Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
07 Oktober 2022

6 Ciri-ciri Toxic Relationship, Termasuk Suka Mengontrol dan Cemburu Berlebihan!

Moms perlu mengetahui tanda-tanda hubungan tak sehat dan cara keluar dari toxic relationship
6 Ciri-ciri Toxic Relationship, Termasuk Suka Mengontrol dan Cemburu Berlebihan!

Apakah Moms sedang terjebak dalam toxic relationship? Sebenarnya, apa sih toxic relationship itu?

Menjalani kehidupan rumah tangga memang tidak semudah yang dibayangkan.

Akan ada banyak tantangan yang menyertai. Setiap pasangan suami istri pun akan menemukan ujiannya masing-masing.

Meski demikian, memiliki hubungan yang sehat adalah impian dari banyak pasangan.

Adanya hubungan yang sehat dalam kehidupan rumah tangga akan membuat Moms dan Dads dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun, tidak semua pasangan beruntung memiliki kualitas hubungan yang sehat.

Terkadang justru sebaliknya, hubungan suami istri membuat orang-orang di dalamnya merasa lelah sepanjang waktu.

Kondisi seperti ini biasanya disebut dengan istilah toxic relationship. Lalu, apa jadinya jika Moms atau Dads berada dalam toxic relationship?

Pasti rasanya tidak nyaman dan memiliki risiko yang cukup berbahaya dalam kehidupan pernikahan.

Yuk, simak penjelasan lebih lanjut mengenai toxic relationship, tanda-tanda, dan cara keluar dari toxic relationship dengan tepat.

Moms perlu waspada dan memahaminya!

Baca Juga: 11 Bentuk Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga, Termasuk Manipulatif dan Pengabaian

Apa itu Toxic Relationship?

Ilustrasi Toxic Relationship

Foto: Ilustrasi Toxic Relationship (Freepik.com/freepik)

Mengutip laman Psychalive, toxic relationship sering ditandai dengan hubungan berulang yang saling menghancurkan antara pasangan.

Pola-pola ini bisa melibatkan kecemburuan, posesif, dominasi, manipulasi, keputusasaan, keegoisan, atau penolakan.

Sementara dikutip dari Very Well Mind, toxic relationship adalah hubungan yang membuat Moms atau Dads merasa tidak didukung, disalahpahami, direndahkan, atau diserang oleh pasangan.

Namun yang jelas, di antara kedua pengertian dan tanda-tanda tersebut, toxic relationship benar-benar tidak bagus bagi kelangsungan hidup berumah tangga maupun hubungan pacaran.

Adanya toxic relationship yang berjalan seiringnya waktu dapat membuat Moms atau Dads lelah secara emosional, psikologis, dan bahkan fisik.

Baca Juga: 4 Gerakan Senam Jantung Sehat yang Mudah Dilakukan. Tubuh Jadi Segar dan Bugar!

Perbedaan Hubungan yang Sehat dan Hubungan yang Toksik

Pasangan

Foto: Pasangan (Freepik.com/cookie-studio)

Saat ingin mengetahui apakah suatu hubungan yang sedang dijalani termasuk toksik atau bukan, penting untuk memerhatikan perilaku seperti apa paling sering ditampilkan dalam hubungan tersebut.

Jika Moms atau pasangan, atau bahkan keduanya terus-menerus bersikap egois, negatif, dan tidak sopan satu sama lain, maka hubungan tersebut dapat dikatakan sebagai hubungan yang toksik.

Tetapi jika hubungan yang Moms dan pasangan jalani kebanyakan mencerminkan sikap yang selalu mendorong, berbelas kasih, dan menghormati satu sama lain, maka itu bisa disebut dengan hubungan yang sehat.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa tanda yang membedakan hubungan toksik dan hubungan yang sehat.

Tanda Hubungan yang Toksik

Tanda Hubungan yang Sehat

  • Tidak mementingkan diri sendiri
  • Saling mendukung
  • Dapat dipercaya
  • Saling memberi
  • Saling mencintai dan penuh kasih sayang
  • Menghormati pasangan

Baca Juga: Voyeurisme, Kelainan Seksual Senang Mengintip Orang Lain Telanjang atau Berhubungan Intim

Ciri-ciri Toxic Relationship

Ilustrasi Pasangan Toksik

Foto: Ilustrasi Pasangan Toksik (Freepik.com/wayhomestudio)

Mencari tahu apakah seseorang terjebak dalam toxic relationship bisa sedikit sulit.

Ini karena mungkin ia tidak menyadarinya atau menolak mengakui dirinya berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Karena itu, simak seperti apa tanda-tanda toxic relationship berikut ini.

1. Selalu Dianggap Salah oleh Pasangan

Tanda toxic relationship yang pertama adalah selalu dianggap salah oleh pasangan.

Seorang pasangan yang memberikan saran tidak tepat terhadap apa yang seharusnya diperbaiki, tidak mendukung minat atau hobi, dan mengkritik tanpa alasan jelas adalah orang yang toxic.

Hal ini diungkapkan oleh Gary Lewandowski Jr., PhD, seorang profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey, dilansir dari Womens Health Mag.

Itulah mengapa sangat penting bagi Moms untuk mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang suportif.

Jadi, saat Moms merasa sedang down atau dikritik orang lain, Moms bisa menyeimbangkannya dengan kehadiran orang-orang yang Moms cintai dan percayai.

2. Menghilangkan Kepercayaan Diri Pasangannya

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah menghilangkan kepercayaan diri pasangannya..

Dalam hubungan toxic, pasangan akan selalu menghilangkan rasa percaya diri Moms dengan cara memberi olokan.

Misalnya seperti, “Gaunnya sangat tidak bagus” atau “Make up-nya kebanyakan tuh” atau “Aku tidak suka melihat rambutmu, potong deh”.

Menurut Jane Greer, PhD, seorang terapis pernikahan dan keluarga, yang juga penulis buku berjudul What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship (2010), komentar-komentar semacam itu bisa menghilangkan rasa percaya diri pada diri seseorang.

“Anda mulai merasa buruk tentang diri Anda dan mulai meragukan diri sendiri.

Anda terus menyalahkan diri dan berpikir, apa yang bisa saya lakukan agar penilaiannya berubah”, kata Greer, dilansir dari Womens Health Mag.

Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Parafilia, Kelainan Perilaku Seksual yang Berhasrat pada Hal Tidak Umum

3. Suka Mengendalikan dan Cemburu Berlebihan

Pasangan Bertengkar

Foto: Pasangan Bertengkar (Freepik.com/freepik)

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah suka mengendalikan dan cemburu berlebihan.

Ia merasa bahwa Moms hanya miliknya seorang dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas sendirian.

Dalam hubungan toxic, pasangan akan terus memantau di mana keberadaan Moms, apa yang sedang Moms lakukan, dan bersama siapa.

Berhati-hatilah apabila Moms merasa punya pasangan seperti ini, ya.

Hal ini tentunya akan membuat Moms merasa sangat tidak nyaman, terlebih jika pasangan melarang-larang dengan alasan yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Rizky Billar Lakukan KDRT ke Lesti Kejora, Ini Hukum KDRT dalam Islam, Wajib Tahu!

4. Suka Bermain Tarik Ulur

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah suka bermain tarik ulur.

Dalam hubungan yang sehat, apabila pasangan Moms berkata akan datang menemui Moms, ia pasti akan datang.

Namun, dalam hubungan yang toxic, Moms bahkan tidak tahu apa yang diinginkan pasangan karena tidak memberikan pernyataan yang jelas dan pasti.

“Dan kadang-kadang orang yang toxic itu bahkan tidak menyukai Anda sampai Anda mulai menarik diri dan menjauhinya,” kata Rachel Sussman, LCSW, seorang terapis pernikahan dan keluarga di New York, melansir dari Womens Health Mag.

5. Selalu Membuat Alasan untuk Perilaku Buruknya

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah selalu membuat alasan untuk perilaku buruk yang dilakukannya.

Apabila Moms selalu mencoba mencari alasan rasional atas tindakan pasangan Moms, seperti ketidakhadiran pasangan, kurangnya empati, kebiasaan menyebalkan pada teman-teman Moms, atau kurangnya dukungan, itu merupakan salah satu tanda hubungan toxic.

Setiap orang punya minggu-minggu yang penuh tekanan dan stres. Keadaan itu bukanlah suatu alasan untuk seseorang bisa berbuat seenaknya dan tidak mendengarkan Moms.

Apabila Moms selalu merasakan hal ini, mungkin sebaiknya Moms berpikir ulang mengenai hubungan ini.

6. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah merasa lelah sepanjang waktu, baik secara fisik dan emosi dalam sebuah hubungan.

Hubungan toxic memang benar-benar akan menguras energi dan membuat Moms lelah sepanjang waktu.

Hubungan yang tidak sehat akan membuat tubuh jadi tidak sehat, membuat Moms jadi tidak memikirkan diri sendiri. Waspada dengan tanda utama yang satu ini ya, Moms.

Baca Juga: Bahaya Self Diagnose, Bisa Memperburuk Kondisi hingga Memicu Rasa Cemas yang Tidak Perlu

Cara Keluar dari Toxic Relationship

Pasangan Berdiskusi

Foto: Pasangan Berdiskusi (Freepik.com/lifestylememory)

Apabila Moms atau Dads merasakan salah satu atau lebih dari tanda-tanda toxic relationship di atas, sebaiknya segera mengambil tindakan tepat.

Sebab hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Berdasarkan penelitian di The Journals of Gerontology, mengungkap bahwa stres dan kualitas hubungan yang negatif secara langsung memengaruhi sistem kardiovaskular, yang memicu terjadinya peningkatan tekanan darah.

Untuk itu, simak beberapa tips berikut ini agar dapat keluar dari hubungan yang toksik.

1. Coba Cari Jalan Keluar atau Bantuan

Mengutip laman Time, jika dampak dari toxic relationship yang dirasakan bersifat emosional atau mental, Moms harus memutuskan apakah mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pasangan.

Apabila ada pemicu yang mendasari terjadinya toxic relationship dalam hubungan pernikahan, perawatan terapeutik atau medis dapat membantu.

2. Diskusikan dan Ambil Keputusan

Sementara melansir dari Psychology Today, Moms sebaiknya segera mengambil keputusan setelah mencoba diskusi atau menyelesaikan masalah dengan pasangan jika merasakan tanda toxic relationship.

Jika pasangan menerima kata-kata Moms dan meminta maaf, atau setuju bahwa ada masalah besar dan kebutuhan untuk mencari bantuan, mungkin hubungan pernikahan layak untuk diperjuangkan.

Namun jika sebaliknya, pasangan menyalahkan Moms, berperilaku defensif, atau mengabaikannya, Moms mungkin perlu waspada karena toxic relationship semakin memburuk dan membahayakan diri.

Segeralah buat keputusan untuk mengakhiri hubungan dan tetaplah berpegangan teguh pada prinsip.

Meski sangat sulit, ingatlah bahwa dalam mengambil keputusan ini, Moms telah melalui proses yang panjang dan penuh pertimbangan.

Jadi, tetaplah berpegang teguh pada keputusan dan ingat bahwa hal itu akan membuat hidup Moms lebih baik. Jangan sampai Moms terus menyakiti diri sendiri, ya.

Selain itu, jika toxic relationship berdampak lebih jauh pada keselamatan diri Moms, seperti adanya kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau bahkan penelantaran rumah tangga, Moms perlu mencari bantuan orang lain.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual serta Gejalanya, Termasuk Sifilis dan Herpes

3. Kelilingi Diri dengan Hal Positif

Ketika Moms berada dalam toxic relationship, kelelahan mungkin akan muncul sepanjang hari. Baik kelelahan secara emosional, psikologis, hingga psikis.

Maka, penting bagi Moms untuk berusaha menempatkan diri dengan hal-hal positif.

Habiskanlah waktu dengan orang-orang yang membuat Moms merasa baik, manjakan diri dengan makanan favorit atau menonton film.

Moms juga bisa mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, menghabiskan waktu di luar, mengunjungi tempat-tempat baru yang menarik, pergi berlibur, atau melakukan apa pun yang membuat bahagia.

Mengalami masa-masa sulit dalam suatu hubungan dapat menyebabkan stres yang tak terhitung.

Jadi, penting untuk mencoba mengganti emosi negatif itu dengan kepositifan.

Baca Juga: 12 Manfaat Yoga, Meredakan Nyeri Punggung, Mengurangi Kecemasan, hingga Bikin Kulit Bercahaya!

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai toxic relationship, tanda-tandanya, dan cara keluar dari toxic relationship.

Moms perlu waspada dan janganlah ragu mengambil keputusan untuk pergi dari toxic relationship ini.

Setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan, termasuk diri Moms.

  • https://www.psychalive.org/toxic-relationship/
  • https://www.healthline.com/health/toxic-relationship
  • https://www.womenshealthmag.com/relationships/a19739065/signs-of-toxic-relationship/
  • https://academic.oup.com/psychsocgerontology/article/71/5/775/2614058?login=false
  • https://www.verywellmind.com/toxic-relationships-4174665#toc-types