19 Januari 2024

14 Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi di Rumah, Mudah!

Jangan biarkan terlalu lama ya, Moms!

Sariawan pada bayi adalah kondisi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, membuat Si Kecil menangis.

Berbagai penyebab bisa menjadi sumbernya, mulai dari infeksi jamur Candida albicans, masalah pencernaan, dehidrasi, hingga trauma dari benturan.

Mengerti penyebab, gejala, dan solusi pengobatan sariawan pada bayi adalah penting bagi Moms agar dapat segera mengatasi dan meredakan rasa sakit Si Kecil.

Mari pelajari lebih lanjut tentang hal ini, Moms!

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Hati Sapi untuk MPASI? Ini Kata Dokter

Gejala Sariawan pada Bayi

Bayi Sariawan (Orami Photo Stocks)
Foto: Bayi Sariawan (Orami Photo Stocks)

Beberapa anak mengalami sariawan cukup sering setiap 3 bulan sekali. Meskipun begitu, ada juga yang mengalami sariawan cukup parah dan juga ringan.

"Namun, karena gejala sariawan seringkali menyakitkan, sebaiknya bayi segera mendapatkan perawatan," jelas dokter Yasser Armanazi, dari Mentor Pediatric Dentistry di Mentor, Ohio.

Gejala sariawan pada bayi dapat muncul secara tiba-tiba.

Untuk mengetahui apakah bayi mengalami sariawan, Moms bisa memeriksa tanda-tanda seperti:

  • Bercak putih di langit-langit mulut, di dalam pipi, dan di lidah.
  • Di bawah lidah muncul jaringan merah yang mudah berdarah. Mungkin ada kemerahan di sekitar bercak.
  • Bercak semakin melebar dan terkadang muncul seperti lubang datar.
  • Sudut mulut retak.
  • Luka di gusi ataupun lidah.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, perlu diingat bahwa lidah bayi bisa saja berwarna putih akibat sisa-sisa ASI.

Namun, sisa susu ini akan hilang dalam waktu satu jam setelah menyusui.

Moms juga bisa mengeceknya dengan mengusap kassa lembut ke lidah bayi. Jika hilang, tidak perlu khawatir, karena ini bukan gejala sariawan pada bayi, ya.

Namun, jika sebaliknya, Moms bisa segera melakukan tindakan untuk menyembuhkan sariawan pada bayi tersebut.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Kadar Asam Urat Normal Wanita

Penyebab Sariawan pada Bayi

Bayi Menangis (Orami Photo Stocks)
Foto: Bayi Menangis (Orami Photo Stocks) (policygenius.com)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sariawan timbul pada bayi. Hal ini meliputi:

1. Infeksi Jamur

Mengutip National Health Service, sariawan pada bayi dan orang dewasa sering kali merupakan hasil dari infeksi jamur bernama Candida albicans.

Pada orang yang imunitasnya baik, jamur ini tidak akan menyebabkan permasalahan.

Namun terkadang, jamur dapat tumbuh secara banyak dan cepat, hingga menginfeksi area mulut.

Umumnya, sariawan yang disebabkan oleh infeksi jamur gejalanya seperti:

  • Adanya lapisan atau bercak putih pada lidah.
  • Bibir berubah menjadi putih.
  • Langit-langit mulut berwarna putih dan sulit dibersihkan.

Infeksi jamur ini biasanya terjadi tanpa gejala, namun terkadang dapat menyebabkan bayi enggan atau rewel saat menyusu.

2. Infeksi Virus

Virus
Foto: Virus (Freepik.com)

Pada bayi yang usianya lebih besar, sariawan dapat juga disebabkan oleh virus, misalnya virus Coxsackie.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit seperti HFMD (hand, foot & mouth disease), dengan gejala timbulnya seperti:

  • Lenting-lenting di lidah.
  • Gusi berdarah atau luka.
  • Timbul beberapa bercak di anggota tubuh lain.

Selain itu, virus Coxsackie juga menyebabkan penyakit herpangina, yaitu sariawan yang terutama ditemukan di dekat tenggorokan dan langit-langit bagian belakang.

3. Imunitas Tubuh Rendah

Melansir dari Healthline, sariawan pada bayi seringkali menjadi salah satu masalah kesehatan yang muncul di mulut bayi selama beberapa minggu atau bulan pertama setelah kelahiran.

Penyebab pasti dari munculnya sariawan pada bayi ini masih menjadi misteri.

Namun, satu hal yang bisa menjadi pertimbangan adalah sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir.

Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan yang belum sepenuhnya kuat dan matang, sehingga mereka kurang mampu melawan berbagai infeksi dengan efektif.

Baca Juga: Sariawan pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

4. Sisa Susu

Ibu Menyusui
Foto: Ibu Menyusui (shutterstock.com)

Sariawan pada bayi paling sering terjadi pada anak yang baru lahir dan berusia di bawah 2 bulan.

Salah satu penyebab lainnya karena infeksi jamur yang berkembang apabila payudara ibu tidak dikeringkan dengan benar.

Hal ini membuat setelah menyusui Si Kecil mengalami sariawan.

Tak hanya itu, penggunaan dot atau botol susu juga dapat membuat bagian dalam mulut bayi terlalu lembap.

Di mana ini adalah lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk berkembang.

5. Infeksi Anggota Tubuh Lain

Moms, penyebab sariawan pada bayi lainnya juga bisa karena infeksi pada anggota tubuh lain.

Candida adalah organisme yang biasanya ditemukan di mulut atau vagina.

Jika gejalanya mulai timbul atau mengalami perubahan hormon, hal ini bisa mempengaruhi imunitas tubuh Si Kecil.

Akhirnya, jamur ini tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Baca Juga: Penyebab Bintik Merah pada Pipi Bayi dan Produk yang Cocok!

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Cara cepat menyembuhkan sariawan bayi sangat mudah dilakukan dan bisa Moms atasi dari rumah.

Namun, proses penyembuhan ini tetap memerlukan waktu setidaknya satu minggu, sebelum benar-benar sembuh, ya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengatasi sariawan pada bayi:

1. Ketahui Penyebabnya

Sariawan pada Bayi (straitstimes.com)
Foto: Sariawan pada Bayi (straitstimes.com)

Penanganan sariawan pada bayi harus sesuai dengan penyebabnya.

"Apabila sariawan berbentuk thrush, diperlukan pemberian antijamur.

Pastikan untuk mensterilisasi botol, empeng, dan teether setiap selesai dipakai secara teratur," jelas Dr. Rosary, Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah.

Oleh karena itu, sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebabnya sebelum memberikan pengobatan, Moms.

2. Menjaga Kebersihan Menyusui

Mengatasi Sariawan pada Bayi dengan Benar (Orami Photo Stocks)
Foto: Mengatasi Sariawan pada Bayi dengan Benar (Orami Photo Stocks)

Dokter Rosary menekankan pentingnya perawatan bagi bayi yang masih menyusui.

Selain menjaga kondisi payudara ibu agar tetap kering, ia juga menyarankan agar ibu memastikan pakaian dan peralatan menyusui selalu dalam keadaan bersih dan tidak lembap.

Lingkungan yang lembap dapat memfasilitasi pertumbuhan jamur, yang berpotensi membahayakan kesehatan bayi.

Oleh karena itu, setelah proses menyusui, pastikan mulut anak selalu dalam keadaan bersih untuk mencegah risiko infeksi, Moms.

Sementara untuk sariawan pada bayi yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, dr. Rosari menyarankan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb