06 Maret 2024

Squirting Wanita saat Hubungan Seks dan Tips Merangsangnya

Squirting bisa terjadi sebelum atau sesudah orgasme, lho!

Pernahkah Moms dan Dads mendengar atau mengalami ejakulasi wanita atau squirting saat melakukan aktivitas seksual?

Jangan bingung dan heran, fenomena ini memang ada dan dapat terjadi, lho!

Pada wanita, kadang tak seluruh aktivitas berhubungan seks bisa berujung pada ejakulasi atau squirting.

Perlu ada sebuah upaya agar wanita bisa mencapai puncak kenikmatan ini.

Namun, bukan hal yang tidak mungkin wanita dapat squirting berkali-kali, lho.

Bagi Dads, berikut ini ada cara membuat wanita ejakulasi atau squirting yang bisa dilakukan.

Yuk, coba untuk pengalaman berhubungan seks yang memuaskan!

Baca Juga: Simak 5 Cara Agar Cepat Haid, Salah Satunya Orgasme!

Apa Itu Squirting?

Ilustrasi Squirting (Freepik.com)
Foto: Ilustrasi Squirting (Freepik.com)

Squirting adalah pelepasan cairan putih dari vagina saat berhubungan seks atau foreplay.

Kondisi ini normal dan menunjukkan bahwa G-spot wanita terstimulasi dengan sempurna.

Squirting sering keliru dianggap kebocoran urine, tapi sebenarnya tidak.

Melansir Style Caster, ejakulasi pada wanita dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:

  • Pertama, ejakulasi yang dikeluarkan dari saluran kencing (uretra).
  • Kedua, cairannya tidak berwarna serta tidak memiliki bau, inilah yang disebut sebagai squirting.

Sedangkan tipe ejakulasi yang kedua datang dari kelenjar prostat wanita dan warnanya cenderung putih seperti susu.

Ketika wanita merasa sangat terangsang, kelenjar ini terisi cairan.

Kemudian tubuh akan mengirim sinyal seperti ingin pipis dan ketika cairan ini keluar, inilah yang disebut squirting.

Squirting tidak selalu keluar seperti semprotan, namun bisa saja menetes ataupun mengalir disertai dengan volume yang berbeda pula.

Hal yang perlu dicatat, walau keluar dari uretra atau saluran kencing, cairan ini bukanlah urine.

Sebuah penelitian BJU International, meneliti tentang dampak positif ejakulasi wanita terhadap kehidupan seksual wanita dan pasangannya.

Dari 320 responden wanita sebanyak 78.8% menyatakan ejakulasi memperkaya kehidupan seksual mereka.

Ejakulasi atau squirting ini dapat dialami oleh wanita berbagai usia yang aktif secara seksual dan dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu.

The International Society for Sexual Medicine menegaskan jika volume ejakulasi cukup bervariasi.

Beberapa wanita bahkan sebenarnya tengah mengalami ejakulasi tetapi tidak menyadarinya, karena cairan bisa mengalir menuju kandung kemih.

Sehingga, apabila Moms bertanya kenapa tidak squirting ketika berhubungan seks, maka sebenarnya tengah mengalaminya tetapi tidak menyadari.

Baca Juga: Serba-serbi Sakit Pundak dan Perawatan Menurut Ahli Ortopedi

Apakah Semua Wanita Squirting?

Ilustrasi Wanita Squirting (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Wanita Squirting (Orami Photo Stock)

Menurut International Society for Sexual Medicine, volume ejakulasi pada squirting dapat bervariasi secara signifikan.

Beberapa wanita mungkin mengalami ejakulasi, tetapi mereka tidak menyadarinya karena cairan tersebut bisa mengalir ke dalam kandung kemih.

Oleh karena itu, jika Moms bertanya mengapa tidak mengalami squirting saat berhubungan seks, sebenarnya mungkin mengalaminya tetapi tidak menyadarinya.

Baca Juga: 4 Gaya Doggy Style Saat Bercinta yang Aman Dilakukan

Tahapan Orgasme Wanita

Wanita Orgasme hingga Squirting (Orami Photo Stock)
Foto: Wanita Orgasme hingga Squirting (Orami Photo Stock)

Dapat dikatakan bahwa wanita memang lebih sulit orgasme hingga mengalami squirting dibandingkan dengan pria.

Hal ini karena wanita memiliki tahapan orgasme, seperti:

1. Fase Excitement

Tahap pertama ini adalah dimana wanita mulai merasa bergairah secara seksual karena pikiran, kata-kata, pemandangan, aroma atau sentuhan.

Moms mungkin merasakan adanya keinginan untuk berhubungan seks pada tahap pertama ini.

Moms juga akan merasakan otot-otot di tubuh mulai menegang, detak jantung dan pernapasan pun menjadi lebih cepat.

Payudara dapat terasa jadi lebih penuh dan puting ikut mengeras.

2. Fase Plateau

Darah akan mulai mengalir lebih banyak ke vagina, membuat klitoris dan dinding vagina terasa membengkak.

Peningkatan aliran darah ini juga menyebabkan vagina menghasilkan lebih banyak cairan pelumas, dan menjadi lebih terasa 'basah'.

Otot-otot akan terus mengencang dan klitoris juga akan terasa sangat sensitif. Pernapasan dan detak jantung menjadi lebih intens. 

Baca Juga: Penjelasan Hasil Testpack, Bagaimana Jika Garisnya Samar?

3. Fase Orgasme

Ketika Moms mencapai klimaks atau puncak gairah seksual, ini disebut sebagai orgasme.

Tepat sebelum orgasme, otot-otot di seluruh tubuh semakin tegang. 

Saat orgasme dimulai, otot-otot di vagina makin mengencang dan melepaskan (berkontraksi) secara berirama.

Orgasme umumnya hanya berlangsung beberapa detik.

Selama waktu ini Moms akan mengalami kontraksi dan kejang otot yang tidak disengaja.

Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan akan berada pada titik tertinggi.

Umumnya akan muncul pula pelepasan ketegangan seksual yang tiba-tiba dan kuat.

Uniknya, wanita berpeluang mengalami satu kali orgasme atau lebih (multiple orgasm)

Tahap terakhir ini adalah saat Moms merasa benar-benar rileks secara keseluruhan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb