Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
25 Juli 2022

Bacaan Surat At Taubah Ayat 122 Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Ketahui juga kandungan Surat At Taubah ayat 122 ini
Bacaan Surat At Taubah Ayat 122 Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Islam begitu memuliakan orang-orang yang berilmu. Hal ini juga tersurat dalam firman Allah SWT dalam Alquran, termasuk yang menjadi kandungan surat At Taubah ayat 122.

Surat At Taubah ayat 122 adalah salah satu ayat tentang pentingnya menuntut ilmu dalam Islam, dan kewajiban untuk menyebarkannya dalam dakwah.

Seperti surat At Taubah secara keseluruhan, ayat 122 ini juga tergolong madaniyah, yakni turun setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Dinamakan Surat At Taubah (التوبة) karena banyak diulang kata taubat dalam surat ini. Yakni pada ayat 3, ayat 5, ayat 11, ayat 27, ayat 74, ayat 104, ayat 112 dan 117.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 10 Adab Buang Air dalam Islam

Bacaan Surat At Taubah Ayat 122 dan Asbabun Nuzulnya

Kandungan Surat At Taubah Ayat 122

Foto: Kandungan Surat At Taubah Ayat 122

Foto ilustrasi Alquran (Sumber: Islam4u.pro)

Berikut ini adalah bacaan surat At Taubah ayat 122 dalam tulisan Arab, latin dan artinya untuk memudahkan dalam membaca dan memahaminya:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

(Wamaa kaanal mu’minuuna liyanfiruu kaaffah. Falaulaa nafaro min kulli firqotim minhum thoo,ifatul liyatafaqqohuu fid diini waliyundziruu qoumahum idzaa roja’uu ilaihim la’allahum yahdzaruun)

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS At Taubah: 122)

Termasuk dalam kandungan surat At Taubah Terdapat dua pendapat mengenai asbabun nuzul atau penyebab turunnya ayat ini.

Yang pertama, Ibnu Katsir berkata bahwa ayat ini turun berkaitan dengan keberangkatan kabilah bersama Rasulullah SAW ke Perang Tabuk.

Kedua, Mujahid berpendapat bahwa ayat ini berkenaan dengan sejumlah orang dari kalangan sahabat Nabi SAW yang pergi ke daerah pedalaman.

Mereka memperoleh kebajikan dan manfaat dari kesuburan daerah itu beserta penduduknya. Mereka berdakwah kepada orang-orang yang ditemui.

Namun ada yang mengatakan: “Tiada yang kami lihat melainkan kalian telah meninggalkan teman kalian (Rasulullah SAW) dan kalian datang kepada kami.”

Mendengar komentar itu, mereka merasa berdosa. Kemudian mereka meninggalkan pedalaman dan menghadap Rasulullah SAW.

Baca Juga: Mengenal Muhasabah, Introspeksi Diri yang Dianjurkan dalam Islam

Tafsir Surat At Taubah Ayat 122

terjadinya perang unta.jpg

Foto: terjadinya perang unta.jpg (Indonesiana.com)

Foto ilustrasi perang (Sumber: Orami Photo Stock)

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang kandungan surat At Taubah ayat 122 ini, terdapat beberapa tafsir dari ayat tersebut untuk lebih memahami kandungannya.

1. Tidak Semua Orang Harus Berperang

Secara khusus, ayat ini terkait dengan kedudukan memperdalam ilmu yang sama pentingnya dengan berperang saat itu.

Sebab, saat ada perintah agar sebagian tinggal untuk memperdalam agama di masa itu, maksudnya adalah belajar kepada Rasulullah SAW.

Ada dua nama perang di masa Rasulullah SAW. Yakni bernama ghazwah jika Rasulullah ikut dalam peperangan. Dan sariyah, yakni saat beliatu tidak ikut di dalamnya berangkat.

Ad Dlahhak menjelaskan, jika perang tersebut diikuti oleh Rasulullah SAW, maka beliau mengharuskan semua laki-laki muslim untuk berperang kecuali orang-orang yang berhalangan dengan alasan syar’i.

Orang-orang yang ikut berperang ini langsung mendapat tarbiyah atau didikan dari Rasulullah SAW saat di medan perang.

Namun apabila Rasulullah SAW tidak ikut dalam perang, beliau tidak membolehkan mereka langsung berangkat tanpa seizinnya.

Saat pasukan berangkat dan turun ayat Alquran, beliau membacakannya kepada sahabat-sahabat yang tinggal bersamanya.

Ketika pasukan kembali, maka sahabat yang tinggal bersama Rasululullah SAW mengajarkan ayat itu kepada mereka.

2. Teguh dalam Agama

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Sebab, keduanya adalah bentuk keteguhan umat Islam dalam membela dan menjaga agamanya.

Selain itu, ayat ini mengisyaratkan agar tiap golongan atau kabilah harus memiliki wakil yang belajar ilmu agama, sehingga penyebaran ilmu bisa merata.

Buya Hamka dalam Tafsir Az Azhar menjelaskan bahwa tafsir surat At Taubah ayat 122 ini menganjurkan untuk melakukan pembagian tugas.

Dia menjelaskan bahwa semua golongan harus berjihad, turut berjuang. Tetapi Rasulullah SAW membagi tugas mereka masing-masing. Ada yang di garis depan, ada yang di garis belakang.

Oleh karena itu, kelompok kecil yang memperdalam pengetahuannya tentang agama adalah bagian dari jihad juga.

3. Misi Dakwah dan Pendidikan

Kedua misi ini harus dimiliki oleh umat muslim. Harus terus belajar agama untuk diajarkan dan disebarkan atau didakwahkan kepada kaumnya.

Bukan sekadar belajar untuk dirinya sendiri, namun memiliki misi dakwah dan pendidikan. Juga agar dapat memberi agar mereka dapat menjaga diri.

Ujung ayat ini menurut Buya Hamka, memberikan ketegasan kewajiban ahli ilmu, yakni memberikan peringatan kepada kaumnya bila mereka pulang kepada kaum itu, agar kaum itu berhati-hati.

Baca Juga: Hukum Meniup Makanan dalam Islam, Wajib Tahu!

Kandungan Surat At Taubah Ayat 122

belajar membaca al quran

Foto: belajar membaca al quran

Foto ilustrasi belajar Alquran (Sumber: Orami Photo Stock)

Dari penjelasan tafsir tersebut, terdapat isi kandungan surat At Taubah ayat 122 yang dapat disimpulkan. Di antaranya:

  • Menunjukkan pentingnya menuntut ilmu.
  • Harus selalu golongan yang tetap menuntut ilmu sebagai bagian dari tafaqquh fiddin, bahkan saat kondisi peperangan.
  • Di setiap kaum atau wilayah perkampungan, wajib ada yang menuntut ilmu agar perkampungan itu tidak dilanda kebodohan.
  • Di setiap kaum atau perkampungan, juga harus ada yang berdakwah dan memberikan peringatan dalam hal agama.
  • Orang yang belajar itu bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi memiliki memilki misi dakwah dan tarbiyah (pendidikan).
  • Harus selalu ada segolongan umat yang konsentrasi menuntut ilmu. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun, ketika perangnya adalah fardhu kifayah.

Dalam Prosiding Pendidikan Agama Islam Unisba disebutkan pula kansungan surat At Taubah ayat 122 lainnya, yaitu perintah Allah SWT agar umat Islam selalu memperdalam ilmu pengetahuan.

Bahkan disebutkan bahwa memperdalam ilmu secara umum hukumnya fardu kifaayah sedangkan memperdalam ilmu agama hukumnya fardhu ain.

Demikian penjelasan mengenai surat At Taubah ayat 122 yang menjelaskan mengenai pentingnya menuntut ilmu. Semoga umat Islam selalu mendapatkan semangat untuk belajar untuk memperkuat agama.

  • https://bersamadakwah.net/surat-at-taubah-ayat-122/
  • https://webmuslimah.com/isi-kandungan-surat-at-taubah-ayat-122/
  • https://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/pai/article/view/11753