2-3 tahun

29 Oktober 2021

Agoraphobia pada Anak, Berikut Gejala dan Penyebabnya

Simak ya Moms penjelasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Setiap anak memiliki jenis fobianya sendiri. Seperti fobia pada unggas, laba-laba, ruang gelap, atau ruang sempit. Namun, ada juga beberapa anak yang justru mengalami rasa takut berlebih saat ia harus berada di tempat terbuka yang dinamakan dengan agoraphobia.

Jamie Howard, PhD, seorang psikolog anak di Child Mind Institute, Amerika, menyatakan orang dengan agoraphobia khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka keluar rumah.

Saat berada di luar, mereka merasa bahwa dunia adalah tempat yang tidak aman, tidak dapat melarikan diri, dan tidak akan ada orang yang dapat membantu mereka

Beberapa orang dengan agorafobia juga mengalami serangan panik atau gangguan panik. Ketika gejalanya parah, mereka dapat mencegah seseorang meninggalkan rumah mereka.

Hal ini karena orang dengan agorafobia mungkin memerlukan bantuan dari seorang teman untuk mengunjungi tempat-tempat umum.

Mereka mungkin merasa tidak dapat meninggalkan rumah sendiri.

Baca Juga: Mysophobia, Fobia Terhadap Kuman dan Bakteri yang Kotor

Gejala Anak yang Mengalami Agoraphobia

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: kinzoo

Anak yang menderita agoraphobia umumnya akan merasa cemas dan stres ketika mereka memikirkan atau berada di tempat atau situasi dimana bantuan mungkin tidak tersedia.

Inilah yang membuat mereka sulit keluar dan merasa sangat malu.

Mereka juga bisa merasa bahwa terdapat ancaman untuk mereka jika mereka berada di luar rumah. Anak-anak akan menghindari situasi yang memicu perasaan seperti ini.

Anak-anak dengan agorafobia mungkin tidak dapat menjelaskan mengapa mereka merasa takut.

Tanda pertama mungkin perilaku yang membingungkan, seperti bersikeras bahwa mereka tidak dapat melakukan perjalanan melalui jembatan atau aktivitas luar ruangan lainnya.

Karena anak-anak dengan agorafobia mungkin menolak untuk meninggalkan rumah, Moms bisa saja salah persepsi sehingga menyimpulkan dengan jenis kecemasan lain, seperti kecemasan sosial atau kecemasan perpisahan.

Itulah mengapa penting untuk mendapatkan evaluasi dari profesional kesehatan mental jika Moms berpikir bahwa Si Kecil mungkin menderita agorafobia.

Menurut jurnal dari American Psychological Association, agorafobia pada anak ditandai dengan 3 karakteristik, yaitu serangan panik, kecemasan saat berpisah, ketakutan, serta menghindari keramaian dan tempat umum.

Namun, untuk gejala fisik yang terkait dengan rasa takut berlebih pada anak seperti agoraphobia dapat mencakup gejala serangan panik, seperti:

Baca Juga: Segala Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang Cynophobia, Fobia Terhadap Anjing

Penyebab Rasa Takut Berlebih pada Anak

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: mindyra

Dikutip dari Mayo Clinic, agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana penderita merasa takut dan menghindari tempat atau situasi yang dapat menyebabkan ia panik dan membuatnya merasa terjebak, tidak berdaya, atau malu.

Penderita takut pada situasi aktual atau yang diantisipasi, seperti menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka atau tertutup, berdiri dalam antrean, atau berada di tengah orang banyak.

Penyebab utama rasa takut berlebih pada anak tidak dapat dipastikan. Namun, pada anak bisa terjadi secara sadar atau tidak sadar.

Sayangnya, tidak jarang seorang anak yang menderita agoraphobia memiliki gangguan kecemasan lainnya.

Kecemasan sosial adalah kekhawatiran bahwa Moms akan mempermalukan diri sendiri melakukan hal-hal sehari-hari.

Untuk seorang anak yang memiliki kecemasan sosial dan agorafobia, itu akan membuatnya merasa keluar rumah hanya akan memicu ketakutan.

Baca Juga: Anak Takut Naik Pesawat, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Mengatasi Rasa Takut Berlebih pada Anak

Dikutip dari New York Times, ada 3 hal yang dapat Moms dan Dads lakukan untuk membantu Si Kecil yang mengalami rasa takut berlebih. Berikut ini tindakan yang bisa Moms dan Dads coba.

1. Bantu Ia Merasa Aman dari Rasa Takutnya

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: thriveworks

"Cari tahu apa yang dikatakan pikiran mereka kepada mereka. Apakah ia takut jika seekor anjing menggigitnya, ia akan mati atau kehilangan anggota tubuh?" ungkap Tamar Chansky, Ph.D., seorang psikolog klinis dan penulis Freeing Your Child from Anxiety.

Anak-anak dapat memiliki ide-ide yang agak tidak realistis tentang apa yang akan terjadi, dan tugas Moms adalah untuk dengan lembut memperbaiki kesalahpahaman mereka.

Cobalah mengatakan sesuatu seperti, “Oh, jika kamu berpikir seekor anjing dapat menggigit kakimu, tidak heran jika kamu takut!”.

Cari tahu dengan spesifik ketakutan mereka pada anjing tertentu atau semua anjing, kegelapan atau malam hari.

Baca Juga: 6 Cara Menghadapi Fobia Sosial Pada Anak

2. Paparkan Pada Anak

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: thriveworks

Bukan memaksa mereka menghadapi rasa takut berlebih pada anak secara ekstrem, melainkan berikan informasi sebanyak mungkin mengenai apa yang ia takutkan dan lakukan hal ini secara bertahap.

Tujuannya adalah untuk mengekspos anak pada pemikiran bahwa hal itu tidak menakutkan. Dengan demikian, diharapkan anak bisa mengganti responsnya dan jadi lebih tenang serta rasional.

Jika hal ini sulit dilakukan, Moms bisa meminta bantuan terapis.

Pada awal terapi pemaparan, dokter akan menjelaskan bagaimana menghadapi kecemasan sebenarnya membantunya memudar secara bertahap.

Kemudian, dokter dan pasien akan bekerja sama untuk menghadapi pemicu kecemasan secara bertahap dan terkontrol dengan hati-hati.

Dalam kasus agorafobia, itu berarti mengunjungi tempat-tempat yang dihindari anak. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan terapi paparan pendukung guna mengatasi gejala fisik yang terjadi pada anak.

Ini disebut paparan interoseptif, yang merupakan jenis terapi paparan yang menginduksi gejala fisik yang terkait dengan serangan panik, untuk secara bertahap meredakan kecemasan yang ditimbulkannya.

Misalnya, ketika jantung anak sering merasa berdebar kencang dan berkeringat saat panik atau cemas, dokter akan membuat pemicu dari gejala tersebut.

Ketika anak mengalami gejala kecemasan tersebut, dokter pun membantu mereka mempraktikkan teknik pernapasan dalam yang dirancang untuk menenangkan gejala fisik mereka.

Dengan begitu, membantu mereka merasa lebih bisa mengendalikan gejalanya.

Apabila ia mengalami kemajuan dalam mengatasi rasa takutnya, jangan lupa berikan pujian, ya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Menangani Anak Takut Air

3. Tuntun Pikiran Anak ke Arah Positif

agoraphobia pada anak, anak mengalami agoraphobia

Foto: understood.org

Daripada bertanya, "Nanti takut nggak kalau ditinggal di sekolah?", ada baiknya Moms menuntun pikiran anak yang mengalami rasa takut berlebih pada anak ke arah yang lebih positif.

Gunakan kalimat seperti, "Semoga hari ini menyenangkan di sekolah, ya!" Dengan demikian anak pun akan menangkap perasaan positif yang Moms berikan padanya.

Kenyamanan dan rasa cinta yang orang tua berikan tentu dapat membantu anak yang merasakan rasa takut berlebih dapat menghadapi situasi lebih baik lagi.

Baca Juga: 5 Trik Agar Anak Tidak Takut Disuntik

Itu dia informasi penting terkait agorafobia pada anak yang perlu dipahami. Ingat ya Moms, jika Si Kecil mengalami ketakutan berlebih dalam batas yang tak wajar, jangan ragu untuk membawanya konsultasi ke dokter atau terapis, ya.

  • https://psycnet.apa.org/record/1989-36559-001
  • https://childmind.org/article/agoraphobia-in-children/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/agoraphobia/symptoms-causes/syc-20355987
  • https://parenting.nytimes.com/childrens-health/childhood-fears-anxiety
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/162169
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait