Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Apr 6, 2018

Mengenal Ketogenic, Diet Rendah Karbo dan Tinggi Lemak

Bagikan


Ketogenic diet alias diet ketogenik sedang ramai dibicarakan. Seperti Atkins diet, diet ketogenik adalah jenis diet rendah karbohidrat (5%), cukup protein (25%), dan tinggi lemak (70%). Diet ini memaksa tubuh membakar lemak (ketone) daripada karbohidrat (glukosa) untuk dijadikan energi. Hal ini bisa dicapai melalui proses metabolik yang disebut ketogenesis serta keadaan tubuh yang dikenal dengan sebutan ketosis.

Kemampuan tersebut dikembangkan tubuh saat berpuasa (asupan makanan rendah selama periode tertentu), diet yang membatasi konsumsi karbohidrat, kelaparan, olahraga yang intens dan lama, serta diabetes mellitus tipe 1 yang tidak diatasi.

Bukan sekadar untuk menurunkan berat badan, diet ketogenik ternyata juga bisa mengatasi kondisi medis seperti diabetes, epilepsi, autisme, Alzheimer, dan kanker. Namun, sebelum Moms memutuskan mempraktikkan keto diet, sebaiknya kenali dulu jenis diet ini lebih jauh.

Manfaat Diet Ketogenik

Karena asupan karbohidrat dan gula dibatasi serta konsumsi lemak ditingkatkan, Moms akan merasakan manfaat sebagai berikut setelah menerapkan keto diet:

  • Rasa lapar berkurang
  • Tekanan darah menurun
  • Kadar kolesterol berkurang
  • Lebih berenergi
  • Kaku dan nyeri sendi berkurang
  • Berpikir lebih jernih
  • Pola tidur berubah
  • Berat badan turun
  • Kesehatan pencernaan membaik
  • Mood lebih stabil
  • Risiko penyakit gusi dan kerusakan gigi berkurang

 

Efek Samping Diet Ketogenik

Meski diet ketogenik memiliki banyak manfaat, diet ini juga punya efek samping. Hal ini biasanya terasa saat beralih ke keto diet. Namun, saat tubuh mulai beradaptasi, efek samping berikut akan berkurang:

  • Sering buang air kecil
  • Lelah dan pusing
  • Hipoglikemia (gula darah rendah)
  • Sakit kepala
  • Konstipasi
  • Mengidam makanan manis
  • Diare
  • Gemetar atau lemas
  • Kram otot
  • Gangguan tidur
  • Batu ginjal
  • Jantung berdebar
  • Rambut rontok

 

Makanan yang Boleh Dikonsumsi

  • Daging dari hewan yang mengonsumsi rumput (bukan biji-bijian), ikan dan seafood liar (bukan dipelihara). Termasuk pula telur, jeroan, dan produk olahan hewan seperti gelatin dan mentega. Hindari daging yang dilapisi tepung-tepungan atau disajikan dengan saus yang mengandung gula atau tepung.
  • Minyak, termasuk yang mengandung lemak jenuh (misalnya minyak kelapa), lemak tak jenuh tunggal (misalnya minyak zaitun), dan omega 3 dari lemak tak jenuh ganda (terutama dari sumber hewani seperti ikan dan seafood)
  • Sayuran tak berpati, misalnya bayam, selada, kucai, pak choi, asparagus, mentimun, rebung
  • Buah: alpukat
  • Minuman: air putih, kopi hitam atau dengan krim (bukan susu) namun tanpa gula, teh atau teh herbal
  • Lainnya: mayones, mustard, kaldu tulang, acar, makanan fermentasi (misalnya kimchi), rempah dan herba, sari atau parutan lemon atau jeruk nipis, whey protein (hati-hati dengan bahan tambahan, pemanis buatan, hormon, dan lesitin kedelai), protein putih telur

 

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi

  • Biji-bijian, termasuk gandum, oat, beras, jagung, dan kentang serta produk olahannya (nasi, pasta, roti, biskuit, dan lain-lain.)
  • Gula dan pemanis buatan (termasuk es krim, cake, puding, dan soft drink)
  • Hewan yang diternakkan
  • Makanan olahan yang mengandung karagenan, MSG, sulfit
  • Minyak yang sudah dimurnikan (refined) seperti minyak bunga matahari, minyak canola, minyak kedelai, dan minyak jagung serta lemak trans seperti margarin
  • Produk berlabel ‘rendah lemak’, ‘rendah karbo’, atau ‘tanpa karbo’ olahan, bukan alami, karena bisa mengandung bahan aditif dan gluten
  • Susu
  • Minuman beralkohol
  • Buah tropis (nanas, mangga, pisang, pepaya, dan lain-lain), buah tinggi karbohidrat (misalnya anggur), termasuk jus buah dan buah kering

 

Kontraindikasi

Bagaimanapun juga, tidak semua orang boleh mempraktikkan keto diet. Contohnya orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan sebagai berikut:

  • Riwayat pankreatitis
  • Penyakit kantung empedu aktif
  • Gangguan fungsi hati
  • Gangguan pencernaan lemak
  • Status gizi buruk
  • Operasi bypass lambung
  • Tumor perut
  • Decreased gastrointestinal motility
  • Riwayat gagal ginjal
  • Ibu hamil dan menyusui

Moms tertarik mencoba ketogenic diet? Kunci keberhasilan diet ini adalah komitmen untuk mematuhi aturan diet ketosis serta memantang makanan tinggi karbohidrat. Siap?

 

(EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.