Kesehatan

13 Desember 2020

Akibat Kekurangan Vitamin K, Inilah yang Terjadi!

Cari tahu akibat kekurangan vitamin K bagi tubuh yuk Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Vitamin K adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak. Jurnal Seatpearls menjelaskan ada beberapa protein yang bergantung pada vitamin K yang terlibat dalam koagulasi, perkembangan tulang, dan kesehatan jantung. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan, perkembangan tulang yang buruk, osteoporosis, dan peningkatan penyakit kardiovaskular

Ada dua jenis utama vitamin K. Vitamin K1 (phylloquinone) berasal dari tumbuhan, terutama sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung. Vitamin K2 (menaquinone) secara alami dibuat di saluran usus dan bekerja mirip dengan K1.

Vitamin K berperan penting dalam proses koagulan atau yang lebih dikenal dengan pembekuan darah. Pembekuan adalah proses yang membantu mencegah pendarahan berlebihan baik di dalam maupun di luar tubuh.

Tubuh Moms membutuhkan vitamin K untuk menghasilkan protein yang bekerja selama proses pembekuan. Jika Moms kekurangan vitamin K, tubuh tidak memiliki cukup protein ini, sehingga akan lebih mudar terjadi perdarahan.

Selain itu, Para ilmuwan juga percaya bahwa vitamin K membantu tulang tumbuh dan tetap sehat.

Kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa karena banyak makanan yang mengandung cukup banyak K1, dan tubuh membentuk sendiri vitamin K2.

Kemudian, tubuh juga sangat baik dalam mendaur ulang pasokan vitamin K yang ada. Namun, dalam kondisi tertentu dan beberapa obat dapat mengganggu penyerapan dan pembuatan vitamin K, sehingga memungkinkan untuk menjadi kekurangan.

Kekurangan vitamin K lebih sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Biasanya, bayi akan mengalami perdarahan langka setelah lahir akibat kekurangan vitamin K.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Wajib Mendapat Suntik Vitamin K?

Gejala Kekurangan Vitamin K

Akibat Kekurangan Vitamin K

foto: freepik.com

Gejala utama kekurangan vitamin K adalah pendarahan yang berlebihan. Ingatlah bahwa pendarahan dapat terjadi di area selain di tempat luka atau luka.

Ciri-ciri orang mengalami kekurangan vitamin K adalah, mudah memar, terdapat gumpalan darah kecil do bawah kuku, terdapat perdarahan di selaut lender di seluruh tubuh dan memiliki feses yang tampak hitam pekat dan mengandung sedikit darah. Semua gejala ini terdapat pada orang dewasa.

Moms yang sudah mengalami gejala akibat kekurangan vitamin K sebaiknya segera menghubungi dokter. Karena gejala kekurangan vitamin K pada orang dewasa, seperti perdarahan yang tidak segera diatasi akan memberikan dampak negatif. Bahkan, kebanyakan kasus perdarahan akibat kekurangan vitamin K tidak dapat disembuhkan.

Sementara bayi yang mengalami kekurangan vitamin K memiliki gejala seperti, terdapat perdarahan saat tali pusat dicabut. Kemudian perdarahan di kulit, hidung, saluran pencernaan, atau area lain.

Kekuran vitamin K pada bayi juga bisa ditandai dengan perdarahan setelah sunat. Namun yang lebih parah adalah terjadi perdarahan mendadak di otak yang bisa mengancam jiwa si bayi akibat kekurangan vitamin K.

Pada bayi sudah terdeteksi VKDB sebaiknya segera ditangani dengan cepat, sehingga bayi aka terhindar dari kematian. Namun, jika perdarahan, yang dikenal sebagai perdarahan intrakranial, berlangsung terlalu lama atau tidak ditangani, kerusakan otak atau kematian dapat terjadi.

Baca Juga: Perlukah Bayi Diberi Suplemen Vitamin?

Penyebab Kekurangan Vitamin K

Akibat Kekurangan Vitamin K

foto: freepik.com

Walaupun jarang dialami oleh orang dewasa, tetapi orang-orang yang memiliki kondisi tertentu lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin K, seperti sedang konsumsi obat anti koagulan untuk pengenceran darah.

Kemudian konsumsi antibiotic, mengalami kondisi sehingga tubuh tidak bisa menyerap lemak dengan baik dan memiliki pola makan yang sangat kekurangan vitamin K.

Antikoagulan kumarin mengganggu produksi protein yang terlibat dalam pembekuan darah.

Beberapa antibiotik menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit vitamin K. Antibiotik lain dapat menyebabkan vitamin K menjadi kurang efektif dalam tubuh.

Kesulitan menyerap lemak atau fat malabsorption bisa disebabkan oleh kondsi tertentu, misalnya memiliki penyakit autoimun (penyakit celiac), kista, gangguan pada usus atau saluran empedu dan ada bagian usus yang dibuang.

Sementara, bayi yang mengalami kekurangan darah juga dapat disebabkan oleh beberapa alasan, ASI yang kurang vitamin K. Kemudian, proses transfer vitamin K tidak berjalan dengan baik melalui placenta itu kepada bayi. Liver bayi tidak menggunakan vitamin secara efisien dan bayi tidak dapat memproduksi sendiri vitamin K2 selama masa awal kehidupannya.

Baca Juga: Seberapa Penting Pemberian Vitamin Pada Balita?

Diagnosis Kekurangan Vitamin K

Akibat Kekurangan Vitamin K

foto: freepik.com

Cara mengetahuiu Moms kekurangan vitamin K, biasanya dokter akan memeriksa riwayat kesehatan untuk memahami apakah Moms memang berisiko menjadi orang yang mengalami kekurangan vitamin K.

Kemungkinan besar dokter akan melakukan tes koagulasi yang disebut tes waktu protrombin (PT) untuk melihat apakah Moms kekurangan vitamin K melalui gejala yang Moms sebukan. Tes ini adalah tes darah yang mengukur berapa lama darah Moms membeku.

Biasanya, Moms yang akan menjalankan tes ini akan diminta untuk tidak konsumsi makanan dengan kandungan vitamin K tinggi, seperti hati hewan, kembang kol, brokoli, buncis, kangkung, teh hijau, dan kedelai.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Mengonsumsi Multivitamin Anak?

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin K

Akibat Kekurangan Vitamin K

foto: freepik.com

Perawatan untuk Moms yang mengalami kekurangan vitamin K biasanya dengan obat phytonadione, yaitu vitamin K1. Seringkali dokter meresepkannya sebagai obat oral. Seorang dokter atau perawat mungkin juga menyuntikkannya di bawah kulit (bukan ke pembuluh darah atau otot). Dosis untuk orang dewasa berkisar antara 1 sampai 25 miligram (mg).

Dokter akan meresepkan dosis phytonadione yang lebih kecil untuk seseorang yang menggunakan antikoagulan. Biasanya dosis ini sekitar 1 sampai 10 mg. Hal ini untuk menghindari komplikasi akibat antikoagulan yang mengganggu produksi vitamin K tubuh.

Journal of The American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa bayi yang baru lahir mendapatkan suntikan tunggal 0,5 sampai 1 mg vitamin K1 saat lahir. Dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan jika ibu telah mengonsumsi antikoagulan atau obat anti kejang.

Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Vitamin Ikan?

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin K

Akibat Kekurangan Vitamin K

foto: freepik.com

Tidak ada jumlah pasti vitamin K yang harus Moms konsumsi setiap hari. Namun, ahli gizi menganggap 120 mcg cukup untuk pria dan 90 mcg cukup untuk wanita. Beberapa makanan, termasuk sayuran berdaun hijau, mengandung vitamin K yang sangat tinggi dan akan memberikan semua yang Moms butuhkan dalam satu porsi.

Satu suntikan vitamin K yang diberikan pada bayi akan mengurangi resiko bayi kekurangan vitamin K.

Selain itu, orang yang mengalami malabsorpsi lemak harus konsultasi dengan dokter sebelum konsumsi suplemen vitamin K. Hal yang sama berlaku untuk orang yang memakai warfarin dan antikoagulan serupa.

Cara terbaik untuk mendapatkan kebutuhan vitamin K harian adalah dengan mengonsumsi sumber makanan. Vitamin K dapat ditemukan dalam makanan berikut, Sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, bayam, lobak hijau, sawi, lobak Swiss, sawi, peterseli, romaine, dan selada daun hijau.

Kemudian, sayuran seperti kubis Brussel, brokoli, kembang kol, dan kubis juga sumber vitamin K yang bagus untuk tubuh. Selanjutnya, Ikan, hati, daging, telur, dan sereal juga merupakan makanan yang mengandung banyak vitamin K.

Baca Juga: Ini Tanda Tubuh Jika Kekurangan Vitamin dan Mineral

Moms, sudah tahukan apa akibat kekurangan vitamin K di dalam tubuh? Mulai sekarang mulai perhatikan pola makan agar lebih sehat ya Moms.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait