Newborn

11 September 2021

Bisulan pada Bayi, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Eits, jangan dipencet ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkan Moms menemukan bisulan pada bayi? Bisul adalah benjolan lunak yang muncul di kulit karena infeksi pada kelenjar minyak atau folikel rambut.

Infeksi biasanya terjadi karena bakteri yang disebut staphylococcus aureus. Bakteri ini hidup di kulit kita, di hidung dan mulut kita. Kulit biasanya bertindak sebagai penghalang bakteri ini, mencegahnya memasuki tubuh dan menyebabkan infeksi.

Bisul tidak hanya bisa tumbuh pada orang dewasa, namun juga bayi. Apalagi bayi memiliki kulit yang sensitif, dan sistem kekebalannya masih dalam tahap perkembangan. Ini menyiratkan bahwa Si Kecil lebih rentan terhadap infeksi.

Saat mendapat goresan, luka atau gigitan, bakteri masuk ke dalam tubuh. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui retakan kecil di kulit atau dari rambut ke folikel. Infeksi ini berkembang menjadi bisul.

Saat kulit bayi terkena bakteri ini, tubuh merespons dengan mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri tersebut. Penumpukan sel darah putih, bakteri mati, dan kulit membentuk campuran, yang disebut nanah.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Selain itu, jika kondisi cuaca tidak mendukung, bayi dapat mengalami wabah atau ruam pada kulit mereka dalam bentuk bisul.

Awalnya kulit bayi yang terkena menjadi merah, dan muncul benjolan. Seiring waktu, benjolan bisa memutih saat nanah mulai menumpuk di bawah kulit. Pembentukan nanah bisa membuat bisulan pada bayi cukup nyeri.

Bisulan pada bayi bisa muncul di wajah, punggung, leher, bahu, paha, dan bokong. Bahkan meskipun jarang, bisulan pada bayi mungkin disertai juga dengan demam. Bisulan pada bayi yang disertai demam dapat disembuhkan dengan pengobatan rumahan; tetapi jika ada keraguan, lebih baik mencari bantuan medis.

Maka itu sangat penting untuk menjaga kebersihan yang benar dan menjaga agar kulit bayi tetap sejuk untuk mencegah situasi kulit memburuk.

Moms mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk mengganti produk perawatan bayi yang sedang digunakan untuk Si Kecil, seperti sabun mandi bayi, minyak atau losion, dan bedak. Bisul bisa menjadi menyakitkan atau serius jika tidak ditangani tepat waktu.

Walau bukan termasuk masalah kesehatan serius, bisul pada balita bisa terasa gatal dan sakit sehingga mengganggu aktivitas si kecil.

Dikutip dari William Shield, Jr. MD, FACP, FACR, dokter dan profesor dari California, Amerika Serikat, yang dimaksud dengan bisul adalah benjolan merah pada kulit berisi kumpulan nanah akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada akar rambut atau pori-pori keringat balita.

Menurut The British Journal of General Practice, sebanyak 10 persen pasien dengan bisul atau abses akan mengembangkan bisul berulang atau abses dalam 12 bulan setelahnya.

Jika anak Moms mengalami abses yang tidak pecah dan keluar dengan sendirinya, maka kita harus membawa anak ke dokter umum.

Penyebab Bisulan pada Bayi

bisul pada bayi

Foto: parenting.firstcry.com

Bisulan pada bayi disebabkan oleh infeksi. Biasanya infeksi oleh bakteri yang disebut Staphylococcus aureus, yang dapat menyerang kulit. Tubuh mencoba menghentikan penyebaran infeksi, sehingga mengumpulkan bakteri, sel darah putih, dan jaringan mati di satu tempat.

Bayi mungkin mengalami abses jika kulitnya pecah, seperti abrasi. Anak-anak dengan kondisi medis seperti diabetes dan obesitas serta anak-anak yang memiliki kekebalan yang rendah setelah transplantasi lebih mungkin mengalami abses. Tapi ini tidak umum.

Kondisi medis tertentu juga dapat membuat bayi berisiko lebih besar terkena bisul. Hal ini bisa terjadi karena:

  • Kurangnya kebersihan bayi yang baik.
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam tubuh.
  • Anemia atau kekurangan zat besi.
  • Paparan bahan kimia dari penggunaan sabun, krim atau deterjen yang keras, menyebabkan iritasi kulit.
  • Kondisi cuaca yang tidak menguntungkan seperti panas atau kelembapan yang ekstrim.

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Eksim pada Bayi

Tanda Bisulan pada Bayi

kulit yang kemerahan bisa jadi pertanda muncul bisul

Foto: parenting.firstcry.com

Bisulan pada bayi paling sering muncul di wajah, tenggorokan, ketiak, selangkangan dan bokong. Tapi mereka bisa berkembang di bagian tubuh manapun.

Pada awalnya, Moms mungkin melihat benjolan merah muda yang lembut. Selama beberapa hari berikutnya, benjolan itu mungkin membesar, lebih merah, dan lebih nyeri. Nanah akan mulai menumpuk.

Setelah beberapa hari bengkak, bisulan pada bayi akan meledak secara alami atau perlu ditusuk dan dikeringkan oleh dokter anak dalam kondisi steril. Setelah abses terbuka, tidak akan terlalu sakit dan akan mulai sembuh dengan cepat.

Terkadang anak Moms mungkin akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di dekat abses. Dia mungkin juga demam.

Berapa Lama Bisulan pada Bayi Terbentuk?

kulit bayi sensitif

Foto: healthline.com

Saat bisulan pada bayi terjadi, benjolan lunak terbentuk pada kulit bayi dan membesar dan memerah seiring waktu. Benjolan ini nantinya akan mulai terisi dengan nanah dalam waktu sekitar 1 minggu sejak kemunculannya.

Jika dibiarkan pada mekanisme pertahanan alami tubuh, maka bisulan pada bayi mungkin mulai mereda dalam beberapa minggu. Jika bisul tidak hilang atau menunjukkan tanda-tanda mereda bahkan setelah dua minggu, sebaiknya bawa anak ke dokter.

Cara Mengatasi Bisulan pada Bayi

jangan dipencet! begini cara mengobati bisul pada balita 1

Foto: shootproof.com

Tak perlu panik kalau Si Kecil terkena bisul ya, Moms. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Moms ikuti untuk mengobati bisulan pada bayi di rumah.

1. Kompres Hangat

Jangan percaya begitu saja dengan mitos yang mengatakan kalau mengoleskan balsem dapat membuat bisul cepat “matang” ya, Moms.

Lebih baik gunakan handuk atau kain bersih yang sudah dibasahi dengan air hangat untuk mengompres bisul agar cepat terbuka dan nanahnya keluar.

Berikan kompres setiap 4 sampai 6 jam sekali sampai bisul terbuka dengan sendirinya.

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau memberikan kompres hangat pada bisul Si kecil ya, Moms.

Baca Juga: Tips Efektif Merawat Kulit Bayi yang Sensitif

2. Kompres dengan Bubur

Moms juga bisa mencoba perawatan dengan menggunakan bubur. Buat kompres hangat dengan membungkus bubur dengan kain katun bersih dan mencelupkannya ke dalam susu panas.

Bubur secara efisien akan mengurangi peradangan, sehingga mempercepat proses penyembuhan bisulan pada bayi.

3. Gunakan Daun peterseli

Selain itu, Moms mungkin juga bisa menggunakan kompres daun peterseli, yang cukup hanya direbus saja sampai lunak dan tiriskan air ekstra untuk membuat kompres. Menerapkan kompres ini ke bisul dapat membantu menyembuhkan bisul dengan lebih cepat.

4. Terapi dengan Madu

Mengoleskan madu ke dalam bisul bisa menjadi ide yang baik karena madu adalah antiseptik alami.

5. Jaga Kebersihan Kulit di Sekitar Bisul

Bisulan pada bayi bisa menyebar dengan sangat mudah. Jika bisul membuka dengan sendirinya dan mengering, seka nanah atau darah dengan bola kapas bersih yang dibasahi larutan antiseptik.

Cuci dan keringkan area tersebut dengan baik lalu tutupi dengan plester. Hal ini akan menghentikan penyebarannya dan menghentikan anak Moms untuk menggaruknya. Cuci tangan kita dengan sabun dan keringkan dengan seksama sebelum dan sesudah menyentuh bisul.

Bilas seluruh tubuh anak Moms dengan air sabun hangat atau gunakan larutan antiseptik seperti Savlon atau Dettol (ikuti petunjuk pada botol untuk membuat larutan).

Anak juga akan membutuhkan handuk dan kain muka sendiri. Sering-seringlah mencucinya dengan air panas bersama dengan pakaian yang dikenakan di dekat kulit.

Kemudian bersihkan dan keringkan area kulit sekitar bisul, lalu tutupi dengan plester agar tidak digaruk Si kecil dan kemasukan kuman lagi.

6. Mandi dengan Air Antiseptik

Untuk mengurangi resiko bisulan pada bayi menyebar ke area lain tubuh, mandikan balita dengan air hangat yang sudah dicampur dengan cairan antiseptik atau menggunakan sabun anti bakteri.

Baca Juga: Hati-hati! Ini Bahan Skincare yang Harus Dihindari oleh Bayi Baru Lahir

7. Tidak Memencet Bisul

Walau merasa gemas karena bisulan pada bayi tak kunjung “matang” dan terbuka, memencet atau mengeluarkan nanah secara paksa bukanlah cara yang baik untuk mengobati bisul pada balita.

Selain akan terasa sakit, juga dapat membuat bisul menjadi infeksi dan menyebar.

8. Pisahkan Baju dan Handuk Si Kecil

Agar tidak ada anggota keluarga lain yang tertular bakteri penyebab bisulan pada bayi, pastikan handuk dan baju Si Kecil tidak bersentuhan dengan lantai, pakaian, maupun handuk lain di rumah ya, Moms.

Segera ganti handuk bila bisul pada balita sudah mulai mengering, dan ganti kembali setelah bisulnya sudah sembuh total.

9. Gunakan Campuran Bawang Merah dan Jus Bawang Putih

Jika bisulan pada bayi pecah, Moms bisa meletakkan ramuan bawang merah dan jus bawang putih di atasnya. Ini tidak hanya dapat menghancurkan bakteri tetapi juga mempercepat penyembuhan

10. Segera Bawa Ke Dokter

Dr. Blair Hammond, dokter kulit dari Amerika Serikat, menyarankan agar kita segera membawa Si kecil ke dokter bila terlihat kondisi seperti:

  • Bisulan pada bayi muncul di sekitar mata.
  • Diameter bisul lebih dari 3 cm.
  • Bisul muncul di beberapa area sekaligus atau bisul sering berulang.
  • Bisul tidak kunjung reda dalam waktu seminggu.
  • Badan balita demam dan tidak sehat bersamaan dengan munculnya bisul.
  • Kelenjar getah bening bayi membengkak
  • Bisul berisi nanah

Munculnya bisulan pada bayi biasanya bukanlah situasi yang sangat mengkhawatirkan. Sistem pertahanan alami tubuh biasanya menjaganya. Tetapi jika Moms merasa bisul tidak mereda dan menyebar ke bagian tubuh lain, itu mungkin menunjukkan beberapa kondisi medis lain yang mendasari. Dalam kasus seperti itu, selalu disarankan untuk mencari perawatan medis.

Bila perlu, dokter mungkin akan mengeluarkan nanah atau memberikan antibiotik agar bisul tidak bertambah parah.

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Mencegah Bisulan pada Bayi

jangan dipencet! begini cara mengobati bisul pada balita 4

Foto: familyeducation.com

Moms pasti tidak ingin bisulan pada bayi ini terjadi dan ingin mencegahnya jika bisa. Nah, untuk mencegah bisulan pada bayi ini, beberapa cara di bawah ini bisa Moms coba.

  • Jaga kebersihan bayi Moms dengan benar.
  • Pastikan bayi mendapatkan makanan yang sehat dan seimbang.
  • Cuci tangan berulang kali saat memegang bayi.
  • Ganti handuk dan seprai bayi secara teratur, cuci pakaian bayi dengan air panas.
  • Untuk mencegah bisul menyebar lebih jauh, tetap balut dan ganti balutan dari waktu ke waktu. Ingatlah untuk membuangnya dengan hati-hati.
  • Jika nanahnya pecah, bersihkan dengan benar dan pastikan nanah tidak bersentuhan dengan area lain di tubuh bayi.
  • Perhatikan tanda-tanda bisul baru yang muncul di tubuh bayi.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus Moms ketahui tentang bisulan pada bayi. Moms bisa mengatasinya dengan perawatan rumahan yang sederhana. Namun jika bisulan pada bayi tak kunjung sembuh, segera bawa Si Kecil ke dokter ya Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4582880/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait