Kesehatan Umum

5 Oktober 2021

Penyebab Terjadinya Pectus Excavatum Alias Dada Cekung

Adanya cekungan pada dada bisa jadi tanda pectus excavatum, apa penyebabnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Debora

Apakah Moms pernah menjumpai orang dengan dada yang terlihat cekung?

Di dunia medis, kondisi ini disebut pectus excavatum atau sunken chest.

Pectus excavatum umumnya adalah kondisi bawaan lahir.

Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa terjadi pada masa remaja atau dewasa.

Lebih lanjutnya, yuk simak pembahasan berikut ini!

Baca juga: Mengenal Kelainan Tulang Kifosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Gejala Pectus Excavatum

pectus excavatum

Foto: myhealthturkey.com

Permukaan dada biasanya lurus atau sedikit membulat ke luar.

Namun, pada kondisi pectus excavatum, dada terlihat seperti cekung atau berlubang.

Selain memengaruhi penampilan fisik, dada yang cekung juga dapat menimbulkan gejala lain pada tubuh.

Hal ini terjadi karena tulang dada menekan organ di sekitarnya, seperti jantung dan paru-paru.

Beberapa orang dengan pectus excavatum biasanya mengalami gejala, seperti:

  • Irama jantung yang tidak normal.
  • Kemampuan olahraga yang buruk atau mudah lelah.
  • Sesak napas.
  • Sering merasa lelah tanpa sebab.

Orang dengan pectus excavatum yang parah mungkin mengalami sesak napas dan nyeri dada.

Pembedahan mungkin diperlukan untuk meredakan ketidaknyamanan dan mencegah kelainan jantung dan pernapasan.

Untuk memastikan kondisi, dokter biasanya melakukan rontgen dada atau CT scan, untuk membuat gambar struktur internal dada.

Pemeriksaan ini dapat membantu mengukur tingkat keparahan kelengkungan.

Pada bayi, pectus excavatum biasanya langsung terdeteksi saat lahir.

Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa tidak disadari hingga mencapai percepatan pertumbuhan di masa remaja.

Gejala pectus excavatum pada bayi antara lain:

  • Perut besar dan bulat.
  • Bahu yang tampak sedikit membulat.
  • Rusuk yang sedikit miring atau mengarah ke bawah.

Beberapa anak dengan pectus excavatum juga memiliki kelainan tulang lain, seperti skoliosis, sindrom Marfan, sindrom Polandia, dan sindrom Loeys-Dietz.

Penyebab Pectus Excavatum

pectus excavatum

Foto: medicalnewstoday.com

Pectus excavatum adalah kelainan pada dinding dada yang umum terjadi pada anak-anak.

Menurut studi pada 2016 di jurnal Pediatric Annals, sepertiga dari anak-anak dengan kondisi ini memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

Gen spesifik yang menyebabkan pectus excavatum belum diketahui.

Namun, para ahli meyakini kondisi ini terjadi karena masalah perkembangan selama kehamilan.

Baca juga: Simak Bagian dan Fungsi Tulang Tengkorak, Sudah Tahu?

Biasanya, sekitar 35 hari setelah masa kehamilan, tulang rusuk mulai menyatu dengan tulang dada.

Pada orang dengan pectus excavatum, tulang dada tidak menyatu dengan sempurna dan menjadi cekung.

Dibanding wanita, pectus excavatum lebih sering terjadi pada pria.

Penelitian pada 2016 di jurnal Annals of Cardiothoracic Surgery menyebutkan bahwa pria 4 kali lebih mungkin mengalami kondisi ini daripada wanita.

Pada kasus yang parah, pectus excavatum dapat mengganggu fungsi jantung dan paru-paru. Dalam kasus ringan, kondisi ini dapat menyebabkan masalah citra diri. Beberapa orang dengan kondisi ini mungkin menghindari aktivitas seperti berenang yang membuat kondisi sulit disembunyikan.

Terapi dan Latihan untuk Pectus Excavatum

pectus excavatum

Foto: pectusexcavatumfix.com

Pengobatan untuk pectus excavatum tergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami.

Jika ada masalah pernapasan atau jantung, dokter kemungkinan akan merekomendasikan operasi.

Perawatan lain yang bisa dilakukan adalah latihan untuk memperbaiki pernapasan dan postur.

Beberapa orang mungkin juga bisa menjalani terapi bel vakum.

Terapi ini melibatkan pompa khusus yang dipasang di dinding dada selama 30 menit hingga beberapa jam.

Pompa tersebut bisa menciptakan tekanan negatif pada dada yang dapat meninggikan dinding dada untuk mengurangi cekung pada dada.

Salah satu keunggulan dari terapi bel vakum adalah bahwa seseorang dari hampir semua usia dapat menggunakannya.

Namun, terapi ini tidak bisa memperbaiki kasus pectus excavatum yang parah.

Latihan tertentu, seperti latihan pernapasan dalam dan yang dirancang untuk memperbaiki postur bisa jadi salah satu perawatan.

Terutama untuk penderita pectus excavatum ringan hingga sedang, yang tidak ingin menjalani operasi.

Baca juga: Mengenal Fungsi Tulang Pipih dan Strukturnya

Beberapa bentuk latihan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pectus excavatum ringan hingga sedang adalah:

  • Ekspansi dada. Berdirilah setegak mungkin, tarik bahu ke belakang. Ambil napas dalam-dalam dan penuh. Lalu tahan selama 10 detik. Buang napas dan ulangi 20 kali.
  • Pelurusan punggung. Dari posisi berdiri, rapatkan jari-jari di belakang kepala.Tarik siku ke belakang untuk membuka dada lebih banyak. Tekuk pinggul sedikit ke depan, fokus pada postur lurus. Tahan posisi tersebut hingga 3 detik, lalu ulangi hingga 25 kali.

Selain beberapa latihan tadi, rutin berolahraga juga dapat membantu.

Jika tubuh dalam kondisi yang bugar dan prima, kekuatan jantung dan paru-paru bisa terjaga dan gejala pectus excavatum bisa diminimalisir.

Pilihan Operasi untuk Mengatasi Pectus Excavatum

pectus excavatum

Foto: pectusclinic.com

Pada kasus pectus excavatum yang parah, pilihan penanganan yang bisa dilakukan adalah operasi.

Beberapa orang mungkin memilih untuk menjalani operasi untuk tujuan kecantikan, karena kurang percaya diri pada penampilan.

Sementara beberapa orang lainnya mungkin memiliki komplikasi kesehatan akibat dada yang cekung.

Misalnya masalah jantung atau pernapasan. Pada kondisi ini, prosedur operasi merupakan jalan terbaik.

Pada anak-anak, bila memungkinkan, dokter biasanya menyarankan untuk menunggu sampai usia remaja, yaitu sekitar usia 10 dan 15 tahun.

Hal ini bertujuan untuk mengamati separah apa kondisi dada cekung seiring bertambahnya usia.

Prosedur operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah:

1. Prosedur Ravitch

Ini adalah teknik bedah yang pertama kali dirintis pada akhir 1940an.

Teknik ini melibatkan pembukaan rongga dada dengan sayatan horizontal yang lebar.

Bagian kecil tulang rawan di tulang rusuk dihilangkan, dan tulang dada diratakan.

Struts, alat khusus seperti batang logam, dapat ditanamkan untuk menahan tulang rawan dan tulang yang bergeser dari tempatnya.

Saluran air kemudian ditempatkan di kedua sisi sayatan, dan sayatan dijahit kembali.

Komplikasi dari prosedur ini biasanya minimal.

Setelah prosedur selesai, pasien biasanya perlu menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari, untuk pemantauan kondisi.

Baca juga: Mengalami Nyeri Tulang Belikat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Prosedur Nuss

Prosedur Nuss pertama kali dikembangkan pada 1980an. Ini adalah prosedur invasif minimal.

Artinya, dilakukan dengan seminimal mungkin sayatan. Biasanya dokter hanya akan membuat 2 sayatan kecil di kedua sisi dada, sedikit di bawah puting.

Sayatan kecil ketiga juga bisa dibuat untuk memasukkan kamera yang sangat kecil.

Kamera tersebut digunakan sebagai panduan saat memasukkan batang logam melengkung.

Batang logam yang dimasukkan kemudian diputar sehingga melengkung ke luar setelah berada di bawah tulang dan tulang rawan tulang rusuk atas. Ini dapat membuat tulang dada keluar.

Kemudian, batang kedua dipasang tegak lurus dengan yang pertama, untuk membantu menjaga batang tersebut melengkung di tempatnya.

Setelah itu, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan, dan saluran pembuangan sementara ditempatkan di atau dekat lokasi sayatan.

Teknik ini tidak memerlukan pemotongan atau pengangkatan tulang atau tulang rawan.

Batang logam yang dipasang biasanya dilepas selama prosedur rawat jalan, sekitar 2 tahun setelah operasi, pada pasien anak-anak atau remaja.

Namun, batang tidak boleh dilepas selama 3 sampai 5 tahun, atau mungkin dibiarkan menetap pada orang dewasa.

Baca juga: 10 Makanan Peninggi Badan Sekaligus Menjaga Kesehatan Tulang

Demikian pembahasan mengenai pectus excavatum, mulai dari gejala hingga pengobatannya.

Bila Moms melihat gejala kondisi ini pada Si Kecil, periksakan ke dokter dan konsultasikan rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi.

  • https://journals.healio.com/doi/10.3928/19382359-20161007-01
  • https://www.annalscts.com/article/view/11847/12234
  • https://www.healthline.com/health/pectus-excavatum
  • https://www.verywellhealth.com/treatment-for-pectus-excavatum-or-sunken-chest-3863568
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait