18 Desember 2023

Biografi Teuku Umar, Perjuangan Pahlawan Nasional dari Aceh

Simak kisah heroiknya!

Teuku Umar merupakan pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Aceh. Ia lahir di Meulaboh, Aceh Barat pada tahun 1854 dan merupakan anak dari seorang Uleebalang bernama Teuku Achmad Mahmud.

Teuku Umar memulai perjuangannya melawan Belanda ketika ia masih berusia 19 tahun dan dikenal sebagai seorang pejuang yang memiliki taktik militer yang cerdas.

Ia juga dikenal sebagai seorang negosiator yang ulung dan mampu memperoleh senjata dan dana untuk perjuangannya dengan berpura-pura menjadi sekutu Belanda.

Teuku Umar meninggal dalam pertempuran di Meulaboh pada Februari 1899. Ia juga dikenal sebagai suami dari Cut Nyak Dhien, seorang pahlawan nasional lainnya dari Aceh.

Baca Juga: Biografi Tjokroaminoto, Dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota

Kehidupan Awal dan Keluarga Teuku Umar

Teuku Umar
Foto: Teuku Umar (Acehprov.go.id)

Teuku Umar lahir pada tahun 1854 di Meulaboh, Aceh Barat. Namun, tanggal dan bulan kelahirannya tidak diketahui secara pasti.

Ia adalah salah satu pahlawan nasional yang terkenal karena memimpin perang gerilya di Aceh mulai tahun 1873 hingga 1899.

Kakeknya berasal dari keturunan Minangkabau, yaitu Datuk Makdum Sati, yang pernah memberikan kontribusi penting kepada Sultan Aceh.

Datuk Makdum Sati memiliki dua orang putra, Nantan Setia dan Achmad Mahmud. Teuku Achmad Mahmud adalah ayah dari Teuku Umar.

Ia memiliki beberapa istri, yaitu Cut Nyak Sofiah, Cut Meuligou (juga dikenal sebagai Nyak Malighai), dan Cut Nyak Dhien.

Dari pernikahannya dengan Cut Meuligou, Teuku Umar memiliki beberapa anak, yaitu Teuku Sapeh, Teuku Raja Sulaiman, Cut Mariyam, Cut Sjak, Cut Teungoh, dan Teuku Bidin.

Dari pernikahannya dengan Cut Nyak Dhien, ia memiliki seorang anak yang bernama Cut Gambang.

Baca Juga: Biografi Pierre Tendean dan Kisah Heroik Sang Pahlawan

Pecahnya Perang Aceh

Pada tahun 1873, Perang Aceh meletus dan pada saat itu, Teuku Umar masih berusia 19 tahun.

Dia aktif berpartisipasi dalam perjuangan tersebut, terlebih untuk mempertahankan kampungnya dan kemudian terlibat dalam pertempuran di wilayah Aceh Barat.

Meskipun masih muda, Teuku Umar diangkat menjadi kepala desa di wilayah Meulaboh.

Ketika berusia 20 tahun, Ia menikahi Nyak Sofiah, putri dari Uleebalang Glumpang.

Untuk meningkatkan statusnya, Teuku Umar juga menikahi Nyak Malighai, yang juga dikenal sebagai Cut Meuligou, putri Panglima Sagi XXV Mukim.

Kemudian, pada tahun 1880, Ia menikahi seorang janda bernama Cut Nyak Dien, yang merupakan putri dari pamannya sendiri.

Dari pernikahannya dengan Cut Nyak Dien, mereka memiliki seorang anak yang diberi nama Cut Gambang.

Baca Juga: Biografi Sam Ratulangi, Jadi Gubernur Sulawesi Pertama

Siasat Menipu Belanda

Teuku Umar
Foto: Teuku Umar (Pinterest.com)

Teuku Umar mencari cara untuk memperoleh senjata dari Belanda. Sebagai strategi, dia berpura-pura menjadi antek Belanda.

Pada tahun 1883, pasukan Ia dan Belanda mencapai kesepakatan damai.

Namun, perdamaian ini tidak hanya memiliki makna yang sama bagi Teuku Umar, tetapi juga memiliki tujuan tersendiri bagi Gubernur Van Teijn, yaitu untuk memanfaatkan kehadirannya sebagai alat untuk menarik perhatian rakyat Aceh.

Teuku Umar yang telah masuk ke dalam dinas militer Belanda, berhasil meyakinkan pihak Belanda tentang penundukan pos pertahanan Aceh.

Sebagai imbalan, permintaannya pun dikabulkan. Salah satu permintaannya adalah penambahan 17 panglima dan 120 prajurit, termasuk panglima laut.

Baca Juga: Biografi Adam Malik, Salah Satu Pelopor Pembentukan ASEAN

Pada tahun 1884, kapal Nicero milik Inggris mengalami kecelakaan dan terdampar.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb