07 September 2022

Pilihan Obat Kumur Gusi Bengkak, Efektif untuk Atasi Gejala

Bisa bantu mengatasi masalah gigi dan mulut, termasuk gusi bengkak

Ragam obat kumur gusi bengkak di bawah ini dapat digunakan untuk mengatasi gejala yang mengganggu.

Pembengkakan pada gusi bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga memicu kerusakan jaringan dan tulang yang menopang gigi.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa penyakit, termasuk radang gusi, kekurangan asupan vitamin B dan C, tidak cocok terhadap kandungan pasta gigi serta infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Di awal kemunculannya, gusi bengkak ditandai dengan gusi merah dan bengkak, kemudian berdarah saat menyentuh atau menyikat gigi.

Saat gusi bengkak memengaruhi jaringan dan tulang yang menopang gigi, ini menimbulkan bau mulut tak sedap hingga anyir di mulut.

Untuk mengatasi gejala tersebut, Moms dan Dads bisa menggunakan obat kumur gusi bengkak di bawah ini.

Baca juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Pilihan Obat Kumur Gusi Bengkak

kumur.jpg
Foto: kumur.jpg

Foto: obat kumur (Orami Photo Stock)

Obat kumur gusi bengkak yang beredar di pasaran dapat mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut.

Beberapa di antara obat ini bisa dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Berikut ini rekomendasinya.

1. Obat Kumur Chlorhexidine

Obat kumur gusi bengkak yang pertama mengandung chlorhexidine. Obat ini berfungsi mengurangi jumlah bakteri di mulut dan mengatasi peradangan gusi.

Namun, obat ini tidak disarankan digunakan terlalu sering, karena bisa menimbulkan efek samping setelah penggunaan.

Beberapa di antaranya adalah iritasi mulut, mulut kering, gangguan indera perasa dan perubahan warna gigi.

2. Obat Kumur Hidrogen Peroksida

Ini adalah zat yang digunakan dalam produk pembersih. Hidrogen peroksida juga bersifat antibakteri yang aman digunakan sebagai obat kumur sakit gigi.

Namun, konsentrasinya juga perlu diperhatikan. Obat kumur ini aman digunakan selama konsentrasinya hanya 1 - 3%.

Zat aktif ini juga efektif meredakan pembengkakan pada gusi dan memutihkan gigi.

Penggunaannya perlu kehati-hatian khusus, karena berisiko menimbulkan efek samping berupa kerusakan jaringan saraf dan pulpa gigi.

Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai prosedur dan rekomendasi dari dokter gigi.

3. Obat Kumur Fluoride

Kebanyakan obat kumur gusi bengkak mengandung fluoride. Selain mengatasi gusi bengkak, bahan aktif itu juga bisa mencegah gigi berlubang.

Obat ini efektif digunakan oleh orang yang rentan mengalami pembentukan karang gigi, termasuk lansia.

Obat kumur dengan kandungan fluoride juga boleh digunakan oleh penderita mulut kering, tapi atas rekomendasi dari dokter, menurut laman Very Well Health.

Penggunaan perlu kehati-hatian khusus karena bisa menyebabkan iritasi mulut dan perubahan warna gigi.

Bahan aktif dalam obat kumur ini juga tidak disarankan digunakan oleh anak-anak yang berusia di bawah 7 tahun.

4. Obat Kumur Herbal

Obat kumur herbal dari bahan alami biasanya mengandung eucalyptus, jahe, dan pepermin.

Kandungan dalam obat kumur herbal berasal dari minyak esensial yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan.

Di dalamnya mengandung antiradang dan antibakteri yang efektif menjaga kesehatan gigi serta mulut.

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Obat Gusi Bengkak dari Bahan Alami

Gusi bengkak perlu diatasi dengan langkah tepat agar agar infeksi tidak menyebar hingga merusak kesehatan gigi.

Pada intensitas ringan hingga sedang, gusi bengkak bisa diatasi dengan menggunakan bahan alami, seperti berikut.

1. Berkumur Air Garam

manfaat-berkumur-air-garam.jpg
Foto: manfaat-berkumur-air-garam.jpg

Foto: air garam (Orami Photo Stock)

Cara ini dapat membantu meringankan rasa sakit dan meredakan peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada gusi.

Garam menyerap air, sehingga efektif membunuh bakteri jahat di mulut. Bakteri tumbuh subur di lingkungan lembap dan asam.

Cara menggunakan bahan alami ini adalah dengan melarutkan ½ sendok teh garam dan segelas air hangat.

Kemudian, gunakan larutan ini untuk berkumur selama beberapa detik, lalu buang air dan bilas dengan air bersih.

Lakukan secara rutin sebanyak dua kali sehari hingga pembengkakan pada gusi mereda.

2. Mengompres Es Batu

Kompres Es Batu
Foto: Kompres Es Batu (Findhomeremedy.com)

Foto: kompres es batu (findhomeremedy.com)

Mengompres dingin dengan es batu bisa menyebabkan saraf di area sekitar mulut menjadi mati rasa, sehingga rasa sakit bisa mereda.

Suhu dingin juga merangsang pembuluh darah di wajah jadi menyempit dan memperlambat aliran darah menuju gusi yang bermasalah.

Ini efektif mengurangi pembengkakan, peredangan dan nyeri pada gusi.

Cara melakukannya adalah dengan mengompres es batu yang sudah dilapisi dengan handuk bersih di bagian pipi yang terasa sakit.

Diamkan selama beberapa detik dan ulangi cara ini beberapa kali dalam sehari untuk meredakan pembengkakan.

3. Kunyit

jamu kunyit asam
Foto: jamu kunyit asam (Freepik.com/jigsawstocker)

Foto: kunyit (Orami Photo Stock)

Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang efektif melawan bakteri penyebab gusi bengkak dan meredakan peradangannya.

Obat kumur dari kunyit juga berpotensi untuk mencegah pembentukan plak dan menurunkan risiko radang gusi (gingivitis).

Untuk mendapatkan manfaatnya, parut setengah ruas kunyit, kemudian campurkan dengan soda kue dan minyak kelapa.

Campur semua bahan yang disebutkan hingga bertekstur seperti pasta. Gunakan campuran ini sebagai pengganti pasta gigi.

Cara lainya bisa dilakukan dengan membubuhkan pasta kunyit ke kain kasa, kemudian gulung.

Tempelkan kunyit ini ke gusi yang bermasalah. Diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih.

Baca juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Itulah rekomendasi obat kumur gusi bengkak yang bisa dicoba guna mengatasi peradangan.

Gusi bengkak umumnya disebabkan oleh radang gusi yang bisa berkembang menjadi periodontitis.

Jika semakin parah, komplikasi berupa abses gusi, gusi turun, gigi goyang, gigi tanggal, kerusakan tulang rahang dan nanah yang muncul di area bengkak.

Jika terjadi pada ibu hamil, periodontitis bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Jadi, sebisa mungkin atasi dengan langkah perawatan yang tepat, ya!

Jika tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan obat yang diperlukan.

  • https://www.verywellhealth.com/which-type-of-mouthwash-works-best-4126424
  • https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/best-practices-for-healthy-teeth

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb