Kesehatan Umum

29 September 2021

Mengenal Masokis, Kelainan Seksual yang Ditandai dengan Kesenangan terhadap Rasa Sakit

Kenali gejala masokis berikut ini, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Pernahkah Moms mendengar tentang masokis? Ini merupakan jenis kelainan seksual yang biasa terjadi pada siapa saja, termasuk Moms atau Dads. Untuk itu, mari kenali gejalanya!

Menurut Cambridge Dictionary, masokis adalah kelainan seksual di mana seseorang yang mendapatkan kenikmatan seksual karena disakiti atau dikendalikan oleh orang lain.

Secara umum, hal ini dikaitkan dengan BDSM (bondage, dominance, sadism, dan masochism).

Mengutip laman Britannica, istilah ini diambil dari nama Chevalier Leopold von Sacher-Masoch, seorang Austria yang banyak menulis tentang mendapatkan kepuasan dengan cara dipukuli dan ditundukkan.

Jumlah rasa sakit yang terlibat dapat bervariasi, dari penghinaan dengan sedikit kekerasan hingga pencambukan atau pemukulan yang parah.

Biasanya, masokis mempertahankan kendali atas situasi dan akan mengakhiri perilaku kasar sebelum terluka parah.

Meskipun rasa sakit dapat menyebabkan sejumlah rangsangan seksual pada banyak orang, bagi masokis, justru rasa sakit itulah yang menjadi tujuan utama dari sebuah aktivitas seksual.

Tidak hanya dapat merugikan pasangan, hal ini juga bisa memberikan dampak buruk bagi perilakunya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Psychology Today, orang dengan preferensi seksual ini dapat mengalami masalah psikologis atau sosial sebagai akibatnya.

Jenis penderitaan yang mungkin dialami orang dengan gangguan masokis ini termasuk kecemasan yang parah, rasa bersalah, rasa malu, dan pikiran obsesif tentang terlibat dalam masokisme seksual.

Lalu, apakah penyebab dan gejala yang mendasarinya? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkapnya Moms.

Baca Juga: 9 Makanan sebagai Viagra Alami, Ada Cokelat Hitam untuk Meningkatkan Libido!

Penyebab Masokis

Penyebab Masokis

Foto: Orami Photo Stock

Melansir laman Psychology Anywhere Anytime, ada sejumlah alasan yang umumnya mendasari mengapa gangguan ini terjadi pada individu dan jawabannya sangat bergantung pada setiap orang.

Bagi beberapa orang, mengambil peran kepatuhan atau ketidakberdayaan dalam menerima masokis menawarkan bentuk pelarian terapeutik dari tekanan hidup, dari tanggung jawab, atau dari rasa bersalah.

Sementara pada orang lainnya, berada di bawah kekuatan atau tekanan yang kuat dan mengendalikan dapat membangkitkan perasaan aman dan perlindungan terkait dengan peristiwa di masa kanak-kanak.

Di sisi lain, individu dengan masokis mungkin merasa menikmati atau mendapatkan kesenangan dari perlakuan penuh kekuasaan dan otoritas yang datang dari peran dominan tersebut. Namun, kurang dipahami apa yang pada akhirnya menghubungkan pengalaman emosional ini dengan kepuasan seksual.

Sementara itu, beberapa faktor lain di bawah ini juga mungkin memiliki peran sebagai penyebab masokis, seperti:

  • Otak membuat bahan kimia yang memengaruhi pikiran, emosi, dan tindakan

Tanpa keseimbangan yang tepat dari bahan kimia ini, mungkin ada masalah dengan cara seseorang dalam berpikir, merasakan, atau bertindak sehingga membuatnya mengalami masokis.

  • Stres juga berperan

Moms atau Dads yang mengalami stres karena masalah seperti pelecehan, tekanan keuangan, atau hilangnya hubungan mungkin akan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami masokis.

  • Masalah dalam keluarga

Beberapa masalah dalam keluarga mungkin dapat meningkatkan risiko mengalami masokis ketika beranjak dewasa. Misalnya, ketika seseorang mengalami pelecehan saat anak-anak, banyaknya konflik dalam keluarga, atau riwayat keluarga yang sakit jiwa.

Baca Juga: 5+ Minuman yang Dapat Meningkatkan Gairah Seksual, Sudah Tahu?

Gejala Masokis

jenis penyimpangan seksual masokis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahui apakah seseorang merupakan individu dengan preferensi masokis, Moms perlu memahami gejala-gejalanya.

Dikutip dari gracepointwellness, seseorang dapat dikatakan masokis jika mengalami fantasi seksual yang intens, dorongan seksual, atau perilaku dari tindakan dipermalukan, dipukuli, diikat, atau dibuat menderita. Fantasi ini terjadi berulang kali, setidaknya selama enam bulan.

Selain itu, fantasi dan dorongan seksual yang muncul tersebut dapat menyebabkan tekanan atau gangguan signifikan secara klinis dalam bidang fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya.

Menurut American Psychiatric Association yang dikutip dari theravive, jika pasien tidak mengalami kecemasan, rasa bersalah, malu atau perasaan negatif lainnya yang berhubungan dengan hasrat seksual masokis, hal tersebut hanya akan anggap sebagai ketertarikan seksual, bukan gangguan/kelainan.

Apabila seorang individu memenuhi kriteria masokisme seksual, itu juga harus dievaluasi dan ditentukan jika gangguan tersebut:

  • Melibatkan asfiksiaofilia, yaitu saat individu membatasi pernapasannya untuk mencapai gairah yang diinginkan.
  • Berada dalam lingkungan yang terkendali, artinya individu tersebut hidup dalam lingkungan yang secara khusus membatasi kesempatan untuk terlibat dalam perilaku seksual masokis.
  • Dalam remisi penuh, sedangkan penderitanya tidak mengalami kesusahan atau gangguan di bidang penting kehidupan setidaknya selama 5 tahun saat berada dalam lingkungan yang tidak terkendali.

Baca Juga: 5 Fantasi Seksual yang Banyak Dimiliki Wanita, Moms Termasuk?

Siapa yang Dapat Mengalami Masokis?

Siapa yang Dapat Mengalami Masokis?

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, usia rata-rata terjadinya gangguan seksual masokis adalah 19 tahun. Namun pada beberapa pasien, hasrat seksual yang terkait dengan kekerasan atau penghinaan dapat berkembang lebih awal, misalnya saat memasuki usia 12 tahun.

Perilaku seksual masokis yang biasa terlihat pada masa dewasa awal tersebut sering kali dimulai dengan permainan masokis atau sadis selama masa kanak-kanak.

Seseorang dengan masokis akan mengalami gairah seksual ketika menerima rasa sakit, penderitaan, dan penghinaan secara fisik atau psikologis.

Fantasi, dorongan seksual, atau perilaku di mana individu dipukuli, diikat, dipermalukan, atau mengalami rasa sakit juga termasuk hal yang mencirikan gangguan ini.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Shindel dan Moser pada tahun 2011 yang dikutip dari theravive, fantasi yang berkaitan dengan masokisme seksual cukup umum.

Berdasarkan hasil studi, sebanyak 12% wanita dan hampir seperempat pria sebagai partisipan menanggapi cerita erotis seksual bertema masokis. Sekitar 5% wanita dan 12% pria mengaku pernah terlibat dalam fantasi dalam fantasi dengan tema masokis, seperti dipukul, dicambuk, dipukul, atau diikat.

Sebanyak 50% orang dewasa yang aktif secara seksual juga senang digigit atau dicakar selama aktivitas seksual jika dilakukan suka sama suka. Prevalensi perilaku seksual masokis ini diketahui lebih tinggi pada wanita lesbian dan biseksual.

Baca Juga: 5 Tips Seks Saat Hamil yang Aman dan Nyaman, Catat!

Cara Mengatasi Masokis

terapis-masokis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untungnya, ada beberapa pilihan pengobatan untuk masokis. Jika Moms atau Dads mengalami gejala dan memerlukan bantuan untuk mengelola gejala tersebut atau ingin mengatasi gangguan masokis, berikut ini cara mengatasi masokis yang telah terbukti efektif:

  • Psikoterapi

Maksud dan tujuan terapi adalah untuk mengungkap dan mengatasi penyebab mendasar dari perilaku yang tidak diinginkan dan menyusahkan. Lebih khusus lagi, terapi perilaku kognitif (CBT) sangat efektif dalam menata kembali pikiran dan keyakinan yang dapat membuat individu dengan masokin terlibat dalam perilaku berbahaya. Hal ini juga dapat membantu pasien mempelajari keterampilan baru yang terbukti penting untuk melawan dorongan seksual.

  • Pengobatan

Obat-obatan tertentu dapat digunakan untuk menurunkan kadar testosteron dan, pada gilirannya, mengurangi terjadinya ereksi. Selain itu, obat antidepresan dapat diresepkan untuk mengurangi gairah seks secara keseluruhan.

Baca Juga: Inilah 13 Ujian Rumah Tangga di 5 Tahun Pertama Pernikahan, Hadapi Bukan Hindari!

Itulah informasi seputar masokis yang perlu diketahui. Jika mengalami gejalanya, segeralah mencari pertolongan. Jangan sampai kelainan seksual ini berdampak buruk bagi kehidupan Moms secara keseluruhan.

  • https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/masochist
  • https://www.britannica.com/topic/masochism
  • https://www.britannica.com/topic/masochism
  • https://www.psychologytoday.com/us/conditions/sexual-masochism-disorder
  • https://www.psychologistanywhereanytime.com/sexual_problems_pyschologist/psychologist_sadomasochism.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait