05 Juli 2022

Syok Neurogenik, Masalah di Jantung dan Tekanan Darah Akibat Kerusakan Saraf Tulang Belakang

Ketahui selengkapnya tentang syok neurogenik di sini!

Syok neurogenik adalah suatu kondisi yang terjadi saat mengalami kesulitan menjaga detak jantung, tekanan darah dan suhu stabil.

Hal ini terjadi karena kerusakan pada sistem saraf setelah cedera tulang belakang.

Seperti jenis syok lainnya, ini adalah kondisi serius yang bisa berakibat fatal karena aliran darah yang terlalu rendah.

Tanpa aliran darah yang normal, sel-sel tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi normalnya.

Setiap orang yang mengalami masalah ini perlu mendapatkan perawatan segera.

Baca Juga: Tulang Rawan: Ketahui Fungsi, Jenis, dan Gangguan yang Terjadi Jika Tulang Ini Mengalami Kerusakan

Penyebab Syok Neurogenik

tulang belakang
Foto: tulang belakang

Foto: cedera tulang belakang (Orami Photo Stock)

Gangguan ini terjadi ketika pembuluh darah berhenti bekerja dengan baik dan tidak mendorong cukup darah ke seluruh tubuh. Tubuh tidak mengalami kehilangan darah, tetapi darah tidak bersirkulasi dengan benar.

Tekanan darah dapat menurun secara signifikan.

Mengutip jurnal StatPearls, disebutkan jika penyebab syok neurogenik biasanya adalah cedera atau trauma pada tulang belakang.

Saat saraf di sumsum tulang belakang rusak, bagian tersebut berhenti mengirim pesan ke saraf yang mengontrol fungsi lain dalam tubuh.

Jika sinyal saraf ke otot-otot di pembuluh darah dimatikan, pembuluh berhenti bekerja dengan baik.

Akibatnya, tubuh mengalami kehilangan fungsi dan stimulasi sistem saraf simpatik. Padahal, sistem saraf simpatik berguna untuk mempertahankan fungsi tubuh selama aktivitas fisik.

Hal ini termasuk memperkuat detak jantung, meningkatkan tekanan darah, dan membuka saluran udara untuk meningkatkan pernapasan. Jika terganggu, tentu dapat membahayakan kondisi kesehatan.

Mengutip laman My American Nurse, disebutkan jika ada beberapa penyebab dari syok neurogik selain cedera atau trauma pada tulang belakang, seperti:

  • Trauma emosional: Hal ini terjadi saat tingkat ketakutan, kecemasan, dan stres yang tinggi menyebabkan hilangnya kontrol sistem saraf otonom secara tiba-tiba. Jika dibiarkan dapat yang menyebabkan vasodilatasi masif.
  • Stimulasi saraf vagus: Gangguan ini dapat terjadi pada sistem saraf otonom. Ini dapat menyebabkan tonus parasimpatis untuk mendominasi dan mengakibatkan vasodilatasi.

Baca Juga: Ini Dia 5 Komplikasi Stroke dan Cara Mencegahnya

Gejala dari Syok Neurogenik

Salah satu gejala utama dari kelainan pada tulang belakang ini adalah tekanan darah rendah akibat sirkulasi darah yang tidak teratur. Namun, kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa gejala lainnya, yaitu:

  • Pusing
  • Mual dan/atau muntah
  • Tatapan kosong
  • Pingsan
  • Keluar keringat berlebih
  • Kecemasan
  • Kulit pucat

Dalam kasus yang lebih parah, penderitanya mungkin mengalami:

  • Sulit bernafas
  • Sakit dada
  • Kelemahan dari sirkulasi darah yang tidak teratur
  • Bradikardia, atau irama jantung yang lebih lambat
  • Nadi yang lebih lemah
  • Sianosis, atau perubahan warna pada bibir dan jari
  • Hipotermia, atau penurunan suhu tubuh

Jika tidak diobati, syok neurogenik dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang ireversibel dan kematian.

Jika mulai mengalami gejala-gejala ini, segera cari bantuan medis agar masalah yang ada tidak semakin parah.

Baca Juga: Prosedur Operasi Caesar, Ketahui Persiapan, Proses, Hingga Perawatan Setelah Operasi

Apa Penyebab Terjadinya Vasodilatasi pada Syok Neurogenik?

pembuluh-darah
Foto: pembuluh-darah

Foto: pembuluh darah (Orami Photo Stock)

Vasodilatasi adalah terjadinya pembuluh darah yang bisa terbuka terlalu banyak.

Saat alami cedera tulang belakang, fungsinya untuk memberitahu pembuluh darah untuk menyempit terganggu.

Hal ini yang membuat vasodilatasi terjadi, yaitu terjadinya penurunan tekanan dan aliran darah.

Sehingga, organ di dalam tubuh bisa saja tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Bisa jadi fungsi normalnya terganggu akibat masalah ini.

Cara Diagnosis Syok Neurogenik

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter berencana melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala yang terjadi dan memantau tekanan darah.

Ada beberapa tes yang digunakan dokter untuk menunjukkan tingkat keparahan cedera yang menyebabkan syok neurogenik. Berikut beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan:

1. CT scan

Pemeriksaan ini berguna untuk memastikan seberapa parah cedera yang terjadi. Cara ini juga dapat mendeteksi perdarahan internal atau gangguan tambahan yang ada.

2. MRI scan

MRI dapat membantu dokter untuk mendeteksi masalah pada tulang belakang. Hal ini berguna untuk mendiagnosis sumber nyeri punggung dan syok neurogenik.

3. Kateter urin

Dokter juga menggunakan metode ini untuk mengukur volume urine.

Seseorang yang alami cedera pada tulang belakang mungkin menderita inkontinensia. Tes ini juga dapat membantu untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi.

Cara Mengobati Syok Neurogenik

cara mengobati syok neurogenik
Foto: cara mengobati syok neurogenik

Foto: pengobatan tulang belakang (Orami Photo Stock)

Jika cedera tulang belakang menyebabkan syok neurogenik, menstabilkan tulang belakang sering kali merupakan langkah pertama dalam pengobatan.

Mengelola cedera lain juga akan menjadi prioritas utama dalam situasi ini. Seseorang mungkin perlu diimobilisasi untuk menstabilkan cedera.

Staf medis juga akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa penderitanya dapat bernapas dengan benar.

Dalam situasi ekstrem, hal ini mungkin memerlukan intubasi dan mesin untuk membantu pernapasan.

Setelah ahli medis menangani cedera tulang belakang, fokus utamanya adalah untuk mengembalikan tekanan darah menjadi normal.

Pemberian cairan intravena adalah salah satu metode yang dapat digunakan.

Dokter juga akan menggunakan infus untuk memberikan obat yang dapat merangsang pembuluh darah dan jantung agar dapat bekerja dengan baik.

Pemberian obat lain juga diperlukan untuk mengelola gejala lain.

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Sembuh dari Syok Neurogenik

Seberapa baik dan cepat seseorang untuk pulih dari gangguan ini tergantung pada tingkat keparahannya.

Seseorang bisa mengalami kerusakan organ yang signifikan akibat kurangnya aliran darah selama syok.

Jika memiliki cedera tulang belakang, pemulihan dari cedera itu sendiri juga dapat menjadi faktor yang penting.

Maka dari itu, pastikan untuk membuat rencana pemulihan yang sesuai untuk cedera yang dialami.

Semakin cepat penanganan didapatkan, semakin baik penyembuhan yang dilakukan.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459361/
  • https://www.myamericannurse.com/what-you-should-know-about-neurogenic-shock/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22175-neurogenic-shock
  • https://www.webmd.com/brain/what-you-should-know-symptoms-neurogenic-shock
  • https://www.healthline.com/health/neurogenic-shock#outlook

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.