26 April 2022

Sebaiknya, Seberapa Sering Ganti Plester Luka? Ini Penjelasannya!

Apakah harus diganti setiap hari?

Plester luka penting untuk disediakan sebagai salah satu perlengkapan darurat di setiap rumah.

Menutup luka dengan plester bisa membantu mencegah terjadinya infeksi  luka akibat kontaminasi bakteri.

Penggunaan plester yang tepat juga akan mempercepat penyembuhan, bahkan mencegah terbentuknya bekas luka yang mengganggu.

Ada banyak jenis plester luka yang tersedia, mulai dari plester biasa yang dapat digunakan untuk jenis luka yang umum, hingga plester tahan air dan plester ukuran besar bagi luka operasi.

Untuk anak-anak, plester luka juga tersedia dalam berbagai warna dan gambar, sehingga Si Kecil lebih senang menggunakannya.

Akan tetapi banyak yang belum tahu waktu mengganti plester luka. Hal ini dikhawatirkan membuat luka menjadi tidak higienis. 

Baca Juga: 4 Penyebab Ibu Hamil Lebih Sensitif dan Gampang Terbawa Emosi serta Perasaan

Apa Itu Plester Luka?

plester luka
Foto: plester luka (Istockphoto.com)

Foto: istockphoto.com

Plester luka adalah perban kecil yang digunakan pada luka ringan yang tidak memerlukan perban besar.

Kebanyakan orang mengira bahwa luka ringan harus dibiarkan kering dan diangin-anginkan agar cepat sembuh.

Padahal, luka sebaiknya dibiarkan lembap untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Kondisi lembap membantu sel fibrosis membentuk jaringan baru yang menutup luka, termasuk mengurangi jumlah cairan yang keluar dari luka.

Salah satu cara menjaga luka tetap lembap adalah menggunakan plester luka.

Plester luka terbuat dari selembar kain kasa dan memiliki bantalan (perekat) yang lengket dan biasanya dibungkus dalam satu kemasan steril.

Alat ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Plester luka yang dijual di pasaran biasanya tersedia dalam bahan kain, plastik, atau karet lateks memiliki kemampuan rekat.

Meskipun terdapat banyak variasi plester dengan fungsi perlindungan, ada pula jenis yang khusus seperti untuk keperluan medis, olahraga, makanan, dan rehabilitasi.

Baca Juga: Kenapa Ada Golongan Darah Anak Berbeda dengan Orang Tuanya? Berikut Penjelasannya!

Berapa Kali Mengganti Plester Luka Si Kecil?

shutterstock 1025855551
Foto: shutterstock 1025855551

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dokter spesialis luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, mengganti plester luka sebenarnya tidak usah terlalu sering dan membukanya setelah 3 hari.

"Hal ini karena semuanya dalam keadaan steril, saya membersihkan antiseptik dan diberikan anti bakteri pada luka tersebut," ujarnya.

Namun, apabila kondisinya anak yang terluka berada di rumah, menurut dr. Adisaputra plester mau diganti lebih sering pun tidak masalah.

Seba, ditakutkan keadaannya tidak sesteril di rumah sakit.

"Ditakutkan bisa ada risiko infeksi lebih tinggi dibandingkan dengan dirawat dengan metode yang lebih steril di rumah sakit. Jadi lebih baik diganti plesternya, bersihkan dulu, lalu tutup kembali," ujarnya.

Menurut dr. Adisaputra, apabila luka tersebut adalah luka akut yang sering kali dialami oleh anak-anak, paling banyak Moms mengganti plester luka dua kali dalam sehari setelah anak mandi.

Jika Si Kecil menolak untuk dibuka plesternya karena takut sakit, Moms bisa mencoba tips dari dr. Adisaputra ini.

"Biasanya dibasahi terlebih dulu disekitar plester tersebut agar lebih lunak sehingga mudah dibuka," ujarnya.

Baca Juga: 7 Tips Mendampingi Anak Belajar, Salah Satunya Pelajari Gaya Belajar Anak!

Cara Tepat Membersihkan Luka

shutterstock 120082492
Foto: shutterstock 120082492

Foto: Orami Photo Stock

Membiarkan luka terbuka tanpa plaster bisa mengeringkan sel-sel kulit baru, sehingga rasa sakit semakin tajam dan memperlambat proses penyembuhan luka.

Maka itu, lebih baik tutup luka terbuka yang berukuran besar untuk meminimalkan risiko infeksi yang lebih parah.

Hal yang perlu diingat adalah rutin ganti plaster luka agar tidak terjadi infeksi bakteri yang bisa memperparah luka.

Berikut cara tepat membersihkan luka:

1. Mencuci Tangan

Sebelum melakukan perawatan luka, cuci tangan Moms terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun untuk menghindari infeksi.

2. Menekan Luka

Perdarahan pada goresan dan luka ringan biasanya akan berhenti sendiri.

Jika tidak, beri tekanan lembut pada luka dengan kain yang bersih. Posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi.

3. Membersihkan Luka

Bilas luka dengan air bersih yang mengalir. Sekitar luka boleh dibersihkan dengan sabun, tapi tidak pada lukanya, untuk menghindari iritasi.

Jika ada kotoran atau benda yang tertancap pada luka setelah dibersihkan, gunakan pinset steril (yang telah dibersihkan dengan alkohol) untuk mencabutnya.

Jika masih ada benda yang tertancap, pergilah ke dokter agar dapat dibersihan luka secara menyeluruh guna mengurangi risiko infeksi dan tetanus.

Tidak perlu menggunakan cairan hidrogen peroksida, obat merah, atau larutan antiseptik yang mengandung iodine, karena dapat menimbulkan iritasi pada luka.

4. Mengoleskan Krim atau Salep Antibiotik

Oleskan krim atau salep antibiotik untuk membantu menjaga permukaan kulit tetap lembap.

Obat ini memang tidak membuat luka cepat sembuh, tapi bisa mencegah infeksi sehingga proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik.

Namun jika muncul ruam pada kulit, segera hentikan penggunan salep.

5. Menutup Luka

Setelah diolesi dengan krim atau salep antibiotik, Moms bisa menutup luka menggunakan plaster luka.

Buka kemasan plaster luka dan pegang strip pelindungnya dengan sisi bantalan menghadap ke bawah, lalu kupas stripnya, tapi jangan lepas semuanya terlebih dahulu.

Posisikan bantalan tepat di atas luka kemudian tarik stripnya dan tekan tepi plaster luka ke bawah.

Plester luka harus diganti setiap kali kotor atau basah, atau jika darah meresap.

Baca Juga: Memahami Gejala Alam Biotik dan Abiotik yang Perlu Dijelaskan pada Si Kecil

Itu dia Moms penjelasan mengenai plester luka.

Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika luka Si Kecil tidak kunjung sembuh, menjadi kemerahan, bengkak, terasa semakin nyeri, atau ada nanah yang keluar.

  • https://www.healthline.com/health-news/heres-a-way-to-build-a-better-bandaid
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/302582
  • https://www.verywellfamily.com/painless-adhesive-bandage-removal-289577

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.