Parenting Islami

16 Juli 2021

Ini Aturan Puasa Sunnah Idul Adha, Sudah Tahu?

Meski tidak diwajibkan, keutamaan puasa sunnah jelang Idul Adha ini sayang untuk dilewatkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tak terasa, Hari Raya Idul Adha akan segera tiba. Artinya, seluruh umat Muslim akan melewati satu hari istimewa yang Insya Allah dirahmati oleh Allah SWT. Karena itu, untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk mendapat keridhaan tersebut.

Salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah Idul Adha atau puasa yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa ini juga dilakukan untuk mendapatkan kemuliaan karena bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Meski puasa ini termasuk puasa sunnah, atau tidak wajib dijalankan, melakukannya insya Allah akan menambah pahala dan ketaatan kita pada Allah SWT. Puasa Idul Adha ini pun dilakukan oleh umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji.

Untuk itu, yuk cari tahu bagaimana aturan puasa Idul Adha berikut ini seperti dikutip dari Dalam Islam.

Baca Juga: Ibu Menyusui Ingin Puasa Idul Adha? Pertimbangkan 5 Hal Ini

Aturan Puasa Sunnah Idul Adha

aturan puasa idul adha

Foto: Shutterstock

Perlu diketahui, yang dimaksud dengan puasa sunnah Idul Adha adalah puasa yang dilakukan sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Biasanya puasa tersebut dimulai dari tanggal 1 hingga 9, namun yang sering dilakukan banyak umat muslim adalah puasa pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Puasa ini dinamakan dengan puasa Tarwiyah dan Arafah.

Sebenarnya, tidak ada aturan khusus mengenai puasa sunnah Idul Adha atau puasa Arafah dan Tarwiyah. Puasa ini dilakukan sama seperti puasa Ramadan baik syarat atau rukunnya. Yuk simak ulasannya.

1. Puasa Tarwiyah

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah. Mulanya, nama tarwiyah diambil karena kebiasaan para jamaah haji yang berbondong-bondong membawa air zamzam saat menjalankan ibadah haji. Sehingga tarwiyah dapat diartikan membawa bekal air.

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dijalankan pada hari Arafah, atau hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu’ailhi wa sallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Baca Juga: Memperkenalkan Tradisi Idul Adha pada Anak

Niat Puasa Sunnah Idul Adha

aturan puasa idul adha

Foto: Shutterstock

Berikut ini niat puasa Idul Adha Tarwiyah dan Arafah:

1. Niat Puasa Tarwiyah

"Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat melakukan puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Arafah

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa arafah sunnah karena Allah Ta'ala."

Baca Juga: 4 Trik Mengajarkan Anak Salat Idul Adha

Keutamaan Puasa Sunnah Idul Adha

Meskipun bersifat sunnah atau tidak wajib, puasa sunnah Idul Adha sangat istimewa dan punya beberapa keutamanya. Berikut ulasannya.

1. Amal Shalih yang Dicintai Allah

Berpuasa pada bulan Dzulhijjah merupakan salah satu ibadah yang dicintai oleh Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan:

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968. Shahih).

2. Dihapuskan Dosanya Satu Tahun yang Lalu

Umat Muslim yang melakukan puasa pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha, atau puasa Arafah, maka akan dihapuskan dosanya setahun sebelumnya.

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

3. Mendapat Pahala Langsung dari Allah SWT

Karena ibadah puasa termasuk ibadah satu-satunya yang diperuntukkan untuk Allah SWT, ibadah ini akan mendapatkan ganjaran langsung dari Allah.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151).

Baca Juga: Rayakan Idul Adha, Kenali Makanan Penurun Kolesterol Ini

Itulah aturan dan keutamaan puasa sunnah Idul Adha. Semoga informasi ini bermanfaat ya Moms.

  • https://dalamislam.com/puasa/puasa-sunah-idul-adha
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait