3-12 bulan

3-12 BULAN
6 Oktober 2020

Perkembangan Bayi 10 Bulan dan Stimulasinya

Berikut ini perkembangan bayi 10 bulan yang harus Moms ketahui, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Tentunya setiap orang tua menginginkan perkembangan anak yang optimal demi masa depannya.

Ketika bayi berusia 10 bulan, maka ia sudah semakin aktif. Banyak perkembangan yang terjadi, terutama dari segi motorik tubuhnya.

Laman Pregnancy, Birth & Baby mengungkapkan, dalam perkembangan bayi 10 bulan, ia akan semakin aktif merangkak dan mungkin akan percaya diri untuk belajar berjalan sambil berpegangan.

Perkembangan bayi 10 bulan juga bisa dilihat dari kemampuannya untuk duduk dan bersandar tanpa jatuh.

Terpenting adalah hindari membandingkan perkembangan anak sendiri dengan anak-anak lainnya, ya.

Jika ada perkembangan yang terhambat, Moms bisa mengecek dulu beberapa ulasan berikut. Ini perkembangan bayi 10 bulan yang perlu diketahui.

Baca Juga: 6 Manfaat Permainan Sensori untuk Bayi, Yuk Coba!

Perkembangan Bayi 10 Bulan

perkembangan bayi 10 bulan salah satunya belajar berjalan

Foto: Orami Photo Stock

Aspek pertama yang perlu diperhatikan dalam perkembangan bayi 10 bulan adalah motorik kasar dan halus.

Ia akan semakin lincah dan bersiap untuk mampu berjalan. Nah, pengawasan dari orang tua sangat dibutuhkan agar keselamatan anak tetap terjaga.

“Secara garis besar, bayi 10 bulan sudah mampu merangkak dengan mahir. Mereka juga bisa belajar untuk berdiri sambil berpegangan. Ia juga bisa sambil belajar untuk mengambil beberapa langkah ke depan,” ungkap Anne Zachry, terapis dan instruktur okupasi pediatri di University of Tennessee Health Science Center.

Nah, dilihat dari perkembangan motorik kasarnya, Si Kecil mulai belajar untuk berdiri dan melangkah.

Meskipun melihat bayi berusia 10 bulan sedang belajar untuk berdiri sendiri, Moms dan Dads tidak perlu panik.

Asalkan dengan pengawasan yang tepat, Moms dapat mendampingi bayi untuk belajar berdiri sendiri.

Dilansir dari WebMD, sebagian besar bayi pada usia 10 bulan juga mampu duduk tanpa bantuan dan menarik diri ke posisi berdiri.

Hal ini akan membantu bayi untuk belajar berjalan tanpa pegangan ketika ia sudah berusia 12 bulan.

Jika dilihat dari perkembangan motorik halusnya, koordinasi tangan Si Kecil akan semakin baik.

Dilansir dari Mayo Clinic, sebagian besar bayi seusia ini sudah mampu memegang sendiri finger food yang diberikan ibunya. Selain itu, ia juga mampu memegang barang-barang di antara ibu jari dan telunjuk tangannya.

Baca Juga: Tengok 5 Aneka Kegiatan untuk Melatih Saraf Motorik Bayi Berikut, Yuk!

Bayi berusia 10 bulan juga senang menempatkan benda-benda atau mainannya ke dalam wadah dan kemudian mengeluarkannya kembali.

Ia senang membenturkan balok atau mendorongnya dengan jari telunjuknya. Menggemaskan sekali, ya, Moms!

Perkembangan motorik tersebut umum terjadi pada anak. Meskipun pada kenyataannya, perkembangan anak berbeda-beda.

Namun, sebaiknya Moms segera bicarakan pada dokter ketika bayi mengalami hambatan perkembangan saat usianya 10 bulan.

Hal tersebut ketika bayi tidak melakukan kontak mata, tidak dapat duduk, serta belum bergerak sama sekali, maka Moms harus waspada. Periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Perkembangan Komunikasi Bayi 10 Bulan

Perkembangan Bayi 10 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Ketika bayi berusia 10 bulan, maka bahasanya juga semakin berkembang. Sebagian besar bayi usia ini mampu menanggapi permintaan verbal yang sederhana.

Misalnya, Si Kecil sudah mampu berkomunikasi dengan memberikan gelengan kepala atau melambaikan tangan. Perkembangan bayi 10 bulan juga menyampaikan instruksi yang sangat sederhana seperti memberikan ‘kiss-bye’.

Saat bayi diajak bernyanyi, ia akan menunjukkan kegembiraan dengan bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

Ia juga akan lebih sering mengoceh, meskipun belum membentuk sebuah kata yang sempurna. Bisa saja, bayi mengungkapkan sepatah kata seperti “da-da” atau “ma-ma”.

Beberapa bayi yang sudah berusia 10 bulan juga mungkin akan mengulangi suara dan memberikan isyarat untuk menarik perhatian Moms. Ia juga akan melambaikan tangan ketika melihat Moms menuju pintu.

Moms juga tidak perlu terlalu cemas dengan kondisi bayi yang sebelumnya tidak bisa ditinggal ke mana-mana.

Faktanya, dilansir dari Pregnancy, Birth & Baby, saat berusia 10 bulan, kecemasan tentang perpisahan akan mereda dan bayi bisa ditinggalkan dengan orang yang mungkin masih asing baginya. Misalnya, saudara atau kerabat yang belum pernah ditemui Si Kecil.

Sebaliknya, bayi mungkin akan menjadi sangat sosial, seperti tersenyum dengan semua orang yang ia temui atau tersipu malu-malu.

Namun, bayi berusia 10 bulan dapat merasakan ketakutan baru, seperti mendengarkan suara bel pintu, penyedot debu, deringan telepon, atau suara asing lainnya. Jika hal ini terjadi, Moms bisa memberikan pelukan untuk memberitahu bahwa mereka aman.

Itulah perkembangan bayi 10 bulan dalam aspek bicara dan komunikasi. Namun, ada beberapa tanda ketika terjadi hambatan pada perkembangan bayi.

Ketika ia merasa tidak senang saat melihat orang yang sudah dikenal baik atau enggan melakukan kontak mata, sebaiknya Moms tanyakan ke dokter.

Bayi berusia 10 bulan sewajarnya mampu mengoceh, tapi ketika ia tidak membuat suara lain ketika orang berbicara dengan mereka, sebaiknya Moms perlu waspada.

Baca Juga: 3 Mainan untuk Merangsang Motorik Halus Bayi 0-12 Bulan, Catat!

Kualitas Tidur dalam Perkembangan Bayi 10 Bulan

perkembangan bayi 10 bulan dalam aspek tidur

Foto: whattoexpect.com

Perkembangan bayi 10 bulan selanjutnya adalah kualitas tidurnya.

Ketika bayi berusia 10 bulan, mungkin saja ia hanya tidur satu jam di siang hari.

Tapi, ketika Moms melewatkan waktu tidur siangnya, tidak perlu khawatir.

Hindari bayi tidur siang terlambat karena hal tersebut membantu bayi tetap terjaga sepanjang sore dan susah tidur malam.

Lebih baik, ketika Si Kecil melewatkan waktu tidur siangnya, Moms bisa memajukan satu atau dua jam ekstra di malam hari.

Rata-rata bayi berusia 10 bulan membutuhkan waktu sekitar 13-14 jam tidur sehari, yang dibagi menjadi tidur siang dan tidur malamnya.

Sebaiknya, Moms memiliki waktu tidur yang teratur agar tidak mengganggu ritme tidurnya setiap hari.

Nah, berhubung bayi berusia 10 bulan sudah mampu berdiri sambil berpegangan, Moms perlu berhati-hati.

Sebab, bisa saja Si Kecil berdiri di ranjang atau boks bayinya sekarang. Memang menggemaskan melihat perkembangan bayi, namun dalam hal ini tetap harus mengutamakan keamanannya.

Sesuaikan tinggi kasur dengan tinggi Si Kecil, jangan sampai ketinggian atau kerendahan. Selalu kunci ranjang bayi dengan benar agar ia tidak terjatuh.

Selain itu, pastikan ranjang bayi tidak dekat dengan tirai yang bisa ia tarik. Pastikan setiap jendela juga terkunci rapat untuk melindunginya.

Terkadang, bayi berusia 10 bulan juga punya kebiasaan tidur yang unik seperti mengisap ibu jari atau menarik selimut agar merasa nyaman.

Faktanya, hal ini bisa membuat gerakan-gerakan saat tidur dan bisa membuat ia terbentur. Maka dari itu, selalu perhatikan gerakan Si Kecil secara berkala.

Baca Juga: Perbaiki Kebiasaan Tidur Bayi, Hindari 5 Hal Ini!

Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Bayi 10 Bulan

Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Bayi 10 Bulan

Foto: parenting.firstcry.com

1. Latihan Berdiri Sendiri

Perkembangan bayi 10 bulan yang utama adalah belajar berdiri sendiri berpegangan pada benda.

Maka pastikan Moms menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. Ketika gerakan bayi bisa terasa nyaman, maka hal tersebut penting dalam proses perkembangannya.

“Cara untuk melatih keseimbangannya bisa dengan memberikan mainan yang menarik. Bayi mungkin akan melepaskan pegangannya selama beberapa detik dan meraih mainan tersebut. Hal ini menjadi stimulasi sederhana untuk keterampilan keseimbangannya,” ungkap Dr. Zachry menyarankan.

Jika bayi tersandung, Moms tidak perlu langsung panik. Pada dasarnya, apa yang dirasakan oleh ibu akan menular pada anaknya.

Jadi, Moms tetap tenang dan periksa bagian tubuhnya. Ketika sudah aman, Moms bisa memberikan semangat kepadanya lagi untuk berlatih berdiri.

2. Bermain dengan Anak

Selain itu, stimulasi lainnya yang bisa diberikan adalah bermain dengan anak. Sebenarnya, tidak perlu berikan mainan yang mahal atau gadget yang mewah.

Semua terletak pada kreativitas Moms dalam permainan untuk Si Kecil. Contohnya, mengajak bayi untuk merasakan perbedaan kardus dan kertas bisa menjadi stimulasi baginya.

“Bayi usia 10 bulan suka dengan berbagai mainan. Mereka bisa sekaligus belajar dengan beraneka permainan dengan menyentuhnya atau mendengar suaranya. Hal sederhana seperti menekan atau memutar tombol juga bisa melatih perkembangannya,” ungkap Dr. Thomas M. Seman, dokter anak dan presiden dari North Shore Pediatrics di Boston.

3. Menyanyikan Lagu

Selain bermain bersama, Moms bisa menyanyikan lagu untuknya atau membuat suara-suara lucu seperti meniru suara binatang.

Pada intinya, bermain bersama membuat bayi merasa dicintai dan aman. Membaca buku dan menceritakan kisah dari buku tersebut juga membantu mengembangkan imajinasi bayi.

4. Berbicara dengan Si Kecil

Dilansir dari laman Raising Children, stimulasi lainnya yang bisa diberikan adalah dengan berbicara dengan bayi Moms.

Ajak dia berbicara dan memahami kata-kata. Semakin banyak pembicaraan, maka hasilnya akan semakin baik!

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua. Hindari mengikuti bahasa bayi seperti mengganti kata ‘makan’ dengan ‘mam’. Ya, mungkin kata tersebut tidak menjadi masalah diperkenalkan ketika ia sudah lebih besar, Moms.

Ketika ia masih bayi dan sedang belajar bahasa, sebaiknya gunakan kata-kata yang tepat dan benar.

Hal ini akan membantu bayi untuk mengenal bahasa dengan cara yang tepat.

Selain itu, dengarkan dan tanggapi celotehan bayi. Cara ini dapat membangun komunikasinya dan membuat bayi merasa didengarkan, dicintai, dan dihargai.

Baca Juga: Mengenal Makna Bahasa Bayi, dari Pelukan sampai Sentuhan

Nutrisi untuk Perkembangan Bayi 10 Bulan

perkembangan bayi 10 bulan dan nutrisinya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

1. Tambahkan Variasi Makanan

Stimulasi yang tepat, kualitas tidur yang cukup, dan nutrisi yang terpenuhi menjadi paduan tepat untuk perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal.

Ketika bayi berusia 10 bulan, maka akan semakin banyak tawaran nutrisi yang bisa diberikan.

Mulai dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, yoghurt, dan daging.

Lantas, perlukah bayi untuk mengonsumsi makanan bayi yang organik? Nah, sebenarnya semua tergantung pada preferensi orang tua.

Makanan bayi organik memang mengandung lebih sedikit residu pestisida, namun harganya juga lebih mahal. Jadi, terpenting adalah memastikan makanan bayi tetap mencukupi nutrisinya.

2. Perhatikan Makanan yang Bisa Membuatnya Tersedak

Beberapa makanan yang bisa membuat bayi tersedak seperti popcorn, kismis, kacang, permen, atau anggur bisa dipotong berbentuk lingkaran.

Cara membuat makanan bayi bisa dengan merebus buah, sayuran, dan daging dan kemudian menggilingnya atau mencampurkannya untuk dimakan bayi.

Lalu, perhatikan juga setiap konsistensi makanan yang lebih tebal, sebaiknya dipotong menjadi kecil-kecil dan jadikan finger food untuk bayi.

3. Latih Bayi Makan Sendiri

Membiarkan anak makan sendiri akan melatih genggamannya dan melatih keterampilan koordinasi dengan mengambil makanan serta memasukkannya ke mulut.

Caranya bisa dengan memberikan bayi sendok dan membiarkannya menyusu sendiri. Beberapa kali memang akan berantakan, namun keterampilan ini penting untuk dipelajari.

Baca Juga: Bukan Mitos, 6 Makanan Ini Optimalkan Perkembangan Otak Bayi

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang perkembangan bayi 10 bulan. Ingat, Moms sesuaikan stimulasi dengan usia Si Kecil.

Nikmati setiap proses yang ada dan sebaiknya hindari untuk membanding-bandingkan dengan anak yang lain. Nyatanya, setiap anak akan memiliki keunikannya masing-masing.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait