08 September 2018

Momen Satu Jam Pertama Setelah Bayi Lahir yang Bantu Optimalkan Perkembangannya

Penundaan waktu pemotongan tali pusat minimal 30-60 detik setelah lahir sangat bermanfaat bagi bayi

Detik-detik pertama kelahiran sang bayi menentukan kehidupannya di masa yang akan datang. Ketika bayi lahir, ia tak sekadar dikeringkan tubuhnya untuk membersihkan jalan napas secara rutin.

Akan tetapi, dilakukan pula beberapa metode yang dapat mengoptimalkan perkembangannya. 

Nah, yang dilakukan ketika bayi baru lahir, dokter akan memotong dan mengikat tali pusat sekitar 30-60 detik setelah lahir.

Kemudian, tenaga medis akan meletakkan si jabang bayi di atas perut atau dada ibu. Ini dilakukan agar terjalin kontak skin-to-skin dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Baca Juga : Berapa Suhu AC yang Aman untuk Bayi Baru Lahir?

Sesuai dengan rekomendasi American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) yang dipublikasikan pada Januari 2017 bahwa (I

Proses ini akan meningkatkan kadar hemoglobin bayi baru lahir dan dapat dan meningkatkan cadangan zat besi pada bulan pertama kehidupannya.

Metode ini juga sangat bermanfaat pada bayi prematur. Penundaan pemotongan ari-ari pada bayi prematur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kebutuhan akan transfusi.

Yang perlu diketahui juga bahwa pengikatan tali pusat yang tertunda tidak meningkatkan risiko perdarahan postpartum.

Baca Juga : Apa Penyebab Kulit Kering Pada Bayi?

Perlu kita tahu Moms, setelah dilahirkan, bayi baru lahir akan berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh ibunya sekitar 36,5-37,5 derajat celsius sehingga berisiko untuk terjadi suhu tubuh rendah (hipotermia).

Nah, menempatkan Si Kecil pada dada ibunya akan terjadi kontak kulit bayi dan kulit ibunya. Inilah yang disebut perawatan metode kanguru, dimana secara alamiah bayi akan merasa hangat.

Ya, suhu kulit ibu bermanfaat untuk menghangatkan Si Kecil lebih cepat serta menjaga suhu badannya tetap stabil. Selain itu, bayi baru lahir yang mendapatkan kontak kulit dengan ibunya dipercaya akan lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan.

Bayi yang kulitnya bersentuhan dengan kulit ibunya selain dapat mencegah hipoglikemia, memudahkan pernapasan, menstabilkan kadar gula darah, lebih cepat menyusu, mengurangi rasa sakit, menstabilkan bayi prematur serta dapat meningkatkan perkembangan otak secara optimal.

Baca Juga : Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Nils Bergman, seorang dokter dan peneliti di Afrika Selatan, mengemukakan bahwa perawatan metode kanguru dapat menstabilkan dan meningkatkankesehatan bayi prematur.

“Perkembangan otak bayi yang baru lahir bergantung pada stimulasi sensorik positif. Saat lahir, bau ibu, gerakan, dan kontak kulit ke kulit juga suara memberikan sinyal ke otak bahwa saya aman. Ketika otak tidak mendapatkan sinyal itu, ia mengatakan, "Saya tidak aman," membangun pertahanan diri, ” ujar Bergman.

Saat terjadi kontak kulit ke kulit dengan ibunya, Bergman mengatakan, proses alami terjadi.

“Ini merangsang bagian tertentu dari otak yang baru lahir, sehingga dua hal terjadi. Bayi akan bergerak ke payudara, melekatkan diri dan menyusu. Kedua, bayi akan membuka mata dan menatap ibunya,” ujarnya. 

Baca Juga : Bayi Baru Lahir Boleh Diajak Jalan-jalan Keluar Rumah?

Langkah pertama (mendapatkan susu) memungkinkan bayi untuk terus berkembang secara fisik, sementara langkah kedua memastikan perkembangan emosional dan sosial.

“Tubuh ibu adalah habitat alami bayi, tempat di mana perkembangan terjadi,” ujarnya dilansir dari laman Todays Parent. 

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi bayi seumur hidup. Namun, IMD bermanfaat untuk mengurangi angka kematian bayi dan membantu menyukseskan pemberian ASI secara eksklusif.

Tak hanya itu, IMD juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Kenapa? Karena bakteri baik yang berada pada kulit ibu akan masuk ke tubuh bayi. Kemudian, bayi akan mendapatkan ASI pertama (kolostrum) yang banyak mengandung zat-zat kekebalan tubuh.

(HIL)

Sumber: todaysparent.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.