16 September 2022

Mengenal Gangguan Panik, Bukan Sekadar Panik Biasa!

Panik berlebihan disertai jantung berdebar dan nyeri dada? Bisa jadi itu gangguan panik!
Mengenal Gangguan Panik, Bukan Sekadar Panik Biasa!

Gangguan panik bukan sekadar masalah kesehatan mental yang biasa.

Orang dengan kondisi ini bisa sangat terganggu sekali dengan gejalanya.

Yuk, Moms dan Dads kenali gangguan panik lebih jauh lewat ulasan di bawah ini!

Apa Itu Gangguan Panik?

Gangguan Panik
Foto: Gangguan Panik (Hello Giggles)

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), gangguan panik adalah jenis kecemasan yang ditandai dengan serangan panik yang intens, berulang, dan tidak terduga.

Ketakutan dan kecemasan bisa menjadi reaksi normal terhadap situasi tertentu dan peristiwa yang membuat stres.

Gangguan panik berbeda dari ketakutan dan kecemasan normal.

Hal itu karena gangguan panik sering kali bersifat ekstrem dan muncul secara tiba-tiba.

Seseorang dengan panic disorder mungkin mengalami gejala, seperti perasaan teror yang parah, pernapasan cepat, dan jantung berdebar kencang.

Orang dengan gangguan panik mungkin mengalami serangan secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.

Akan tetapi, kemunculan gejalanya juga dapat didahului oleh semacam peristiwa atau situasi yang memicu trauma.

Baca juga: Mengenal Emotional Eating, Makan Berlebihan saat Stres

Tanda dan Gejala Gangguan Panik

Mengenal Gangguan Panik, Bukan Sekadar Panik Biasa 2
Foto: Mengenal Gangguan Panik, Bukan Sekadar Panik Biasa 2 (Life Stance)

Dilansir Very Well, Anxiety and Depression Association of American menyebutkan, hampir 6 juta orang dewasa di Amerika mengalami gejala gangguan panik.

Gangguan panik alias panic disorder itu sendiri dapat menyerang kapan saja dalam hidup.

Gejala paling sering dimulai pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

Wanita dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi ini daripada pria.

Banyak orang yang hidup dengan gangguan panik menggambarkan perasaan seolah-olah mereka mengalami serangan jantung atau di ambang kematian.

Di samping itu, gejala lain dari gangguan panik yang umum terjadi, meliputi:

  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Perasaan teror ekstrem yang terjadi tiba-tiba tanpa peringatan
  • Mati rasa di tangan dan kaki
  • Jantung berdebar
  • Napas cepat
  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Merasa lemah

Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda.

Ada pula yang mengalami gejala yang tidak disebutkan di atas.

Jika Moms dan Dads mengalami gejala-gejala yang sekiranya berkaitan dengan gangguan panik, jangan tunda untuk segera ke dokter.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, sekaligus mendapatkan pengobatan yang paling tepat.

Baca juga: Kecemasan Berlebih, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Apa Penyebab Gangguan Panik?

Penyebab Gangguan Panik
Foto: Penyebab Gangguan Panik (Wicked List)

Penyebab pasti gangguan panik belum diketahui dengan jelas.

Namun, banyak ahli kesehatan mental percaya bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor kombinasi, termasuk lingkungan, biologis, dan psikologis.

Berikut ini penjelasannya:

  • Usia: Gangguan panik atau panic disorder biasanya berkembang antara usia 18 dan 35 tahun
  • Jenis melamin: wanita berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami panic disorder daripada pria
  • Genetik: memiliki anggota keluarga dengan gangguan panik dapat meningkatkan risiko Moms dan Dads untuk mengembangkan kondisi serupa
  • Trauma: mengalami peristiwa traumatis, seperti menjadi korban kekerasan seksual, juga dapat meningkatkan risiko gangguan panik
  • Transisi hidup: mengalami peristiwa hidup yang sulit, termasuk kematian orang yang dicintai, perceraian, pernikahan, kesulitan memiliki anak, atau kehilangan pekerjaan juga dapat meningkatkan risiko

Baca juga: Merlopam, Obat untuk Atasi Gangguan Kecemasan dan Insomnia

Pilihan Pengobatan Gangguan Panik

Mengenal_Gangguan_Panik_Bukan_Sekadar_Panik_Biasa
Foto: Mengenal_Gangguan_Panik_Bukan_Sekadar_Panik_Biasa (Ask Hr Green)

Gangguan panik, seperti gangguan kecemasan lainnya, bisa diobati dengan psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi dari keduanya.

Lebih jelas, mari bahas satu per satu pengobatan gangguan panik.

1. Psikoterapi

Psikoterapi untuk gangguan panik dapat mencakup beberapa pendekatan yang berbeda, termasuk:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Ini membantu mempelajari cara berpikir baru dan bereaksi terhadap situasi yang memicu kecemasan.
  • Terapi pemaparan, yang secara progresif mengekspos penderita panic disorder ke objek dan situasi yang memicu respons rasa takut saat mengajar atau mempraktikkan strategi relaksasi baru.
  • Psikoterapi psikodinamik yang berfokus pada panik (PFPP). Ini bertujuan untuk mengungkap konflik dan pengalaman mendasar yang mungkin memengaruhi perkembangan panik dan kecemasan.

2. Obat-obatan

Obat-obatan untuk gangguan panik (panic disorder) termasuk dalam salah satu dari dua kategori, yakni antidepresan dan antikecemasan.

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) adalah kelas antidepresan yang paling sering diresepkan untuk gangguan panik, termasuk:

  • Paxil (paroxetine)
  • Prozac (fluoksetin)
  • Celexa (citalopram)
  • Zoloft (sertraline)

Benzodiazepin adalah kelas obat anti-kecemasan yang biasa diresepkan.

Obat ini dapat membantu mengurangi keparahan serangan panik secara akut.
Beberapa obat yang termasuk golongan antikecemasan, termasuk:

  • Ativan (lorazepam)
  • Klonopin (klonazepam)
  • Valium (diazepam)
  • Xanax (alprazolam)

Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental, Yuk Coba!

3. Perubahan Gaya Hidup

Selain di atas, penderita gangguan kecemasan juga mesti mengubah gaya hidup.

Hal ini bertujuan untuk membantu mengatasi gejala gangguan panik dengan lebih baik.

Beberapa perubahan gaya hidup yang dimaksud, di antaranya:

  • Olahraga teratur untuk membantu mengurangi stres, kecemasan, dan sesak di seluruh tubuh. Aktivitas ini pun dapat mengurangi frekuensi serangan panik.
  • Perbaiki kualitas tidur. Tidur cukup setiap hari penting untuk kesehatan mental yang lebih stabil. Jika memiliki gangguan tidur, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
  • Jaga pola makan tetap sehat dengan porsi yang sesuai. Kurangi juga asupan kafein, alkohol, dan MSG dalam makanan atau minuman
  • Lakukan latihan relaksasi, misalnya dengan bermeditasi, menulis jurnal, dan latihan pernapasan.

Waspada, gangguan panik dapat terjadi pada siapa saja, termasuk Moms dan Dads.

Dengan mengetahui penyakit mental ini, diharapkan Moms dan Dads menjadi lebih waspada akan setiap kemungkinan yang ada.

Apabila curiga mengalami gejala gangguan panik, jangan tunda untuk segera berobat ke psikolog atau psikiater, ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.