Rupa-rupa

4 Agustus 2021

5 Keunikan Pakaian Adat Gorontalo untuk Pengantin, Tiap Warna Punya Makna!

Pakaian adat Gorontalo untuk pengantin tampak mewah dan berkelas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Pakaian adat Gorontalo memiliki sisi menarik yang perlu diketahui lho, Moms! Mulai dari wujud, makna warna dan filosofi dibaliknya.

Sama halnya di daerah-daerah lainnya di Indonesia, pakaian adat Gorontalo umumnya dikenakan untuk upacara adat, pernikahan dan pertunjukan budaya seperti tari-tarian.

Keunikan Pakaian Adat Gorontalo

Dari beberapa ragam pakaian adat Gorontalo yang paling memikat hati adalah busana pengantinnya.

Ingin tahu apa saja sisi menarik busana pengantin provinsi yang dijuluki Bumi Serambi Madinah ini? Yuk, disimak!

Baca Juga: Keunikan Pakaian Adat Papua dan Jenis-Jenisnya yang Wajib Diketahui

1. Memiliki 4 Jenis Busana Adat Pengantin

pakaian adat gorontalo

Foto: Pariwisataindonesia.id

Kalau beberapa daerah mengenal satu atau dua busana pengantin, berbeda dengan provinsi Gorontalo yang memiliki 4 jenis pakaian adat pengantin. Masing-masing busana adat itu dikenakan pada prosesi yang berbeda.

Busana pengantin yang dipakai untuk upacara adat bersanding (mopopipide) disebut bili’u dan paluwala/makuta. Bili'u yang merupakan busana mempelai wanita juga dikenakan juga pada saat khatam Quran.

Sementara untuk acara resepsi di rumah atau di gedung, busana yang dikenakan adalah mandipungu dan payunga tilabatayila.

Pakaian adat wolimomo dan payunga tilabatayila dikenakan pada saat akad nikah, dan pakaian adat pasanga dipakai pada saat upacara syukuran dan tarian Tidi, tarian tradisional Gorontalo.

Baca Juga: Cari Tahu 6 Jenis Pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Keunikannya

2. Mewah dan Berkelas

pakaian adat gorontalo

Foto: Kumparan.com

Pakaian adat Gorontalo untuk pengantin terlihat elegan dan berkelas. Selain itu, nampak perpaduan sentuhan budaya Belanda, Cina, Portugis dan Islam dalam busana yang dikenakan mempelai pria dan wanita.

Misalnya saja busana bili'u untuk wanita memiliki detail-detail yang mewah. Busana pengantin wanita terdiri dari tiga bagian, yaitu atasan berupa baju kurung lengan panjang atau disebut galenggo, rok bagian dalam disebut buluwa lo rahasia atau oyilomuhu, dan busana paling luar yang bentuknya seperti kain penuh ornamen keemasan disebut alumbu atau bide.

Busana ini makin semarak karena dilengkapi dengan aksesoris di bagian dada, tangan dan kepala berwarna keemasan.

Sama halnya pada pakaian adat mempelai laki-laki dihiasi dengan ornamen-ornamen kuning keemasan. Bagian pinggang disematkan sebuah keris yang juga berwarna keemasan.

Keistimewaan busana mempelai laki-laki terlihat pada mahkota atau makuta atau juga disebut paluwala. Bentuk paluwala menjulang ke atas dan dihiasi dengan bulu angsa serta ornamen-ornamen berwarna kuning keemasan.

3. Makna Warna pada Pakaian Adat Gorontalo

pakaian adat gorontalo

Foto: Pinterest.com

Baca Juga: Ragam Pakaian Adat Jawa Timur dan Keunikannya

Pakaian adat Gorontalo umumnya terdiri atas 3 warna yaitu ungu, kuning keemasan dan hijau. Sedangkan dalam upacara pernikahan adat Gorontalo, menggunakan 4 warna adat yang disebut dengan Tilabataila, yakni merah, kuning, hijau dan ungu. Masing-masing warna ini memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

Warna merah melambangkan keberanian, warna kuning melambangkan kemuliaan, warna hijau melambangkan kerukunan, warna ungu melambangkan keanggunan.

Seiring berkembangnya zaman, pakem warna dalam pakaian adat Gorontalo makin meluas. Kalau sebelumnya menggunakan empat warna adat Tilabataila, kini menggunakan warna lain, seperti putih dan biru.

Kedua warna ini pada mulanya tidak dipergunakan dalam pakaian adat pengantin, sebab warna putih melambangkan kesucian, sedangkan warna biru sering dikenakan di upacara kedukaan atau kematian.

Namun seiring waktu, kedua warna ini umum dijumpai dalam prosesi pernikahan, karena kedua warna kerap kali menjadi warna kesukaan mempelai pengantin.

Jika ingin mengenakan warna gelap, masyarakat Gorontalo lebih memilih warna hitam yang dianggap sebagai simbol keteguhan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan menghindari warna cokelat karena serupa dengan warna unsur tanah.

4. Simbol dan Makna Aksesoris

pakaian adat gorontalo

Foto: Pinterest.com

Baca Juga: Serunya Pernikahan Adat Palembang, Banyak Aksesoris Penuh Makna

Memakai busana pengantin tidaklah lengkap tanpa aksesoris, yang berperan membuat detail-detail busana terlihat lebih mewah dan megah.

Pakaian adat Gorontalo untuk mempelai perempuan menggunakan banyak jenis aksesoris, yang masing-masing merupakan simbol atas suatu makna, yaitu:

  • Baya lo boute, merupakan aksesoris yang dikenakan perempuan sebagai ikat kepala. Aksesoris ini memiliki simbol jika mempelai perempuan dalam waktu dekat akan diikat atau memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang istri.
  • Tuhi-tuhi, merupakan gafah berjumlah tujuh, yang menjadi simbol tujuh kerajaan besar yang bersahabat dengan suku Gorontalo. Ketujuh kerajaan yang dijadikan simbol tersebut antara lain Gorontalo, Limboto, Bulonga, Limutu, Hulontalo dan Atingola.
  • Lai-lai, merupakan bulu burung berwarna putih yang penggunaannya diletakkan di bagian ubun-ubun. Lai-lai memiliki simbol budi luhur, keberanian, dan kesucian.
pakaian adat gorontalo

Foto: Idewedding.com

  • Buohu wulu wawu dehu, merupakan kalung dengan warna keemasan yang memiliki lambang ikatan kekeluargaan antara keluarga kedua mempelai.
  • Kecubu, merupakan hiasan pernak-pernik yang penggunaannya dilekatkan pada bagian dada mempelai perempuan, yang memiliki makna jika perempuan harus kuat saat menghadapi cobaan dalam rumah tangga.
  • Etango, merupakan ikat pinggang yang memiliki makna jika perempuan harus memiliki sikap sederhana.
  • Pateda, merupakan gelang keemasan yang memiliki ukuran cukup lebar, dengan makna bahwa perempuan harus membatasi diri agar tidak melakukan tindakan tercela.
  • Luobu merupakan hiasan kuku keemasan yang dikenakan pada jari kelingking dan jari manis.

5. Makna Tudung Kepala pada Busana Pengantin Pria

pakaian adat gorontalo

Foto: Idewedding.com

Pada busana pengantin pria terdapat aksesoris utama berupa tudung kepala. Tudung kepala dipakai oleh pria pada prosesi akad nikah disebut payongo, sedangkan tudung kepala yang dikenakan pada saat resepsi adalah paluwala.

Perbedaan mencolok pada kedua tudung kepala ini terletak pada warna kainnya. Payungo menggunakan 4 warna sebagai warna adat Gorontalo yaitu Tilabataila (merah, kuning, hijau, ungu). Sedangkan tudung kepala paluwala menggunakan kain berwarna hitam.

Makna pada tudung kepala payungo:

  • Bentuk tudung kepala payungo dan aksesorisnya berupa buah bitila serta padi, memiliki makna ikatan seorang raja atau pengantin pria yang disatukan dengan pengantin wanita menjadi satu keluarga.
  • Ujung bentuk segi tiga pada tampak depan payungo, yang menjulang ke atas berbentuk huruf Alif bermakna Tuhan yang Esa.
  • Warna Tilabataila memiliki makna simbolik sebagai tanda empat kerajaan kecil Gorontalo yang terdiri dari 4 linula, yaitu Bilinggata/Kota (Ungu), Hunginaa/ Telaga (Hijau), Wuwabu/Tapa (Kuning), dan Lupoyo/Kabila (Merah).

Makna pada tudung kepala paluwala:

  • Tudung kepala paluwala yang menjulang ke atas dan terkulai ke belakang berbentuk bulu unggas, atau disebut layi bermakna Tuhan yang Esa.
  • Bulu unggas dilambangkan dengan sifat kehalusan dan kelembutan.
  • Bentuk daun bitila dengan 5 helai daun dilambangkan sebagai 5 kerajaan besar Gorontalo yaitu Kerajaan Tuwawa (Suwawa), Kerajaan Hulontalo (Gorontalo), Kerajaan Limutu (Limboto), Kerajaan Bulango (Tapa), dan Kerajaan Atingola (Atinggola).
  • Bentuk ular naga menggambarkan kewaspadaan dan lambang hukum yang adil dan merata.
  • Bentuk rantai atau rantai bermakna sebagai pengikat keseluruhan makna tudung, dan juga rakyat dengan segala harapannya.
  • Bulan bintang sebagai lambang tiga serangkai adat yang mengangkat seorang raja.

Baca Juga: 10 Pakaian Adat Jawa Tengah, Anggun dan Berkelas

Itulah dia sisi menarik pakaian adat Gorontalo yang tiap detailnya memiliki makna dan filosofi yang dalam sesuai dengan karakteristik budaya provinsi Gorontalo!

  • http://siat.ung.ac.id/files/wisuda/2012-2-88210-544410008-bab1-04022013043225.pdf
  • https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=409
  • https://repository.ung.ac.id/skripsi/show/544410007/ornamen-pada-wolimomo-pakaian-adat-pengantin-wanita-di-kecamatan-tapa-kabupaten-bone-bolango-provinsi-gorontalo-tinjauan-bentuk-dan-makna.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait