13 Oktober 2020

Menghadapi Bayi Mimisan, Apa yang Harus Moms Lakukan?

Tetap tenang adalah kunci

Bagaimana Moms menghadapi bayi mimisan? Pernah mengalami panik saat melihat ada darah segar keluar dari hidung Si Kecil? Jangan sedih, Moms tidak sendiri.

Meski sering terjadi pada anak yang lebih dewasa, keluarnya darah dari hidung atau yang sering disebut mimisan juga bisa terjadi pada bayi.

Dikutip dari Emergency Medical Journal, kondisi bayi mimisan sebenarnya tidak berbahaya, namun akan lebih baik jika Moms melakukan upaya penanggulangan yang cepat.

Hal itu karena biasanya bayi tidak tahu harus merespon seperti apa saat mimisan terjadi. Pendarahan biasanya terjadi secara singkat dan akan berhenti dalam waktu kurang dari 10 menit.

Meskipun terlihat seperti banyak darah yang hilang, jarang sekali bayi kehilangan begitu banyak darah sehingga menyebabkan masalah seperti anemia.

Mimisan biasanya dapat diobati dengan pertolongan pertama, dan tidak perlu mengunjungi dokter.

Tak perlu panik, sebaiknya Moms perlu bersikap sigap dan cari tahu segala hal tentang bayi mimisan berikut ini.

Baca Juga: Pertolongan Pertama untuk Si Kecil yang Mimisan

Penyebab Bayi Mimisan

Bayi Mimisan, Apa Yang Harus Moms Lakukan? 01.jpg
Foto: Bayi Mimisan, Apa Yang Harus Moms Lakukan? 01.jpg

Foto: momjunction.com

Hidung memiliki sejumlah pembuluh darah yang terletak di dinding antara dua lubang hidung, yang disebut septum hidung. Bayi mimisan bisa terjadi karena septum yang terganggu.

"Kebanyakan mimisan terjadi karena septum terganggu," kata Nick Blanchette, dokter anak di Trillium Health Partners di Mississauga, Ontario.

Bayi mimisan sering disebabkan oleh aktivitas yang tidak berbahaya seperti mengupil, meniup hidung terlalu keras atau terlalu sering, atau karena adanya trauma pada hidung saat bermain.

“Udara kering mengarah ke saluran hidung yang mengering,” kata Dr. Dina Kulik, dokter anak di Kindercare Pediatrics di Toronto.

Dalam jurnal Stat Pearls, disebutkan bahwa kebanyakan mimisan adalah mimisan anterior, yang berarti pendarahan terjadi di depan, bagian lembut hidung.

Area hidung ini mengandung banyak pembuluh darah kecil yang bisa pecah dan berdarah jika teriritasi atau meradang.

Mimisan posterior berkembang di bagian belakang hidung dan jarang terjadi pada anak-anak. Jenis mimisan ini cenderung lebih berat, dan pendarahan bisa lebih sulit dihentikan.

Iritasi pada pembuluh darah adalah penyebab umum mimisan anterior. Beberapa hal yang dapat mengiritasi pembuluh darah di hidung, di antaranya udara kering, mengorek hidung, alergi hidung, cedera atau pukulan ke hidung atau wajah, misalnya, karena bola atau jatuh.

Bisa juga karena sinusitis, pilek, flu, dan infeksi lain yang mempengaruhi saluran hidung, polip hidung, terlalu sering menggunakan semprotan hidung.

Tetapi, ada juga penyebab bayi mimisan yang kurang umum dan penyebabnya dapat meliputi kondisi yang memengaruhi perdarahan atau pembekuan darah, seperti hemofilia.

Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk pengencer darah juga bisa menyebabkan bayi mimisan. Kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kanker bisa jadi penyebab mimisan pada Si Kecil.

Baca Juga: Berikut Ini 5 Penyebab Mimisan di Malam Hari

Gejala Bayi Mimisan

gejala bayi mimisan
Foto: gejala bayi mimisan

Foto: Orami Photo Stock

Pada penjelasan yang terdapat dalam situs web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mimisan adalah kondisi yang cukup sering dikeluhkan orang tua yang memiliki anak di usia 2-10 tahun.

Meski begitu, mimisan, termasuk mimisan pada balita, sebenarnya jarang menyebabkan masalah yang serius.

Mengutip situs web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan bahwa sekitar 80 persen kejadian mimisan tidak diketahui penyebabnya. Lalu, apa yang menjadi gejala bayi mimisan?

Mengutip Johns Hopkins Medicine, gejala utama bayi mimisan adalah darah menetes atau mengalir dari hidung. Pendarahan dari selaput lendir di bagian depan hidung hanya berasal dari satu lubang hidung.

Pendarahan lebih tinggi di rongga hidung bisa berasal dari kedua lubang hidung. Mungkin tidak menimbulkan rasa sakit. Atau Si Kecil mungkin mengalami nyeri yang disebabkan oleh cedera atau area jaringan yang sakit di dalam hidung.

Gejala bayi mimisan bisa saja seperti kondisi kesehatan lainnya. Pastikan anak menemui penyedia layanan kesehatannya untuk diagnosis.

Baca Juga: 5 Bahan Rumahan untuk Menghentikan Mimisan

Cara Menghentikan Bayi Mimisan

Bayi Mimisan, Apa Yang Harus Moms Lakukan -2.jpg
Foto: Bayi Mimisan, Apa Yang Harus Moms Lakukan -2.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: easybabylife.com

Melihat ada darah keluar dari hidung Si Kecil, hal ini tentunya sangat membuat Moms berada dalam keadaan panik. Lalu, apa yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama bayi mimisan?

“Mimisan bisa menakutkan karena ada banyak darah, tetapi sebagian besar mimisan tidak mengancam jiwa,” kata Nick.

Mengutip Kids' Health, terlebih dahulu Moms harus tetap tenang jika bayi mimisan. Lalu, buat anak duduk tegak di kursi atau di pangkuan Moms, lalu miringkan kepalanya sedikit ke depan.

Jangan membiarkan anak untuk bersandar. Hal ini dapat menyebabkan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan, yang terasa tidak enak dan dapat menyebabkan tersedak, batuk, atau muntah.

Jepit lembut bagian lembut hidung (tepat di bawah punggung tulang) dengan tisu atau waslap bersih. Jaga tekanan di hidung selama sekitar 10 menit; jika Moms berhenti terlalu cepat, pendarahan bisa terjadi lagi.

Biarkan anak merasa rileks beberapa saat setelah mimisan. Cegah untuk meniup hidung, mengorek, atau menggosok, dan melakukan sesuatu yang kasar apa pun pada hidung.

"Jangan melakukan apa pun untuk mengganggu pembuluh darah di hidung," terang Nick.

Dalam Healthy Children, disebutkan bahwa Moms perlu ajak Si Kecil berkonsultasi ke dokter bila terjadi tanda-tanda seperti anak pucat, berkeringat, atau tidak merespons, Moms merasa yakin Si Kecil telah kehilangan banyak darah.

Jika anak mengeluarkan darah dari mulut atau muntah darah atau bahan berwarna coklat yang terlihat seperti bubuk kopi, ini juga perlu berkonsultasi ke dokter.

Bila bayi mimisan dengan mengeluarkan darah setelah pukulan atau cedera pada bagian kepala mana pun juga perlu berkonsultasi ke dokter.

Walaupun kebanyakan mimisan bersifat jinak dan sembuh sendiri, anak dengan perdarahan hebat atau berulang atau pendarahan dari kedua lubang hidung harus dievaluasi oleh dokter anak. Jika perlu, Si Kecil akan dirujuk ke spesialis (THT).

Baca Juga: Simak 6 Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa Ini

Mencegah Bayi Mimisan

Bayi Mimisan Apa Yang Harus Moms Lakukan -3.jpg
Foto: Bayi Mimisan Apa Yang Harus Moms Lakukan -3.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Untuk mencegah bayi mimisan, terutama bagi Si kecil yang rentan terhadap mimisan, Moms mungkin mempertimbangkan menggunakan pelembap ruangan untuk menjaga lubang hidung tetap lembap saat tidur.

Meskipun mungkin tidak mungkin untuk mencegah semua mimisan pada anak-anak, Moms dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu mengurangi kejadiannya.

Langkah pencegahan bayi mimisan ini termasuk mengobati alergi untuk mencegah radang pada hidung, bisa juga dengan menggunakan semprotan hidung saline (air asin) untuk menjaga kelembapan hidung anak.

Moms dapat menggunakan humidifier atau vaporizer di kamar tidur anak untuk mencegah udara mengering. Jangan lupa potong kuku anak-anak untuk mencegah cedera akibat mengupil.

Ajak Si Kecil untuk memakai alat pelindung yang sesuai selama olahraga atau aktivitas lain yang memungkinkan terjadinya cedera pada hidung.

Jika Si Kecil menderita sembelit atau konstipasi, tingkatkan asupan cairan dan jumlah serat dalam makanan untuk mencegah Si Kecil mengejan terlalu keras.

Itu dia Moms yang perlu diketahui tentang bayi mimisan. Meski seringkali disebabkan oleh aktivitas yang tidak berbahaya, jika bayi terlalu sering mimisan tentunya berbahaya.

Bila justru muncul tanda yang tidak normal karena bayi mimisan, segera konsultasi ke dokter, ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.