07 Maret 2023

Anak Dimusuhi Temannya? Bantu Si Kecil Hadapi dengan Cara Ini!

Dukung anak untuk berani mengambil sikap menghadapi teman bermasalah

Ketika anak dimusuhi temannya, pasti Si Kecil merasa sedih sehingga sebagai orang tua, Moms dan Dads perlu membantu mereka untuk mengatasinya.

Wajar apabila anak yang mendapat penolakan di lingkungan sosial mengalami perasaan sedih, kecewa, dan merasa tidak dihargai.

Sebaiknya, orang tua tidak menganggap hal ini sebagai masalah sepele. Jangan diremehkan, tetapi rangkullah mereka dengan lembut.

Sebab, studi di Journal of Biological Sciences menyebutkan bahwa pengalaman penolakan sosial sangat mirip dengan rasa sakit fisik. Jadi, bersikaplah lembut pada buah hati.

Baca Juga: Kenali Tahap Perkembangan Sosial Anak Usia 1–5 Tahun dan Cara untuk Mengajarinya Bersosialisasi

Dampak Anak Dimusuhi Temannya

Anak Dibully
Foto: Anak Dibully (Freepik.com/gpointstudio)

Saat anak dimusuhi temannya dan mereka hanya dapat menerima, hal ini dapat menyebabkan toxic friendship atau persahabatan yang tidak sehat.

Tentunya, ada banyak dampak negatif yang akan dirasakan anak bila terlalu lama berada dalam toxic friendship , seperti tekanan emosional, citra diri negatif, hingga depresi.

Bila tidak segera diatasi, toxic friendship juga akan mengganggu perkembangan kepribadian dan kelancaran belajar anak di sekolah.

Itulah kenapa menurut psikolog klinis Dr. Susan Heitler pada laman Psychology Today menjelaskan bahwa, Moms harus jeli dalam memperhatikan tanda anak terjebak pada toxic friendship, seperti:

  • Perubahan kepribadian drastis, termasuk jadi sering berbohong, membantah atau berkata kasar, dan melanggar aturan.
  • Performa sekolah menurun, sering mengabaikan tugas dan PR (Pekerjaan Rumah), juga sering keluar rumah tanpa alasan jelas.
  • Tampak sering meragukan diri sendiri dan terlalu bergantung pada pendapat teman.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Kecemasan Sosial, Kenali Penyebabnya

Cara Membantu Anak Dimusuhi Temannya

Mengatasi anak yang dimusuhi temannya memang harus dilakukan secepat mungkin.

Tapi, yang jelas tidak dengan cara melarang anak menemui temannya, menghakimi atau mengkritik anak, apalagi langsung memarahi teman yang bersangkutan.

Akan lebih bijak dan efektif kalau Moms membantu anak keluar dari toxic friendship dengan beberapa cara berikut:

1. Bicarakan Dengan Anak

Komunikasi Orang Tua dengan Anak
Foto: Komunikasi Orang Tua dengan Anak (Usatoday.com)

Menurut Matthew Goldine PhD, seorang Psikolog Klinis Anak, membuka diskusi tentang perubahan yang Moms lihat pada diri anak saat dia bergaul dengan teman tertentu adalah langkah penting untuk mengatasi toxic friendship anak.

Tak perlu menghakimi atau berkomentar negatif tentang temannya ya, Moms.

Lebih baik berikan beberapa pertanyaan untuk membantu Moms dan anak mengevaluasi hubungan dengan temannya, seperti:

  • “Apa yang kamu rasakan saat sedang bersama X?”
  • “Menurutmu, apa X termasuk dalam kriteria teman yang baik seperti yang sudah pernah kita diskusikan sebelumnya?”
  • “Andaikan kamu jadi X, apa kamu akan melakukan hal yang sama pada temanmu?”

Dengarkan jawaban anak dengan penuh empati, baru tegaskan lagi tentang kriteria teman yang baik, manfaat pergaulan yang positif, juga perilaku positif yang selama ini diajarkan di rumah.

Tentu tidak dengan nada menceramahi ya, Moms.

2. Perlahan Jauhkan Anak dari Teman Bermasalah

Anak Dimusuhi Temannya
Foto: Anak Dimusuhi Temannya (Theschoolrun.com)

Tidak mudah untuk melepaskan diri dari persahabatan tidak sehat, apalagi kalau teman yang bermasalah cenderung dominan dan manipulatif.

Itulah kenapa psikoterapis dan penulis buku Start Talking: A Girl's Guide for You and Your Mom about Health, Sex, or Whatever (2018), Mary Jo Rapini merekomendasikan orang tua dan anak bersama-sama membuat rencana menjauhkan teman yang bermasalah, seperti:

  • Mengurangi frekuensi pertemuan dengan menolak ajakan pergi bermain, dan juga sebaliknya tidak mengajak teman tersebut pulang bersama atau main ke rumah.
  • Mengurangi frekuensi komunikasi, misalnya dengan tidak banyak mengobrol saat di sekolah atau hanya membalas pesan secara singkat.
  • Mengizinkan anak menggunakan Moms dan Dads sebagai alasan saat menolak ajakan bermain atau melakukan sesuatu.

Dengan membuat rencana bersama untuk mengatasi anak dimusuhi temannya, dia akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk bersikap tegas karena mendapat dukungan penuh dari Moms apapun yang terjadi.

Jadi, buah hati Moms dan Dads bisa memiliki kehidupan sosial yang lebih baik. Kesehatan fisik dan mentalnya pun akan lebih terjaga.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Anak Depresi, Yuk Semakin Peduli dengan Kesehatan Mental Si Kecil

3. Ajarkan Cara Bersikap Tegas pada Batasan Pribadi

Anak Dijauhi Teman
Foto: Anak Dijauhi Teman (Aifs.gov.au)

Berkata tidak pada teman yang pernah dekat dengannya tentu tidak mudah, jadi Moms perlu mengajarkan anak berani berkata tidak dan bersikap tegas saat diperlukan.

Sesekali ajak Si kecil berlatih dengan skenario yang mungkin terjadi.

Misalnya saat temannya mengajak melakukan hal yang membuatnya tidak nyaman atau menyalahi aturan, seperti menyontek atau tidak langsung pulang ke rumah dan anak bermain hingga sore.

4. Dorong Anak Mengikuti Aktivitas Yang Sesuai Minatnya

Anak dan Teman Sebaya
Foto: Anak dan Teman Sebaya (Dailyparent.com)

Ketika anak dimusuhi temannya, mereka akan cenderung merasa tidak punya tempat yang aman untuk menemukan teman.

Oleh karenanya, penting sekali untuk mendorongnya bergaul dengan lebih banyak teman baru yang bisa memberikan pengaruh positif.

Nah, salah satu caranya adalah dengan mendorong anak mengikuti komunitas yang sesuai dengan minatnya.

Baik itu kursus bermain musik, ikut klub sepak bola, atau ekstrakurikuler bela diri.

Diskusi dan negosiasi memang penting untuk mengatasi toxic friendship anak, tapi Moms juga harus bisa bersikap tegas bila anak terus melanggar aturan atau menunjukkan perilaku negatif.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Jika Anak Jadi Korban Bullying?

5. Pertimbangkan Konseling dan Dukungan Lain

Psikolog Anak
Foto: Psikolog Anak (Kvc.org)

Apabila peristiwa anak dimusuhi temannya terlalu membekas dalam hati dan ingatan buah hati, orang tua mungkin perlu mempertimbangkan konseling dan dukungan lain.

Jangan anggap remeh kondisi psikologis anak Moms, ya. Sebab, hal ini justru akan terasa lebih menyakitkan dan bertahan lama dibandingkan rasa sakit secara fisik.

Jika Moms dan Dads sudah tidak lagi bisa mengatasinya, cobalah minta bantuan dengan cara konseling serta mencari dukungan lain.

Apalagi, ketika anak telah menunjukkan perilaku yang tidak biasa bahkan mengarah pada gejala depresi.

Segera konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan mental untuk mengetasinya.

Itu dia beberapa cara tepat untuk membantu anak dimusuhi temannya, sehingga mereka punya kehidupan sosial yang lebih sehat.

Intinya, Moms dan Dads sebagai orang tua perlu selalu ada untuk buah hati.

Jangan sampai mereka menghadapinya sendirian karena dapat berbahaya bagi kondisi mentalnya hingga jangka panjang.

  • https://www.today.com/parents/how-help-your-child-deal-rejection-2d80555864
  • https://www.verywellfamily.com/how-to-help-your-child-handle-rejection-3288477
  • https://www.verywellfamily.com/rejected-child-3288487\
  • https://www.pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1102693108

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.