02 Januari 2019

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Hidrosefalus Pada Bayi

Hidrosefalus bukanlah kondisi yang dapat dicegah

Hidrosefalus merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika cairan menumpuk di tengkorak dan menyebabkan otak membengkak.

Kerusakan otak dapat terjadi sebagai akibat dari adanya penumpukan cairan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan, fisik, dan intelektual.

Oleh sebab itu, kondisi membutuhkan perawatan khusus untuk mencegah terjadinya komplikasi serius.

Hidrosefalus terjadi pada anak-anak dan orang dewasa di atas usia 60 tahun, tetapi orang dewasa yang lebih muda juga memiliki risiko.

Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke (NINDS) memperkirakan bahwa 1 hingga 2 dari setiap 1.000 bayi dilahirkan dengan hidrosefalus.

Apa Penyebab Hidrosefalus?

Hidrosefalus pada bayi baru lahir, baik saat lahir (kongenital) ataupun segera setelah lahir dapat terjadi karena salah satu dari penyebab berikut:

- Perkembangan sistem saraf pusat yang tidak normal yang dapat menghalangi aliran cairan serebrospinal.

- Pendarahan dalam ventrikel, kemungkinan komplikasi kelahiran prematur.

- Infeksi di uterus selama kehamilan, seperti rubella atau sifilis, yang dapat menyebabkan peradangan pada jaringan otak janin.

Bagaimana Gejala Hidrosefalus Pada Bayi?

Tanda dan gejala umum dari hidrosefalus pada bayi meliputi:

1. Perubahan di kepala:

- Kepala yang luar biasa besar

- Peningkatan ukuran kepala yang sangat cepat

- Fontanel atau ubun-ubun bayi terlihat menonjol

2. Tanda dan gejala fisik:

- Muntah

- Kantuk

- Iritabilitas

- Susah diasuh

- Kejang-kejang

- Mata tertuju ke bawah

- Kelainan pada tonus dan kekuatan otot

- Daya respon yang buruk terhadap sentuhan

- Pertumbuhan yang buruk

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui tentang Bayi Baru Lahir

Apakah Hidrosefalus Bisa Dicegah?

Hidrosefalus bukanlah kondisi yang dapat dicegah. Tetapi, ada beberapa cara yang berpotensi mengurangi risiko hidrosefalus. Jika Moms sedang hamil, dapatkan perawatan pra-melahirkan secara rutin.

Mengikuti jadwal yang direkomendasikan dokter untuk pemeriksaan selama kehamilan dapat mengurangi risiko persalinan prematur, yang menempatkan bayi pada risiko hidrosefalus dan komplikasi lainnya.

Bagaimana Perawatan dan Pengobatan Hidrosefalus?

Hidrosefalus dapat berakibat fatal jika dibiarkan tanpa perawatan. Perawatan mungkin tidak mengembalikan kerusakan otak yang sudah terjadi.

Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Perawatan yang dilakukan melibatkan pemulihan aliran normal cerebrospinal fluid (CSF). CSF adalah cairan bening yang ada di otak dan sumsum tulang belakang.

Dokter dapat mengeksplorasi salah satu opsi bedah berikut:

- Shunt insertion

Dalam banyak kasus, shunt dimasukkan melalui jalan operasi. Shunt merupakan sistem drainase yang terbuat dari tabung panjang dengan katup.

Katup tersebut membantu aliran CSF pada tingkat normal dan ke arah yang benar.

Dokter memasukkan ujung tabung ke dalam otak dan ujung lainnya ke dalam rongga dada atau perut.

Kelebihan cairan kemudian mengalir dari otak dan keluar di ujung tabung lainnya, sehingga akan lebih mudah diserap. Implant shunt biasanya permanen dan harus dipantau secara teratur.

Baca Juga: Cara Merawat Tali Pusar Sampai Mengenali Tinja Bayi Baru Lahir

- Ventrikulostomi

Prosedur yang disebut ventrikulostomi dapat dilakukan sebagai alternatif untuk shunt insertion.

Ini melibatkan proses pembuatan lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel. Tindakan bedah ini memungkinkan CSF meninggalkan otak.

Dengan pengobatan tepat waktu, banyak bayi dengan hidrosefalus dapat menjalani hidup normal.

Mereka yang memiliki masalah medis yang lebih kompleks, seperti spina bifida atau pendarahan di otak dari prematuritas, mungkin memiliki lebih banyak masalah kesehatan karena kondisi ini.

Untuk anak-anak dengan kasus khusus tersebut, pengobatan dini oleh spesialis perkembangan terapi fisik dan terapis okupasi dapat membantu pemulihan.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.