Kesehatan

14 Agustus 2021

9+ Manfaat Udang untuk Si Kecil, Bisa Bantu Perkembangan Otak dan Tulang lho!

Udang adalah salah satu seafood yang sempurna untuk makanan Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Karla Farhana

Udang menjadi salah satu hidangan favorit keluarga. Udang bisa dibuat menjadi aneka hidangan. Selain enak, ternyata ada banyak manfaat udang, lho Moms. Terutama untuk Si Kecil. Yuk cari tahu manfaat udang untuk Si Kecil di bawah ini.

Salah satu kesenangan terbesar menjadi orangtua adalah mengenalkan makanan baru kepada balita atau Si Kecil di rumah. Hal ini membuka dunia baru yang sebelumnya diisi dengan makanan ringan dan makanan cepat saji di era modern.

Namun, memilih menu makanan juga dapat menimbulkan stres yang tidak terduga. Apakah bahan ini harus dipotong menjadi potongan-potongan yang cukup kecil? Apakah mereka bisa mengunyahnya? Atau yang paling sering dipikirkan adalah apakah mereka suka atau tidak, lalu bagaimana jika itu membuat reaksi alergi?

Salah satu yang banyak dilirik oleh para Moms adalah pilihan protein hewani berupa seafood untuk makanan Si Kecil, seperti udang. Udang adalah makanan yang sempurna karena memiliki banyak manfaat untuk Si Kecil.

Bagi anak-anak, udang adalah makanan ajaib. Misalnya, makan sekitar 350 gram udang per minggu dapat membantu anak-anak menyerap makanan dan nutrisi dengan lebih baik, dapat meningkatkan pencernaan anak, buang air besar dan memberinya tulang yang kuat.

Apa saja manfaat udang untuk anak? Simak uraiannya di bawah ini.

Baca Juga: Resep: Bola Udang

Manfaat Udang untuk Anak

6 Makanan dengan Nutrisi Otak Tinggi untuk Anak, Moms Wajib Baca!.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Terdapat beberapa manfaat konsumsi udang untuk Si Kecil. Oleh karena itu, udang boleh dijadikan menu pilihan protein hewani untuk Si Kecil sejak memulai MPASI. Jadi, apa saja manfaat udang untuk anak?

1. Manfaat Udang Membantu Meningkatkan Perkembangan Kognitif

Udang mengandung DHA yang membantu meningkatkan perkembangan kognitif dan penglihatan anak. Dibandingkan dengan tuna, ikan yang mengandung merkuri dalam jumlah tinggi, udang benar-benar makanan yang sehat bahkan sejak Si Kecil masih bayi.

Perlu Moms ketahui, bahwa 100 gram udang tidak hanya dapat memberikan energi untuk bayi setiap hari. Akan tetapi, juga membantu otaknya memproses informasi dengan cepat dan fleksibel.

2. Manfaat Udang Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker Pada Tubuh Anak

corona dapat mengobati kanker

Foto: Orami Photo Stock

Udang menyediakan vitamin B12, asam lemak omega-3 yang memperkuat keberlangsungan pembuluh darah arteri. Namun, untuk bayi, makan terlalu banyak udang dapat meningkatkan 7% kolesterol jahat serta 12% kolesterol baik dan menurunkan sekitar 13% lemak berbahaya.

Asam lemak omega-3 juga membantu mengurangi 37% risiko kanker usus besar. Dalam 100g udang, disediakan lebih dari 1/3 kebutuhan selenium harian bagi anak berusia bayi. Selenium dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dan menghilangkan sel abnormal di dalam tubuh.

3. Manfaat Udang Membantu Perkembangan Otak & Tulang

Tidak hanya mencegah berkembangnya sel kanker, asam lemak omega-3 dalam udang membantu bayi dan balita memiliki perkembangan otak, mata dan tulang yang lebih baik.

Baca Juga: Dukung Perkembangan Otak Anak Dengan 5 Nutrisi Ini

4. Manfaat Udang Meningkatkan Pertumbuhan & Perkembangan Tulang dan Gigi

tulang kuat anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Udang kaya akan vitamin D yang tidak hanya menyerap kalsium dan mineral lainnya, tetapi juga bekerja keras untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Vitamin D juga mencegah anak-anak menderita rakhitis dan membantu mereka mencapai tinggi badan yang sebenarnya dan massa tulang maksimum.

5. Manfaat Udang Menjaga Anak Bebas dari Infeksi serta Meningkatkan Penglihatan

Dikutip dari sebuah sumber, dijelaskan bahwa udang kaya akan Vitamin A yang berperan penting dalam penglihatan dan pertumbuhan sel, jaringan, dan tulang anak serta melindunginya dari infeksi.

6. Manfaat Udang Menyediakan Protein

bolehkah makan udang saat hamil hero

Foto: Orami Photo Stock

Kandungan protein udang membantu anak-anak tumbuh dan memelihara jaringan tubuh. Bukan rahasia umum bahwa udang merupakan protein hewani yang sangat kaya akan kalsium. Dibandingkan unggas, udang baik untuk Si Kecil karena mengandung lebih banyak protein yang mudah diserap.

7. Manfaat Udang Membantu Perkembangan Secara Keseluruhan

Udang adalah gudang harta karun dari beberapa mineral penting, termasuk fosfor, seng, yodium dan kalsium yang merupakan dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak.

Baca Juga: 6 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

8. Manfaat Udang Memastikan Otot & Penglihatan yang Kuat

Cara-meningkatkan-penglihatan-pada-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perlu Moms ketahui, bahwa vitamin B12 yang ada pada udang juga dapat memastikan bahwa otot dan penglihatan anak kuat. Tidak hanya itu, berkat kandungan B12 pada udang, Si Kecil tidak memiliki suasana hati yang tiba-tiba atau moody.

9. Manfaat Udang Membuat Tingkat Energi Anak Tetap Tinggi

Seperti makanan lainnya, udang juga sumber makanan yang kaya akan zat besi. Oleh karena itu, udang dapat memberi anak-anak tingkat energi yang tinggi dan juga mencegah anemia.

10. Manfaat Udang Membantu Diet Anak

Anak-anak yang kegemukan bisa kehilangan semua lemaknya dengan mengkonsumsi udang. Udang memiliki vitamin yang berlimpah akan vitamin A, D dan B3, serta protein, dan seng. Itu artinya udang memiliki tingkat tiroid yang optimal, yang juga membantu penurunan berat badan pada Si Kecil yang obesitas.

Baca Juga: Diet Keto untuk Anak, Amankah?

Waktu yang Tepat untuk Memberikan Udang pada Si Kecil

Anak makan protein

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun banyak manfaat udang untuk Si Kecil, tidak sedikit juga orang tua yang khawatir udang bisa memicu alergi pada Si Kecil. Mereka pun kemudian bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk memberikan udang pada anak.

Sebagai orang tua, Moms pasti sering bertanya kapan Si Kecil atau bayinya bisa diberi udang dan apakah udang dapat menjadi sumber protein hewani yang aman untuk mereka makan? Ketakutan ini adalah hal yang sangat umum saat memberi makan anak, makanan yang diketahui menyebabkan alergi.

Menurut organisasi Food Allergy Research & Education (FARE), sebanyak 90% dari semua reaksi alergi terkait makanan disebabkan oleh delapan makanan. Delapan makanan tersebut adalah susu, telur, kacang tanah, kacang pohon (walnut, almond, kacang mete, dan lain-lain), gandum, kedelai,  ikan, dan kerang di mana udang termasuk dalam kategori kerang-kerangan.

Parenting Healthy Baby mengatakan bahwa dokter biasanya menganjurkan agar udang diberikan kepada bayi saat mereka berumur minimal 1 tahun atau 12 bulan. Hal ini dilakukan karena udang dapat menyebabkan alergi pada balita.

Maka masuk akal untuk menunggu hingga sistem imun bayi berkembang lebih baik agar risiko terjadinya reaksi dapat berkurang. Beberapa dokter lainnya bahkan merasa lebih baik menunggu sampai anak berusia tiga tahun untuk memulai dengan makanan laut seperti udang dan kerang-kerangan.

Ini harus dilakukan terutama jika alergi parah merajalela dalam keluarga atau jika seorang anak telah menunjukkan bahwa dia alergi terhadap makanan tertentu atau mengalami masalah dengan alergi musiman seperti demam, eksim atau bahkan asma. Dokter juga menganjurkan agar bayi makan sayur, buah, daging, dan unggas sebelum beralih ke makanan laut.

Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, tidak ada bukti bahwa menunggu atau memperkenalkan bayi, makanan yang aman terlebih dahulu dan menunda pemberian makanan penyebab alergi hingga di atas usia mereka makan seharusnya, dapat mencegah reaksi alergi tersebut.

Faktanya, beberapa dokter termasuk Dr. Natasha  Burgert, dokter anak di Pediatric Associates di Kansas City, Missouri, berpendapat bahwa pengenalan awal makanan tertentu, termasuk udang dan kerang, sebenarnya dapat bermanfaat.  Menurutnya, justru pengenalan awal makanan seperti udang dan kerang-kerangan adalah cara untuk mencegah alergi makanan.

"Tidak ada alasan untuk menunda pengenalan.  Udang harus ditawarkan sebagai makanan pertama.  Ada risiko minimal jika cara menawarkan makanan ini dilakukan dengan cara aman," ujarnya seperti dikutip dari Romper .

Purvi Parikh, Ahli Alergi & Imunologi dari Allergy & Astma Network, juga menggemakan gagasan serupa. Dia mengatakan bahwa aman memberi makan anak udang dan kerang sejak usia 6 bulan, selama konsistensinya tepat atau aman bagi seorang anak. Konsistensi makanan yang aman adalah makanan yang dapat langsung dimakan dan ditelan.

"Ini berarti memastikan potongannya sangat kecil, berukuran sekali gigit untuk balita (anak usia 1-3 tahun). Sementara untuk anak yang lebih kecil atau bayi, udang harus dicampur atau diblender. Bubur udang, mungkin tidak terdengar menggugah selera Anda, tetapi ini adalah cara yang aman untuk mengekspos mereka pada rasa baru dan dosis protein, antioksidan, selenium, dan kolin," jelasnya.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Manfaat Makan Ikan Sejak Kecil

Takaran Saji Udang untuk Anak

udang-the-asianparent.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat udang tentu akan terasa jika takaran sajinya pun tepat. Jika berlebihan, bukan tidak mungkin udang memberikan reaksi alergi. Rupanya, alergi kerang tidak sama dengan alergi terhadap ikan. Jadi meskipun, Si Kecil sebelumnya pernah mencoba ikan dan mengalami alergi, sebaiknya penting juga untuk memperkenalkan udang dan kerang-kerangan.

Sebisa mungkin, hindari memasukkan terlalu banyak bahan makanan pada saat bersamaan. Ini penting karena jika reaksi alergi memang terjadi, sulit untuk menemukan penyebabnya pada makanan yang berisi terlalu banyak bahan tersebut.

Menurut Healthy Children, situs web yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics, ukuran porsi makanan laut yang disarankan untuk anak usia 2-3 tahun adalah satu ons. Jumlah udang yang setara dengan satu ons tergantung pada ukurannya, tetapi 1-2 udang adalah jumlah cukup untuk balita.

Alergi Udang pada Anak

jenis-jenis-alergi-kulit-yang-umum-terjadi-pada-anak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun banyak manfaat udang untuk anak, risiko anak terkena alergi karena udang pun ada Moms. Jika Moms memiliki alergi terhadap udang, kemungkinan besar Si Kecil juga akan alergi. Dr. Parikh berkata bahwa memiliki orang tua dengan jenis alergi apa pun dapat meningkatkan risiko yang sama pada Si Kecil. Namun, dia sebenarnya tetap masih merekomendasikan pengenalan dini makanan berisiko tinggi untuk menghindari terjadinya alergi.

Mengingat berbagai saran di atas, jadi bagaimana Moms tahu jika Si Kecil mengalami reaksi alergi karena mengkonsumsi udang atau tidak?

Ruam, gatal bengkak yang mungkin disertai atau tidak disertai dengan muntah, diare, batuk mengi, lesu atau kehilangan kesadaran. Reaksi biasanya terjadi dalam 30 menit sampai satu jam setelah makan makanan pencetus,” kata Dr. Parikh.

Mayo Clinic mencatat bahwa tanda-tanda reaksi alergi kerang atau udang mungkin juga termasuk pusing. Tanda-tanda reaksi anafilaksis yang serius adalah tenggorokan bengkak, kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah, dan pusing hingga pingsan.

Semua reaksi alergi pada Si Kecil, terlepas dari seberapa ringan tampaknya, harus dievaluasi oleh dokter karena sulit untuk mengetahui mana yang akan berkembang menjadi lebih parah atau sebaliknya.

Jadi, poinnya adalah udang merupakan makanan yang aman dan enak. Udang merupakan sumber protein yang baik, memberikan nutrisi penting, dan kaya akan Omega-3.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

Itulah beberapa manfaat udang untuk Si Kecil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama Moms memasak udang untuk Si Kecil dengan benar-benar matang, dipotong kecil-kecil atau dihaluskan, dan juga tetap waspada terhadap tanda-tanda reaksi alergi.

Memberi makan udang pada balita Moms adalah tambahan yang aman dan sehat untuk makanan mereka.

https://parentinghealthybabies.com/health-benefits-of-shrimp-for-children/?amp

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shellfish-allergy/symptoms-causes/syc-20377503

https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/all-around/Pages/Protecting-Your-Children-From-Contaminated-Fish.aspx

https://allergyasthmanetwork.org/

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Starting-Solid-Foods.aspx

https://www.foodallergy.org/sites/default/files/2018-04/FARE-Food-Allergy-Facts-Statistics.pdf

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait