Trimester 1

11 Mei 2021

Mengenal Emotional Eating dan Cara Menanganinya

Perlukah waspada dengan “emotional eating” selama hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Emotional eating menjadi hal yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Bahkan, terkadang kita melakukan emotional eating tanpa disadari dan menganggapnya sebagai hal yang normal.

Apakah Moms mengalami hal yang namanya emotional eating? Bila Moms cenderung makan banyak saat marah atau mengalami depresi, atau mencoba mengendalikan emosi melalui makanan dan mencoba mengubahnya, maka artikel ini akan membantu Moms mengatasi emotional eating saat hamil.

Moms, ketahuilah bahwa kita tak selamanya makan untuk memenuhi lapar secara fisik. Dilansir dari HelpGuide, banyak dari kita yang makan untuk membuat hati nyaman, keluar dari stres atau memberikan penghargaan pada diri sendiri.

Baca Juga: 13 Manfaat Pisang untuk Kesehatan, Salah Satunya Bisa jadi Menu Diet Sehat!

Dan ketika kita melakukannya, jenis makanan yang biasanya menjadi pilihan adalah junk food, makanan manis dan makanan tak sehat lainnya namun membuat kita nyaman dan bahagia.

Moms mungkin memilih untuk makan es krim ketika suasana hati tidak nyaman atau malah memesan pizza ketika bosan dan merasa lelah karena tekanan pekerjaan yang tanpa henti. Hal tersebutlah yang dinamakan emotional eating.

Sederhananya, emotional eating adalah menggunakan makanan untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Untuk memenuhi kebutuhan emosional daripada kebutuhan fisik.

Sayangnya, melakukan hal ini tidak membantu untuk menyelesaikan masalah emosional yang sedang Moms hadapi. Faktanya, hal ini malah membuat Moms merasa lebih buruk dari yang seharusnya.

Pernahkah Moms merasa berdosa dan bersalah pada tubuh karena makan mi instan tengah malam hanya karena merasa butuh makan untuk melepaskan penat? Ya penyesalan seperti itulah yang kerap didapatkan.

Yuk ketahui apa itu emotional eating lebih dalam di sini!

Pengertian Emotional Eating

emotional eating

Foto: Orami Photo Stock

Banyak wanita dengan gangguan makan sedikit terbebas dari gangguan tersebut saat hamil, namun kehamilan tampaknya memicu satu jenis gangguan makan pada beberapa wanita, sebuah penelitian baru menunjukkan.

Wanita berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah tampaknya sangat rentan terhadap perkembangan gangguan ini selama kehamilan, demikian menurut Cynthia Bulik, PhD, yang memimpin tim penelitian tersebut.

Emotional eating sering juga disebut binge eating disorder yaitu gangguan makan berlebihan yang kompulsif.

Wanita yang mengalami ini menggunakan makanan sebagai cara pelampiasan untuk mengatasi emosi atau stres yang tidak diinginkan.

Emotional eating bisa membuat menstruasi jarang atau bahkan berhenti. Bila ini terjadi, tubuh tidak melepaskan telur (berovulasi) sebagaimana mestinya setiap bulannya. Hal ini bisa membuat sulit hamil.

Penyebab Emotional Eating

emotional eating

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Journal of Eating Disorders, hal-hal yang berkaitan dengan stres bisa menjadi penyebab emotional eating.

Tak hanya itu, bahkan kondisi kesehatan dan masalah percintaan pun bisa menjadi salah satu akar dari kondisi ini.

Bukan hanya terjadi pada ibu hamil, emotional eating bisa terjadi pada siapa saja. Namun menurut berbagai macam penelitian kondisi ini memang lebih banyak dan lebih umum dialami oleh perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki,

Lalu, apa yang menyebabkan makanan dianggap sebagai jalan keluar?

Emosi negatif biasanya akan membuat seseorang merasa kosong. Makanan sendiri dipercaya bisa mengisi kekosongan tersebut.

Dengan mengisi tubug dengan makanan, banyak orang merasa sudah mengisi kekosongan dan merasa penuh. Padahal hal tersebut adalah cara yang salah.

Baca Juga: Sama-sama Gangguan Makan, Apa Bedanya Bulimia dan Anoreksia?

Perbedaan Emotional Eating dan Ngidam

emotional eating

Foto: Orami Photo Stock

Karena makanan tertentu meningkatkan aktivitas neurotransmitter di otak, makanan ini menciptakan perubahan biokimia lainnya yang memberikan kenyamanan.

Namun, ini hanya berlangsung singkat dan ketika emosi dan perasaan itu muncul setelah beberapa saat, Moms tetap harus menghadapinya.

Moms mengalami emotional eating yang melebihi ngidam biasa jika:

  • Makan tak terkendali terutama bila sedang marah atau depresi
  • Kerap makan diam-diam karena rasa malu atau bersalah
  • Sering makan banyak meskipun tidak lapar, dan terkadang sampai merasa eneg (mual)

Emotional Eating Selama Kehamilan

emotional eating

Foto: Orami Photo Stock

Dorongan untuk makan berlebihan bisa hilang selama kehamilan pada beberapa wanita. Tetapi penelitian menyebutkan pola makan berlebih sering berlanjut bahkan banyak wanita mengalami kelainan ini pertama kalinya saat hamil.

Kebanyakan wanita yang mengalami emotional eating pasti memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Jika ini terjadi, Moms juga memiliki masalah tertentu selama kehamilan, termasuk:

  • Tekanan darah tinggi dan terlalu banyak protein dalam urine (preeklamsia)
  • Gula darah tinggi saat hamil (gestational diabetes)
  • Kemungkinan operasi Caesar
  • Infeksi setelah bayi lahir
  • Kehilangan bayi sebelum lahir (keguguran)
  • Waktu persalinan lama, yang bisa meningkatkan komplikasi kelahiran
  • Memiliki bayi dengan cacat lahir
  • Kelahiran prematur, yang membuat bayi berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan

Baca Juga: 4 Dampak Obesitas Pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Mengatasi Kondisi Emotional Eating

Jika Moms mengalami gangguan makan emotional eating saat hamil atau tidak, Moms memerlukan dukungan ekstra untuk membantu Moms dan bayi tetap sehat dan tubuh Moms juga sehat.

Langkah pertama yang baik menuju kehamilan yang sukses adalah belajar bagaimana makan berlebihan dapat mempengaruhi tubuh dan janin.

Berikut adalah beberapa langkah mengatasi kondisi ini:

  • Mintalah bantuan ahli yang dapat membimbing Moms melewati kehamilan dengan aman.
  • Buat janji ekstra dengan dokter atau bidan untuk melacak pertumbuhan bayi
  • Pertimbangkan konseling dan terapi termasuk konseling pribadi, konseling nutrisi, terapi kelompok/keluarga, dan terkadang pengobatan.
  • Mengikuti kelompok pendukung untuk orang-orang dengan gangguan makan
  • Seimbangkan kalori ekstra dengan olahraga
  • Makan secara proporsional dengan kombinasi protein dan karbohidrat yang akan membuat perut tetap kenyang sehingga mengendalikan keinginan terlalu banyak makan
  • Temukan kegiatan alternatif seperti mandi, berjalan-jalan atau tidur siang
  • Jauhkan semua makanan yang memicu keinginan makan berlebihan
  • Gunakan piring dan wadah kecil

Baca Juga: 3+ Cara Atasi Stres Akibat Toilet Training yang Gagal Terus

Perlu diketahui Moms, olahraga adalah salah satu jalan yang tepat untuk menghilangkan kondisi ini. Dalam sebuah studi yang berjudul

A Pilot Study Measuring the Impact of Yoga on the Trait of Mindfulness pun meneliti mengenai masalah hubungan yoga dan juga kesehatan mental seseorang.

Partisipan diminta untuk melakukan yoga selama delapan minggu. Mereka pun kemudian dinilan berdasarkan perhatian dan pemahaman terhadap kegiatan ini dan juga kondisi mental yang diidap.

Hasil dari studi ini adalah yoga dilakukan secara rutin bisa menjadi kegiatan yang baik untuk membantu mengurangi perasaan gelisah dan juga depresi. Jadi olahraga ini bisa efektif menghilangkan kekhawatiran Moms terhadap masalah kehidupan.

Nah itu dia Moms penyebab dan juga cara Moms keluar dari situasi emotional eating. Selamat mencoba!

  • https://www.helpguide.org/articles/diets/emotional-eating.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2859040/#!po=6.48148
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19751539/#:~:text=Results%3A%20Results%20indicate%20that%20the,01).
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait