Di atas 5 tahun

3 Juni 2021

3+ Tahapan Penting Psikologi Anak dari Bayi hingga Usia Sekolah

Cari tahu juga faktor apa saja yang memengaruhi psikologi anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms kesulitan mengatasi anak Moms yang tantrum? Bukan hal yang aneh melihat anak kerap tantrum dan menagis, sulit bagi anak-anak untuk menjelaskan apa yang mereka alami, apalagi menganalisis perasaan mereka. Di situlah psikologi anak dapat membantu memberi informasi yang sangat penting dan berharga pada orang tua.

Patut diakui bahwa mengenal anak saat mereka berkembang bisa menjadi salah satu bagian yang paling berharga dari menjadi orang tua. Mempelajari cara anak memandang dunia, mengajari anak keterampilan baru, dan membimbing mereka saat mereka memproses perasaan dan perubahan baru yang besar adalah bagian dari menjadi orang tua, meskipun hal tersebut tidak mudah.

Dikutip dari Western Washington Medical Group bahwa saat anak berkembang, mereka melewati tahap perkembangan progresif, dari lahir hingga dewasa.  Faktor lingkungan, genetik, dan budaya semuanya dapat memengaruhi perkembangan anak, dan seberapa cepat mereka berkembang dari satu tahap ke tahap berikutnya. 

Memahami psikologi anak artinya membantu para orang tua memahami perkembangan masa kanak-kanak baik di bawah sadar dan sadar. Psikolog anak mengamati bagaimana seorang anak berinteraksi dengan orang tua mereka, diri mereka sendiri, dan dunia, untuk memahami perkembangan mental mereka.

Baca Juga: Sifat Perfeksionis Berlebihan pada Anak? Begini Cara Mengatasinya

Pentingnya Psikologi Anak

psikologi anak

Foto: kvc.org

Semua orang ingin anaknya memiliki perkembangan yang sehat, tetapi tidak selalu jelas apakah perilaku anak di rumah merupakan gejala sebuah tahapan normal dalam perkembangan atau sebaliknya yaitu tanda kelainan. Memahami psikologi anak dapat membantu para orang tua memahami perbedaannya.

Memahami pola psikologi anak baik yang normal dan abnormal, dapat membantu orang tua memahami cara terbaik dalam berkomunikasi dan terhubung dengan anak, mengajari anak mekanisme mengelola emosi, dan membantu anak maju dan berkembang di setiap tahap perkembangan baru.

Psikolog anak juga dapat mengidentifikasi perilaku abnormal sejak dini, membantu mendeteksi akar masalah perilaku umum seperti masalah belajar, hiperaktif, atau kecemasan, dan membantu anak mengatasi trauma masa kanak-kanak. Memahami psikologi anak lebih jauh juga dapat membantu mencegah, mengevaluasi, dan mendiagnosis keterlambatan perkembangan atau kelainan seperti autisme.

Baca Juga: Benarkan Vaksinasi Campak Jadi Pemicu Autisme Pada Anak?

Konteks Utama dalam Psikologi Anak

Jika Moms seperti kebanyakan orang, Moms mungkin berpikir tentang faktor internal yang mempengaruhi bagaimana seorang anak tumbuh, seperti genetika dan karakteristik pribadi. Namun, perkembangan melibatkan lebih dari sekedar pengaruh yang muncul dari dalam diri seseorang.

Faktor lingkungan seperti hubungan sosial dan budaya tempat kita tinggal juga memainkan peran penting. Namun, terdapat tiga konteks utama yang perlu dipertimbangkan dalam analisis orang tua tentang psikologi anak.

Konteks Budaya

psikologi anak

Foto: shift.is

Budaya tempat tinggal seorang anak berkontribusi pada seperangkat nilai, adat istiadat, asumsi bersama, dan cara hidup yang memengaruhi perkembangan serta psikologi anak sepanjang umur. Budaya mungkin berperan dalam bagaimana anak-anak berhubungan dengan orang tua mereka, jenis pendidikan yang mereka terima dan jenis pengasuhan anak yang disediakan.

1. Lingkungan

Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan anak dan mewakili jumlah total rangsangan fisik dan psikologi anak. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan serta psikologi anak usia dini melibatkan lingkungan fisik dan kondisi geografis tempat tinggal anak, serta lingkungan sosial dan hubungan dengan keluarga dan teman sebaya.

Sangat mudah untuk memahami bahwa seorang anak yang diasuh dengan baik akan lebih baik daripada anak yang kekurangan, baik secara fisik dsn juga psikologi anak. Lingkungan yang menyenangkan, sekolah yang baik dan keluarga yang penuh kasih membangun mental dan fisik anak agar memiliki keterampilan sosial dan interpersonal yang kuat.

Secara tidak langsung, lingkungan yang baik akan memungkinkan mereka untuk unggul di bidang lain seperti akademisi dan kegiatan ekstrakurikuler. Ini tentu saja akan berbeda untuk anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang penuh tekanan, karena psikologi anak yang sudah pasti berbeda.

2. Pengaruh Geografis

Tempat tinggal orang tua juga memiliki pengaruh yang besar terhadap bagaimana anak-anak Anda nantinya termasuk psikologi anak. Sekolah yang mereka masuki, lingkungan tempat tinggal mereka, peluang yang ditawarkan oleh komunitas dan lingkaran teman sebaya adalah beberapa faktor sosial yang mempengaruhi perkembangan dan psikologi anak.
Hidup dalam komunitas yang kaya yang memiliki taman, perpustakaan, serta pusat komunitas untuk kegiatan kelompok dan olahraga, semuanya memiliki peran dalam mengembangkan keterampilan, bakat, dan perilaku anak.

Komunitas yang tidak menarik dapat mendorong beberapa anak untuk tidak sering pergi keluar, tetapi bermain video game di rumah sebagai gantinya.  Peran yang cukup besar untuk psikologi anak bukan.

Baca Juga: 5 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Pemalu

Konteks Sosial

psikologi anak

Foto: child-encyclopedia.com

Hubungan dengan teman sebaya dan orang dewasa berpengaruh pada cara anak berpikir, belajar dan perkembangan serta psikologi anak. Keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya semuanya merupakan bagian penting dari konteks sosial.

1. Keluarga

Keluarga memiliki dampak paling besar dalam mengasuh anak dan menentukan cara mereka perkembangan psikologis anak dan juga sosial.  Apakah mereka dibesarkan oleh orang tua, kakek nenek atau keluarga asuh, mereka membutuhkan cinta, perhatian dan kesopanan dasar untuk berkembang sebagai individu fungsional yang sehat.

Pertumbuhan psikologi anak yang paling positif terlihat ketika keluarga menginvestasikan waktu, energi dan cinta dalam perkembangan anak melalui kegiatan, seperti membaca, bermain dan melakukan percakapan yang bermakna.

Keluarga yang melecehkan atau mengabaikan anak akan mempengaruhi perkembangan positif mereka.  Anak-anak ini mungkin akan berakhir sebagai individu yang memiliki keterampilan sosial yang buruk dan kesulitan menjalin ikatan dengan orang lain saat dewasa.

Namun perlu Moms ingat, mengasuh anak secara spesial dan berlebihan juga memiliki efek negatif. Orang tua yang kerap berusaha menjadi tameng anak baik salah atau tidak, akan membuat anak-anak bergantung pada orang tua bahkan sebagai orang dewasa muda dan tidak dapat menghadapi kesulitan dalam hidup mereka sendiri.

2. Pembelajaran dan Penguatan

Belajar melibatkan lebih dari sekedar sekolah. Ini juga berkaitan dengan membangun psikologi anak secara mental, intelektual, emosional, dan sosial sehingga mereka beroperasi sebagai individu fungsional yang sehat di masyarakat.

Di sinilah proses psikologi anak bisa berkembang mencapai kedewasaan. Penguatan adalah komponen pembelajaran di mana suatu kegiatan atau latihan diulangi dan disempurnakan untuk memperkuat pelajaran yang dipetik.

Baca Juga: Sadarilah Moms, 6 Hal Ini Penyebab Anak Jadi Manja

Konteks Sosial Ekonomi

psikologi anak

Foto: theconversation.com

Kelas sosial juga dapat memainkan peran utama dalam perkembangan dan psikologi anak.  Status sosial ekonomi (sering disingkat SES), didasarkan pada sejumlah faktor yang berbeda termasuk seberapa banyak orang berpendidikan, berapa banyak uang yang mereka peroleh, pekerjaan yang mereka pegang dan di mana mereka tinggal.

Misalnya, anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga dengan status sosial ekonomi tinggi cenderung memiliki akses yang lebih besar terhadap peluang, sedangkan mereka yang berasal dari rumah tangga dengan status sosial ekonomi rendah mungkin memiliki akses yang lebih sedikit terhadap hal-hal seperti perawatan kesehatan, gizi berkualitas, dan pendidikan.  Faktor-faktor tersebut dapat berdampak besar pada psikologi anak.

Ingat, ketiga konteks ini terus berinteraksi.  Meskipun seorang anak mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan karena status sosial ekonomi yang rendah, memperkaya hubungan sosial dan ikatan budaya yang kuat dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan yang berperan besar pada perkembangam dan psikologi anak.

Baca Juga: 9 Mitos dan Fakta Seputar Anak Tunggal, Benarkan Mereka Lebih Bossy dan Manja?

Tahapan Perkembangan Psikologi Anak

Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan kecepatan individu masing-masing. Berikut ini sekilas beberapa pencapaian umum atau tahapan perkembangan yang berhubungan dengan psikologi anak ntuk setiap periode usia.

1. Lahir - 18 bulan

psikologi anak

Foto: healthline.com

Selama periode pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak yang luar biasa ini, bayi tumbuh dan berubah dengan cepat. Dokter menganjurkan agar orang tua banyak berbicara dengan bayi mereka selama fase ini, karena mendengar suara orang tua akan membantu bayi mengembangkan keterampilan komunikasi.

Saran lain juga diberikan, misalnya mengajarkan bayi tengkurap dalam waktu singkat untuk membantu memperkuat otot leher dan punggung bayi. Namun, pastikan bayi terjaga dan Moms tetap berada di dekatnya untuk waktu bermain ini.

Tanggapi juga saat bayi menangis, ini adalah bagaimana peran Moms belajar psikologi anak. Menjemput dan menghibur bayi yang menangis akan membangun ikatan yang kuat di antara keduanya

2. 18 Bulan - 2 Tahun

First-steps-of-a-1-year-old-baby-boy-in-the-kitchen-1296x728-header-1296x728.jpg

Foto: healthline.com

Selama masa balita, anak-anak terus membutuhkan banyak tidur, nutrisi yang baik, dan hubungan yang erat dan penuh kasih dengan orang tua dan pengasuh. Ciptakan rutinitas dan ritual yang dapat diprediksi untuk menjaga anak agar merasa aman dan membumi.

Gunakan disiplin yang lembut untuk membimbing dan mengajar anak-anak. Hindari memukul, yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan psikologi anak jangka panjang.

Bernyanyilah, bicara, dan bacakan buku cerita untuk balita Moms agar dapat membantu meningkatkan kosakata mereka.

Baca Juga: Metode Montessori untuk Bayi di Bawah 2 Tahun, Bisakah Diterapkan?

3. 3 Tahun - 5 Tahun

psikologi anak

Foto: parenting.firstcry.com

Selama tahun-tahun pra-sekolah ini, anak-anak tumbuh lebih mandiri dan mampu. Keingintahuan alami mereka kemungkinan besar akan dirangsang karena dunia mereka berkembang.

Teman baru, pengalaman baru, serta lingkungan baru seperti tempat penitipan anak atau taman kanak-kanak sangat mempwngaruhi psikilogi anak. Selama masa pertumbuhan ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan:

  • Terus menemani anak membaca cerita hari
  • Menunjukkan kepada mereka bagaimana melakukan pekerjaan sederhana di rumah.
  • Bersikaplah jelas dan konsisten sesuai harapan, jelaskan perilaku apa yang Moms inginkan dari anak Moms
  • Bicaralah dengan anak dalam bahasa yang sesuai dengan usianya.
  • Bantu anak memecahkan masalah saat emosi semakin tinggi
  • Awasi anak di ruang bermain, luar ruangan, terutama di sekitar air dan, peralatan bermain
  • Biarkan anak memiliki pilihan tentang bagaimana berinteraksi dengan anggota keluarga dan orang asing.

4. Perkembangan Usia Sekolah

psikologi anak

Foto: chop.edu

Selama tahun-tahun sekolah, anak-anak memperoleh kemandirian dan kompetensi dengan cepat. Teman menjadi lebih penting dan berpengaruh termasuk pada psikologi anak.

Kepercayaan diri seorang anak akan dipengaruhi oleh tantangan akademik dan sosial yang dihadirkan di lingkungan sekolah. Saat anak-anak dewasa, tantangan pengasuhan dari orang tua adalah menemukan keseimbangan antara menjaga mereka tetap aman, menegakkan aturan, menjaga hubungan keluarga, memungkinkan mereka membuat beberapa keputusan, dan mendorong mereka untuk menerima tanggung jawab yang semakin meningkat.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk memastikan anak tetap sehat:

  • Pastikan mereka cukup tidur
  • Berikan kesempatan untuk olahraga teratur dan olahraga individu atau tim
  • Ciptakan ruang yang tenang dan positif untuk membaca dan belajar di rumah
  • Batasi waktu menonton dan pantau aktivitas online dengan hati-hati
  • Bangun dan pelihara tradisi keluarga yang positif
  • Bicaralah dengan anak tentang pendapat dan tetapkan batasan dengan tubuh mereka.

Baca Juga: Anak Antisosial, Bisa Jadi Karena Pola Asuh Orang Tua

Itulau serba-serbi perkembangan psikologi anak yang sebenarnya dan seharusnya tidak menjadi ukuran reaktif. Namun, tetap perlu diingat bahwa pola pengasuhan berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak. Meskipun apa yang diberkahi oleh alam adalah konstan, pengasuhan cenderung membuat perbedaan besar termasuk pada psikologi anak kelak hingga dewasa.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait