Di atas 5 tahun

23 Juli 2021

Mengenali Tanda Picky Eater pada Anak dan Tips Mudah Mengatasinya

Picky eater adalah kondisi saat Si Kecil suka pilih-pilih makanan. Apakah anak Moms mengalaminya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Picky eater merupakan fase yang hampir pasti terjadi pada anak-anak di masa perkembangannya. Ketika Si Kecil memasuki fase ini, biasanya Moms perlu memutar otak setiap hari agar anak tidak kekurangan gizi yang dibutuhkan.

Perlu diingat, ketika anak kekurangan gizi, tumbuh kembangnya dapat terganggu hingga berisiko terinfeksi berbagai jenis penyakit.

Picky eater hampir terjadi pada 30-70 persen anak. Lantas, apa sebenarnya picky eater dan apa saja gejala yang harus diperhatikan oleh orang tua? Simak ulasannya di sini!

Baca Juga: Hati-hati! Anak yang Suka Pilih-pilih Makanan Berisiko Kurang Gizi

Tanda Anak Picky Eater

Hindari Bayi Picky Eater dengan 4 Cara Ini -2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kebiasaan suka pilih-pilih makanan tentu saja bisa membuat anak jadi kekurangan nutrisi tertentu.

Saat menghadapi masalah tersebut orangtua terkadang panik karena anak terkesan tidak mau makan. Namun sebenarnya, orangtua tidak perlu frustrasi menghadapi situasi tersebut.

"Picky eating atau hanya mau makanan tertentu merupakan proses normal yang sering terjadi pada balita dan tidak akan berlangsung lama," terang Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A, M.Klinik Ped, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Biasanya, orangtua dihadapkan dengan anak yang picky eater saat usia Si Kecil menginjak 1-3 tahun.

Beberapa kondisi yang tampak atau gejala saat anak memiliki karakter ini, antara lain:

  • Sensory-dependent eaters: tidak menyentuh makanan yang teksturnya tidak sesuai dengan yang ia sukai atau yang biasa ia makan. Mereka juga tidak mau mengonsumsi makanan yang baunya terlalu tajam atau aneh.
  • Preferential eaters: anak makin sulit makan saat orang tua menyajikan tambahan baru dalam makanan kesukaannya.
  • General perfectionists: hanya mau makan jika tampilan makanan di piringnya sempurna. Misalnya, susunan makanan tidak berantakan, tidak diaduk, atau tidak disentuh dengan tangan.
  • Behavioral responders: misalnya anak ingin letak nasi di piringnya ada di tengah, sayur dipisah, hanya ingin makan telur bagian kuningnya saja, dan lain-lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa (picky eater) adalah kondisi saat anak menolak untuk makan karena memilih-milih makanan yang akan dimakannya.

Keadaan ini mungkin membuat perasaan Moms campur aduk, seperti rasa khawatir, kesal, gemas, sampai stres.

Namun, sebaiknya Moms harus tetap sabar karena kebiasaan ini wajar terjadi pada anak.

Baca Juga: Anak Picky Eater, Ini Dampaknya Pada Mental Si Kecil dan Orang Tua

Penyebab Anak yang Picky Eater

picky_eater_little_girl.jpg.653x0_q80_crop-smart.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kondisi picky eater dapat terjadi karena beberapa penyebab yang harus diperhatikan orang tua. Ini penyebab picky eater pada anak yang umum terjadi:

  • Anak merasa tidak lapar atau bosan.
  • Tidak menyukai tekstur makanan.
  • Anak mengalami sakit seperti sariawan, gigi berlubang, atau infeksi pada gusinya.
  • Masalah psikologis seperti kurang perhatian, hubungan orang tua yang kurang harmonis.
  • Pernah alami trauma makan, seperti pernah dipaksa makan atau rasa makanan yang tidak enak.
  • Terlambat memperkenalkan makanan pada anak.
  • Pola asuh pemberian makan, seperti pola asuh otoriter dengan tekanan meningkatkan risiko anak picky eater.

Setiap anak pastinya mempunyai penyebab picky eater yang berbeda-beda. Penting bagi orang tua untuk memahami penyebab anak picky eater, lalu mencari cara untuk mengatasinya.

Baca Juga: Trik Cerdas Menghadapi Anak yang Picky Eater

Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Menghadapi anak picky eater memang tidak mudah. Namun, Moms jangan terlalu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak dengan kebiasaan pilih-pilih makanan. Beberapa tips ini seperti:

1. Hindari Memaksa Anak untuk Makan

makanan-sehat-untuk-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jangan memaksa anak untuk makan adalah tips pertama yang bisa dilakukan.

Saat Si Kecil menolak mengonsumsi makanan tertentu, tetap sabar dan jangan memaksa ya.

Hal ini bisa membuat Si Kecil tidak nyaman dan malah akan terus menolak mengonsumsi makanan tersebut di kemudian hari.

"Ingat, dibutuhkan setidaknya 10–15 percobaan hingga anak terbiasa dan mau memakan suatu makanan," tambah dr. Matheus.

2. Sajikan Makanan dengan Menu Menarik

Sajikan makan dengan variasi yang menarik bisa dilakukan, lho, Moms!

Cobalah sajikan menu makanan dengan tampilan yang menarik, mulai dari bentuk, susunan, atau warna yang berbeda.

Jika perlu, Moms dapat memberikan nama yang unik, misalnya ‘makanan jagoan’ atau "minuman superhero'.

Hal ini untuk menarik perhatian Si Kecil, sehingga ia mau mengonsumsi makanan tersebut, Moms.

Baca Juga: 6 Sayur dan Buah yang Bantu Menjaga Kesehatan Paru-paru

3. Perbolehkan Anak Menyentuh Makanannya

Manfaat-Makan-Siang-Sehat-Untuk-Anak-Sekolah.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti halnya orang dewasa, anak kecil bisa saja enggan memakan sesuatu yang belum benar-benar dikenalnya.

Nah, Moms bisa mengatasi ini dengan menghilangkan rasa penasarannya.

Caranya, beri kesempatan ia untuk menyentuh langsung dan mengenali makanannya sebelum menyuapinya.

4. Menciptakan Suasana Makan yang Nyaman

Buatlah suasana makan menjadi nyaman dan menyenangkan.

Misalnya dengan menyajikan makanan dengan tempat makan yang lucu atau menyertakan makanan yang paling disukai Si Kecil.

Moms dapat memulai suapan dengan makanan yang tak terlalu disukainya dan memberikan makanan kesukaannya di bagian akhir.

5. Makan Bersama Teman

6 Makanan dengan Nutrisi Otak Tinggi untuk Anak, Moms Wajib Baca!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Apabila si kecil menolak diberikan makanan jenis tertentu, cobalah untuk mencari teman makan yang menyukai makanan tersebut.

Hal ini dapat membantu meyakinkan Si Kecil kalau makanan yang tidak ia sukai sebenarnya enak atau tidak aneh, sehingga ia akan mulai mencoba makanan tersebut.

Dengan beragam cara di atas, diharapkan anak picky eater perlahan-lahan terbuka akan berbagai jenis makanan dan tidak pilih-pilih lagi.

Namun, jika tips tersebut kurang membantu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran mengenai asupan nutrisinya.

Bahaya Kesehatan Anak yang Suka Pilih-Pilih Makanan

_resep-nikmat-untuk-si-kecil-yang-picky-eater-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pertumbuhan anak berkembang dengan pesat saat usianya di bawah 1 tahun dan selanjutnya melambat sehingga berpengaruh pada nafsu makannya yang menurun.

Ada banyak faktor kesehatan yang dapat terjadi jika anak-anak pilih makanan.

Mengutip Research Outearch, faktor-faktor ini memiliki interaksi yang berkaitan satu dengan lainnya. Beberapa faktornya seperti:

Jika nafsu makan anak menurun atau asupan makanannya kurang bervariasi dan keadaan ini terus berlanjut, dapat menyebabkan anak kekurangan gizi.

Untuk itu, Moms harus memastikan asupan gizi anak terpenuhi oleh sayuran, buah, protein, dan serat pada setiap makanan yang disantapnya.

Baca Juga: Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Meskipun anak mengalami picky eater, jangan langsung berikan suplemen makanan sebagai solusinya. Hal yang harus dilakukan orang tua adalah mengatasi picky eater tersebut lalu memberikan makanan dengan gizi yang seimbang.

  • https://researchoutreach.org/articles/factors-associated-with-young-children-exhibiting-picky-eating-behaviour/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait