15 Mei 2024

4 Fase Proses Terjadinya Menstruasi, Mudah Dipahami!

Jika sel telur tidak dibuahi sperma, makan akan terjadi menstruasi
4 Fase Proses Terjadinya Menstruasi, Mudah Dipahami!

Foto: Freepik

Fase ini penting tidak hanya untuk mempersiapkan ovulasi tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi sel telur yang mungkin dibuahi.

Pada akhir fase folikular, tinggi estrogen mencapai titik puncak, memicu pelepasan hormon luteinizing (LH) yang pada akhirnya memicu ovulasi.

Siklus kemudian beralih dari fase folikular ke ovulasi, di mana sel telur dilepaskan.

Fase folikular merupakan periode penting yang menentukan kualitas dan waktu ovulasi, sangat mempengaruhi kesuburan.

3. Fase Ovulasi

Proses terjadinya menstruasi dilanjutkan dengan fase ovulasi.

Ketika sel telur mencapai kematangan, hormon estrogen ikut meningkat.

Peningkatan ini memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon luteinizing (LH), yang menandai dimulainya periode ovulasi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur matang dari ovarium ke saluran tuba falopi, jadi sel telur berpotensi dibuahi oleh sperma, menandai masa subur wanita.

Selama ovulasi, folikel di ovarium melepaskan sel telur yang telah matang.

Sel telur ini kemudian bergerak ke rahim melalui saluran tuba dan hanya bertahan selama 24 jam.

Nah, Jika tidak ada pembuahan oleh sperma, sel telur akan mati.

Jika sel telur dibuahi oleh sperma, kehamilan akan terjadi. Fase ini menandai peluang tertinggi untuk kehamilan.

Apabila hubungan seksual terjadi tanpa kontrasepsi selama masa ovulasi, kemungkinan kehamilan akan meningkat.

Baca Juga: Sperma Encer Apakah Sulit Punya Anak? Ini Kata Dokter!

4. Fase Luteal

Ilustrasi Menstruasi
Foto: Ilustrasi Menstruasi (Orami Photo Stock)

Fase luteal adalah proses terjadinya menstruasi yang terakhir mulai dari hari ke-15 hingga ke-28.

Selama fase ini, sel telur yang sudah dilepaskan bergerak dari ovarium melalui saluran tuba ke rahim.

Hormon progesteron meningkat pada masa ini untuk mempersiapkan rahim jika terjadi kehamilan.

Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan berhasil menempel pada dinding rahim, kehamilan akan terjadi.

Namun, jika tidak ada pembuahan, kadar hormon estrogen dan progesteron akan menurun.

Hal ini menyebabkan lapisan rahim yang tebal meluruh, kemudian dikeluarkan selama menstruasi.

Perempuan biasanya mulai mengalami menstruasi pada usia rata-rata 12 tahun.

Namun, ada juga lho Moms yang terjadi lebih awal pada usia 8 tahun, atau lebih lambat sekitar usia 16 tahun.

Menstruasi terjadi beberapa tahun setelah tumbuhnya payudara dan rambut kemaluan.

Menstruasi berhenti ketika wanita mencapai menopause, biasanya sekitar usia 51 tahun.

Selama menopause, produksi sel telur berhenti. Menopause dianggap terjadi setelah seseorang tidak mengalami menstruasi selama satu tahun.

Baca Juga: Ini Perubahan Payudara saat Hamil Minggu Pertama Kata Dokter

Itulah informasi seputar proses terjadinya menstruasi yang bisa Moms ajarkan ke anak yang beranjak remaja.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya Moms!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb