebiasaan merokok, hingga efek anestesi.

Namun, tenang saja, leukosit tinggi akan kembali ke angka normal jika stres mereda.

Itulah sebabnya, cobalah untuk lebih teratur mengatur pikiran, napas, dan waktu untuk sesekali melakukan meditasi.

3. Pengaruh Obat-Obatan

Reaksi leukosit tinggi juga bisa disebabkan oleh berbagai hal yang ada hubungannya dengan obat-obatan, seperti golongan kortikosoid dan sulfanilamide.

Naiknya sel darah putih juga dapat disebabkan oleh keracunan, seperti tingginya kadar urea dalam darah.

Jika seorang kerabat atau teman Moms sedang melalukan pengobatan yang bersinggungan dengan radioterapi (seperti kanker), metode pengobatan ini juga bisa memicu sel darah putih naik.

Baca juga: 15 Obat Batuk untuk Ibu Hamil, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

Leukosit Tinggi pada Si Kecil, Bisakah Terjadi?

8 Tanda Awal Leukemia yang Tak Terduga, Termasuk Berkeringat di Malam Hari!.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tentu saja leukosit tinggi pada anak bisa terjadi. Pada saat anak didiagnosis memiliki leukosit tinggi, anak-anak seringkali mengalami anemia dan membutuhkan tranfusi darah.

Menurut Leukemia and Lymphoma Society, kondisi leukosit tinggi pada anak merupakan jenis kanker darah leukemia yang paling umum.

1. Acute Lymphoblastic Leukemia

Di dunia kedokteran, leukemia dibagi menjadi dua tipe yaitu akut dan kronis. Leukemia tipe kronis cenderung jarang terjadi pada anak-anak.

Kebanyakan penyakit leukemia akibat leukosit tinggi pada anak adalah leukemia akut atau dikenal juga sebagai Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)

Akut, artinya penyakit yang dialami bisa memburuk dengan cepat dan membutuhkan pengobatan yang cepat dan kuat.

Pada pasien yang mengalami ALL, sel tulang belakang akan menghasilkan banyak sel darah putih yang dinamakan blast cells.

Di lain sisi, sel darah merah akan mengalami penurunan.

Tahukah Moms bahwa jenis leukosit sebenarnya dibedakan dalam 2 macam.

Limfosit sel B yang bertugas untuk menghasilkan antibodi dan limfosit sel T yang berperan dalam mengenali dan menangkap organisme atau benda asing dalam tubuh.

ALL pada anak-anak cenderung terjadi pada sel B. Sedangkan ALL tipe sel T terjadi pada anak berusia pra remaja dan remaja.

2. Acute Myelogenous Leukemia

Jenis leukimia ini dimulai di sel myeloid jauh di dalam sumsum tulang.

Sel myeloid biasanya menghasilkan sel darah merah dan putih serta trombosit, yang membantu pembekuan darah.

3. Juvenile Myelomonocytic Leukemia

Kasus leukemia karena leukosit tinggi ini merupakan kasus terendah. Hanya 1-2% saja pada anak-anak.

Meski demikian, kasus leukemia ini menyerang anak berusia di bawah dua tahun.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang leukosit tinggi.

Semoga bisa menjawab segala pertanyaan terkait sel darah putih dan meningkatkan kesadaran Moms jika anggota keluarga atau kerabat dekat mengalami gejala leukosit tinggi, ya!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/leukemia-in-children#juvenile-myelomonocytic-leukemia
  • https://www.lls.org/facts-and-statistics/overview/childhood-blood-cancer-facts-and-statistics
  • https://www.healthline.com/health/leukocytosis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/leukemia-in-children#what-is-it
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/315133
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/lymphocytosis/basics/definition/sym-20050660#:~:text=Lymphocytosis%20(lim%2Dfoe%2Dsie,temporary%20increase%20after%20an%20infection.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait