Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Aug 3, 2018

Benarkah Sering Membentak Anak Membuat Sel Otaknya Terputus?

Bagikan


Benarkah Sering Membentak Anak Membuat Sel Otaknya Terputus?

Setiap anak terlahir istimewa dengan keunikan dan sifat masing-masing yang berbeda. Namun, membesarkan dan mendidik anak memang tak semudah yang diucapkan. Ada kalanya emosi mendominasi kita sebagai orang tua saat berusaha mengajarkan Si Kecil dalam berbagai hal.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak ‘Nakal‘ dan Manja

Walaupun marah adalah hal yang manusiawi, namun sebaiknya kita sebagai orang tua sedapat mungkin menahan diri untuk tidak melakukannya kepada anak. Terlebih jika luapan itu dikeluarkan dalam bentuk kata-kata kasar, omelan hingga bentakan.

Menurut dr. Darmady Darmawan, Sp.A, berbicara kasar pada balita atau sering membentak anak dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan perkembangan otak. Dampak buruknya anak jadi agresif atau sebaliknya.

“Bila sering di bentak, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang agresif, pemalu atau minder, rendah diri,“ ujar dokter yang praktek di OMNI Hospitals Pulomas ini.

Baca Juga: 4 Keajaiban Otak Anak Pada Masa Golden Age

Usia balita merupakan masa-masa golden age dimana miliaran sel otak anak berkembang amat pesat di umur 0-6 tahun. Itu sebabnya dalam fase emas ini, apa yang diserap anak dari kesehariannya diyakini dapat mempengaruhi sikap, karakter, kecerdasan, serta skill lainnya di kemudian hari. Termasuk ketika ia tumbuh dewasa.

Nah, sel otak tersebut akan berkembang sempurna tergantung pada stimulasinya. Jadi, jika anak lebih sering dibentak dibanding diberi stimulasi terkait kecerdasan, maka bukan tak mungkin sel-sel otak tersebut akan rusak.

Sebab secara ilmiah jika sering membentak anak, ia akan merasa takut. Ketika itu terjadi, produksi hormon kortisol di otak meningkat. Semakin tinggi produksi hormon itu akan memutuskan sambungan sel-sel di otak. Duh!

Lalu, bagaimana jika orang tua terlanjur berkata kasar atau sering membentak anak dalam keseharian? Kita tentu pernah merasa amat bersalah setelahnya, bukan?

“Cobalah berbicara dengan lembut, meminta maaf, melakukan kontak fisik seperti memeluk, mencium, mengelus merupakan cara untuk rebonding setelah dengan tidak sengaja membentak anak,“ kata dr. Darmady lagi.

Baca Juga: Anak Suka Membentak? Mungkin Ini Penyebabnya

Di sisi lain, orang tua juga perlu memikirkan dampak pada Si Kecil jika sering menerima bentakan. Yakni ia menjadi agresif atau malah meniru dengan ikut berbicara sambil membentak-bentak juga.

Kalau sudah begitu, “Ketika anak membentak, orang tua harus berbicara dengan lembut dan tidak terpancing emosinya. Melakukan kontak fisik, berbicara dengan lembut, dan memberi waktu untuk anak menenangkan dirinya.“

(ADE)               

Presented By:

dr. Darmady Darmawan, Sp.A

JADWAL PRAKTEK

Senin & Jumat              08.00 – 12.00 & 16.00 – 21.00
Selasa                           18.00 – 21.00
Rabu                              08.00 –11.00 & 18.00 – 21.00
Kamis                            18.00 – 21.00
Sabtu                             08.00 – 12:00 & 15:00 – 20:00
Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.