08 Desember 2023

Kumpulan Cerita Rakyat Pendek Nusantara Berbagai Daerah

Bisa dibaca bersama Si Kecil!

5. Sungai Jodoh (Batam)

Cerita rakyat pendek ini berasal dari daerah Batam.

Di sebuah desa di Pulau Batam, ada seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu, yang bekerja sebagai pembantu di rumah Mah Piah, seorang wanita tua yang serakah.

Mah Piah memiliki seorang anak bernama Siti Mayang.

Suatu hari, saat Mah Bongsu mencuci pakaian di sungai, ia bertemu dengan seekor ular. Awalnya ia takut, tapi ular itu tidak menyerangnya.

Ular itu malah menunjukkan luka-luka di kulitnya. Mah Bongsu merasa kasihan dan membawa ular itu pulang untuk merawatnya.

Setiap kali kulit ular itu terlepas, Mah Bongsu membakarnya. Kejadian ini membuatnya menjadi kaya. Mah Bongsu selalu membantu orang-orang di sekitarnya dengan murah hati.

Namun, rahasia kekayaan Mah Bongsu akhirnya terungkap kepada Mah Piah dan Siti Mayang. Mereka mencari ular ajaib yang mereka yakini menjadi sumber kekayaan Mah Bongsu.

Mereka membawa ular berbisa ke rumah dan melepaskannya di kamar Siti Mayang, berharap mendapatkan kekayaan. Namun, malah terjadi malapetaka karena Siti Mayang disengat ular tersebut dan meninggal.

Sementara itu, ular yang dirawat oleh Mah Bongsu sembuh dan berubah menjadi seorang pemuda tampan. Mereka menikah dan hidup bahagia bersama.

Desa mereka dinamakan Desa Tiban dan sungai di mana mereka bertemu dinamakan Sungai Jodoh, yang dipercaya sebagai tempat bertemu jodoh.

6. Situ Bagendit (Jawa Barat)

Cerita rakyat pendek yang satu ini berasal dari tanah Sunda.

Dahulu kala, di sebuah desa di Jawa Barat, ada seorang wanita kaya bernama Nyai Bagendit. Dia terkenal sangat kaya, tetapi juga sangat pelit dan sombong.

Nyai Bagendit suka sekali mengadakan pesta dan selalu memamerkan kekayaannya kepada orang lain, tapi dia tidak pernah mau membantu orang yang membutuhkan.

Ketika ada yang meminta bantuan, dia selalu menolak dengan kasar, dan warga desa merasa kesal dengan sikapnya.

Suatu hari, saat Nyai Bagendit sedang mengadakan pesta dan memamerkan harta dan perhiasannya, datanglah seorang pengemis kotor meminta sedikit makanan.

Nyai Bagendit marah dan mengusirnya. Keesokan harinya, terjadi kejadian aneh di desa itu.

Sebatang kayu tertancap di jalan, dan tak ada yang bisa mencabutnya, kecuali pengemis yang pernah minta makan kepada Nyai Bagendit.

Setelah pengemis itu berhasil mencabut batang tersebut, air tiba-tiba mengalir dari tempat itu, dan semakin lama semakin deras.

Penduduk desa lari mencari tempat yang aman karena takut tenggelam.

Namun, Nyai Bagendit terlalu keras kepala untuk meninggalkan rumahnya dan harta bendanya.

Akhirnya, ia tenggelam bersama rumahnya. Tempat di mana dia tenggelam menjadi danau yang dinamakan Situ Bagendit.

Baca Juga: Cerita Sejarah Sunan Kudus dengan Toleransi Beragama yang Tinggi

7. Asal Mula Pancoran (Jakarta)

Cerita Rakyat Pendek
Foto: Cerita Rakyat Pendek (Freepik.com)

Cerita rakyat pendek ini memang tak sepopuler Si Pitung, namun sangat menarik untuk dibaca.

Dahulu kala, cerita rakyak pendek ini ada seorang raja yang tinggal antara Jakarta dan Bogor. Ia memiliki tiga anak: Pangeran Jaya, Pangeran Suta, dan Pangeran Gerinda.

Raja ingin memilih salah satu dari ketiga putranya sebagai penerusnya, jadi ia memberi mereka ujian.

Mereka berangkat meninggalkan istana dan sampai di sebuah sungai. Mereka mandi dan berganti pakaian di sungai itu, tapi Pangeran Jaya tidak mengganti pakaiannya karena ia hanya membawa sedikit baju dan ingin menghematnya.

Kemudian, mereka menemukan sebuah pancuran. Suta dan Gerinda minum air dari pancuran itu dan tiba-tiba meninggal.

Pangeran Jaya hampir ikut minum, tapi suara seorang tua menghentikannya. Ternyata, hanya bidadari yang boleh mandi di situ.

Seorang kakek muncul dan memberikan Pangeran Jaya kesempatan untuk menggantikan adik-adiknya jika bisa menjawab pertanyaannya.

Jaya setuju, dan setelah menjawab, ia boleh minum air pancuran itu tanpa mati. Adik-adiknya pun hidup kembali.

Kakek itu memberi mereka sebuah tongkat sakti dan menghilang. Mereka mencoba mengangkat tongkat itu, dan hanya Pangeran Jaya yang berhasil.

Akhirnya, ia menjadi pilihan untuk menjadi penerus raja. Lokasi pancuran itu dikenal sebagai Pancoran, dekat Kalibata, Jakarta Selatan.

8. Legenda Pesut Mahakam (Kalimantan Timur)

Cerita rakyat pendek berikutnya berasal dari Pulau Borneo. Apakah Moms familier dengan cerita rakyat pendek ini?

Dahulu kala, di sebuah desa, ada seorang suami istri dan dua anak mereka. Suami itu bernama Pak Pung dan bekerja sebagai petani dan penangkap ikan.

Mereka hidup bahagia sampai istri Pak Pung jatuh sakit dan meninggal.

Setelah istri meninggal, Pak Pung harus merawat kedua anaknya sendirian.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb