10 November 2022

Moms, Yuk Kenalan dengan 5 Pahlawan Baru Indonesia, Lengkap dengan Biografinya!

Kelima pahlawan ini berkontribusi besar terhadap Indonesia
Moms, Yuk Kenalan dengan 5 Pahlawan Baru Indonesia, Lengkap dengan Biografinya!

Foto: Freepik

Menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2022. Presiden Joko Widodo, memberikan 5 tokoh gelar pahlawan baru nasional di Istana Negara pada Senin, 7 November 2022.

Penetapan ini juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melaui Twitter pribadinya.

"Pemerintah akan anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada lima putera pejuang dan pengisi kemerdekaan Indonesia," tulis Mahfud dalam akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd.

Dengan adanya penganugerahan tersebut, Mahfud MD mempersilakan masyarakat daerah asal ke-5 tokoh tersebut untuk mengadakan syukuran.

“Kepada daerah-daerah dan institusi-institusi warisannya, dipersilakan melakukan tahniah (syukuran).

Penganugerahan gelar oleh Presiden akan dilakukan di Istana Negara tanggal 7 November 2022,” tulis Mahfud di Twitter.

Nah, lantas siapa saja ke-5 tokoh yang diberi gelar pahlawan tersebut? Yuk, simak di sini!

Baca Juga: Profil Rasuna Said, Pahlawan Perempuan Indonesia yang Menjadi Wajah Google Doodle

Daftar 5 Pahlawan Baru Indonesia

Berikut ke-5 tokoh pahlawan baru Indonesia serta profil yang sudah dirangkum oleh Orami!

1. Dr. dr. H. R. Soeharto dari Provinsi Jawa Tengah

Dr. dr. H. R. Soeharto
Foto: Dr. dr. H. R. Soeharto (Connectied.id)

Mengutip dari laman resmi Presiden Republik Indonesia, tokoh pertama adalah almarhum dr. Soeharto.

Ia merupakan dokter pribadi presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno sekaligus menjadi pelopor program Keluarga Berencana di Indonesia.

dr. Soeharto memilikki nama lengkap Raden Soeharto Sastrosoeyoso yang lahir di Klaten, 24 Desember 1908.

Ia mengawali pendidikan formal di Europese Lagere School (ELS) Solo dan Madiun.

Setelah masa revolusi, nama Soeharto semakin terdengar dalam dunia pemerintahan.

Ia dipercaya untuk menjadi Menteri Perindustrian Rakyat (1959-1962) dan Menteri Perdagangan (1962-1963).

Lalu, Menteri Urusan Penerbitan Bank dan Modal Swasta (1963-1964) dan Menteri Koordinator Urusan Perencanaan Pembangunan Nasional (1963-1966).

Seiring berjalannya waktu, ia menginisiasikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Program Keluarga Berencana.

Hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir di usia ke-91 tahun tepatnya pada 30 November 2000.

Baca Juga: 5 Ide Kegiatan Akhir Pekan Jelang Kemerdekaan RI

2. KGPAA Paku Alam VIII dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Paku Alam VIII
Foto: Paku Alam VIII (id.wikipedia.org)

KGPAA Paku Alam VIII lahir di Yogyakarta, 10 April 1910. Ia memiliki nama kecil BRMH Sularso Kunto Suratno.

Dengan masa jabatan selama 61 tahun, ia menjadi penguasa Paku Alam dan juga penguasa negeri pecahan Mataram yang paling lama.

Perannya dalam integrasi Pakualaman bersama dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Indonesia pada masa awal proklamasi, membuatnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Untuk urusan pendidikan, ia bersekolah di beberapa tempat, berikut di antaranya:

  • Europesche Lagere School Yogyakarta
  • Christelijke MULO Yogyakarta
  • AMS B Yogyakarta
  • Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta - sampai tingkat candidat).

Pada 13 April 1937 ia ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo untuk menggantikan mendiang sang ayah.

Lalu, KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan maklumat untuk bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan Negara Republik Indonesia pada 5 September 1945.

Sejak saat itulah, kerajaan terkecil pecahan Mataram ini menjadi daerah Istimewa.

3. dr. R. Rubini Natawisastra dari Provinsi Kalimantan Barat

dr. R. Rubini Natawisastra
Foto: dr. R. Rubini Natawisastra (Rsudrubini.com)

dr. R. Rubini Natawisastra atau dikenal sebagai dr. Rubini adalah dokter militer yang menjalankan misi kemanusiaan di Provinsi Kalimantan Barat pada masa penjajahan.

Ia dinobatkan sebagai pahlawan nasional karena perjuangannya dalam membantu rakyat saat menjadi dokter keliling di zaman kemerdekaan.

dr. Raden Rubini Natawisastra adalah keturunan bangsawan Sunda kelahiran Bandung, 31 Agustus 1906.

Meski lahir di Bandung, ia ditugaskan ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1934.

Lalu, ia ditugaskan di rumah sakit swasta milik Misi Katolik (Rooms Katholieke Ziekenhuis), Rumah Sakit Sungai Jawi, yang sekarang bernama Rumah Sakit Santo Antonius.

Tidak hanya sebagai dokter yang sangat berjasa di masa kemerdekaan, ia juga membentuk gerakan bawah tanah.

Salah satunya dengan membantu perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual di masa penjajahan.

Kini, nama dr. Rubini diabadikan menjadi nama RSUD hingga jalan di beberapa daerah, berikut di antaranya:

  • RSUD dr. Rubini di Kabupaten Mempawah
  • Nama jalan di Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, dan Kota Bandung
  • Nama Taman Aulia dr. Rubini di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga: 14 Sosok Pahlawan Nasional Wanita Indonesia dari Seluruh Penjuru Nusantara, Moms Harus Tahu!

4. H. Salahuddin bin Talabuddin dari Provinsi Maluku Utara

H. Salahuddin bin Talabuddin
Foto: H. Salahuddin bin Talabuddin

Pahlawan baru selanjutnya adalah H. Salahuddin bin Talabuddin, tokoh pemimpin pergerakan di kala melawan penjajah di wilayah Maluku Utara.

Ia lahir di Desa Gemia, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara pada 1874.

Dia juga menjadi pengurus Gabungan Politik Indonesia (GAPI) bersama M Arsyad Hanafi, MS Djahir, AS Bacmid, dan lainnya.

Kegiatan politik yang ia jalani, membuatnya dipenjarakan oleh pemerintah kolonial Belanda di Nusakambangan.

Saat Jepang menginvasi Indonesia, H Salahuddin bin Talabuddin dibebaskan untuk sementara waktu dan dia memilih menetap di Sorong, Papua Barat.

Lalu pada tahun 1941, ia pindah ke kepulauan Gebe dan kembali ke kampung halamannya di Patani.

Di Pulau Gebe, kawasan Halmahera Timur, kini Halmahera Tengah, ia mendirikan organisasi keagamaan Islam Sarikat Jamiatul Iman wal Islam.

Kemudian, pada tahun 1947 ia dan 6 lainnya dituduh menghasut rakyat melakukan makar.

Hingga akhirnya pada 13 September 1947, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman mati.

Pada 6 Juni 1948 kejaksaan Ternate mengeksekusi putusan Pengadilan Negeri.

Tepat pukul 06.00 WIT H Salahuddin bin Talabuddin dieksekusi di depan regu tembak dan gugur di usia 74 tahun.

Baca Juga: 9 Inspirasi Baju Pahlawan Indonesia untuk Anak, Ada Kostum Soekarno, Teuku Umar, dan Lainnya

5. Almarhum K. H. Ahmad Sanusi dari Provinsi Jawa Barat

K. H. Ahmad Sanusi
Foto: K. H. Ahmad Sanusi

Ahmad Sanusi dikenal dengan sebutan Kiai Haji Ahmad Sanusi atau Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh.

Ia lahir pada 18 September 1889 di Kabupaten Sukabumi

Ahmad Sanusi merupakan tokoh Sarekat Islam dan pendiri Al-Ittahadiyatul Islamiyah (AII), organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan ekonomi.

Pada tahun 1915, sepulang belajar dari Makkah, ia kembali ke Indonesia untuk membantu ayahnya mengajar di Pesantren Cantayan.

Setelah 3 tahun membantu ayahnya, ia merintis pembangunan pondok pesantrennya sendiri di Kampung Genteng, sebelah utara desa Cantayan.

Pesantrennya tersebut ia beri nama Pondok Pesantren Babakan Sirna Genteng.

Meski memiliki pesantren, tapi satu peran terbesarnya adalah menjadi salah satu anggota BPUPKI.

Ia juga pernah diamanahi menjadi:

  • Anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat, anggota Dewan Penasehat Daerah Bogor (Giin Bogor Shu Sangi Kai)
  • Wakil Residen Bogor (Fuku Syucokan)
  • Membentuk Tentara PETA (Pembela Tanah Air)
  • BKR (Badan Keamanan Rakyat) Sukabumi
  • KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Kotapraja Sukabumi
  • Diangkat sebagai pengurus Jawa Hokokai

Nah, itulah daftar 5 pahlawan baru Indonesia dan biografi singkatnya, Moms!

  • https://www.presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-jokowi-anugerahkan-gelar-pahlawan-nasional-kepada-lima-tokoh/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Paku_Alam_VIII
  • https://kalbarprov.go.id/berita/dr-raden-rubini-natawisastra-layak-menjadi-pahlawan-nasional.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.