Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
15 September 2022

Mengenal Filum Chordata, Kelompok Hewan dengan Tulang Belakang

Merupakan jenis hewan bertulang belakang
Mengenal Filum Chordata, Kelompok Hewan dengan Tulang Belakang

Filum chordata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang, mencakup vertebrata.

Namun, tidak semua filum chordata adalah vertebrata.

Chordata berasal dari bahasa Yunani, yang berarti dawai, senar, atau tali.

Beberapa jenis hewan yang termasuk dalam filum chordata, yaitu ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.

Untuk lebih jelas terkait dengan pengertian, ciri dan klasifikasinya, silakan simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: 11 Hewan Paling Setia, Tidak Semua Bisa Dipelihara ya Moms!

Apa yang Dimaksud dengan Filum Chordata?

ikan-hias

Foto: ikan-hias (Orami Photo Stock)

Chordata berasal dari bahasa Yunani.

Chorde’ berarti dawai, senar, atau tali.

Sesuai dengan namanya, anggota kelompok hewan ini memiliki bentuk memanjang seperti kerangka sumbu pada tubuh.

Hewan yang masuk ke dalam kelompok chordata memiliki ciri-ciri multiseluler, heterotrof, eukariotik, dan tidak memiliki dinding sel.

Dikelompokkan menjadi dua golongan besar. Pertama adalah invertebrata.

Ini meliputi Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

Kedua, vertebrata yang meliputi satu filum, yaitu chordata.

Pembagian jenis filum ditentukan sesuai lapisan jaringan embrional, habitat, anggota gerak (sayap, kaki, tangan dan sirip), rongga tubuh, kelengkapan organ serta ruas tulang belakang.

Baca Juga: Mengenal Beragam Contoh Hewan Herbivora dan Karakteristiknya!

Ciri-Ciri Filum Chordata

Ciri-Ciri Filum Chordata

Foto: Ciri-Ciri Filum Chordata

Foto: Katak (Orami Photo Stock)

Filum chordata adalah jenis hewan yang dapat dengan mudah dikenali hanya dengan melihat dari fisiknya saja.

Pada hewan, mereka memiliki empat ciri utama, yaitu:

  • Notochord

Ini adalah tangkai atau tulang rawan yang memanjang di bagian dorsal (di bawah susunan saraf).

Fungsinya berperan sebagai pendukung gerak tubuh.

  • Nerve cord (tali saraf dorsal)

Ini adalah tabung yang berasal dari serat saraf yang berkembang menjadi sistem saraf pusat.

Bagian ini terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dalam vertebrata.

  • Celah faring

Ini adalah celah atau bukaan di faring (di belakang mulut) yang meluas ke lingkungan luar.

Pada hewan yang tinggal di air, celah ini merupakan saluran untuk keluarnya air yang masuk ke dalam mulut saat makan.

  • Ekor post anal

Ini adalah perpanjangan posterior tubuh yang mengarah ke anus.

Ekor terdiri dari kerangka dan otot yang berfungsi mendorong pergerakan hewan di dalam air.

Selain itu, ekor ini berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan memberikan tanda bahaya.

Chordata memiliki organ pencernaan, seperti mulut, usus, faring, dan anus.

Mereka makan dengan menyaring partikel makanan.

Sementara organ yang berfungsi untuk menyaring makanan adalah endostyle (lekukan bersilia yang terletak di faring),

Chordata adalah hewan yang berkembangbiak dengan fertilisasi eksternal.

Di mana sperma dan telur dilepaskan ke air, kemudian pembuahan akan berlangsung.

Mayoritas hewan adalah hermafrodit yang bisa berkembangbiak secara seksual atau aseksual, yaitu dengan bertunas.

Baca Juga: 20 Contoh Hewan Vivipar, Mulai dari yang Dipelihara hingga Diternakkan!

Klasifikasi Filum Chordata

ikan-molly.jpg

Foto: ikan-molly.jpg (Orami Photo Stock)

Chordata terbagi menjadi tiga subfilum, di antaranya Cephalochordata, Urochordata, dan Vertebrata.

Subfilum Urochordata dan Cephalochordata termasuk ke dalam kelompok chordata tak bertengkorak atau Arcania (Prochordata).

Ini penjelasan mengenai 3 subfilum yang disebutkan sebelumnya:

1. Cephalochordata (Lancelet)

Subfilum ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan ikan, tapi tidak bersirip, transparah, memanjang seperti pisau dan ukuran tubuh yang kecil.

Karena tubuhnya memanjang seperti pisau, makanya hewan dengan subfilum ini dinamai dengan Lancelet.

Hewan ini hidup dengan cara mengubur tubuh di dalam pasir di dasar laut tropis, dengan menyisakan bagian kepalanya saja di tas permukaan pasir.

Mereka juga menggunakan tentakelnya untuk membawa makanan masuk ke dalam mulutnya.

2. Urochordata (Tunicate)

Subfilum selanjutnya adalah Tunicate. Hewan dengan subfilum ini tumbuh secara mandiri atau sebagai parasit di laut.

Saat masih berada dalam fase larva, subfilum ini memiliki empat struktur chordata.

Lompat ke fase dewasa, mereka akan kehilangan notochord (tangkai atau tulang rawan yang memanjang di bagian dorsal di bawah susunan saraf).

Selain itu, mereka akan kehilangan tali saraf dorsal, dan ekor post anal, tapi masih memiliki celah faring.

Kebanyakan hewan dari subfilum ini adalah hermafrodit (memiliki 2 alat kelamin).

Contohnya saja Molgula sp. dan Botryllus sp.

3. Vertebrata (Craniata)

Jenis hewan ini memiliki ruas-ruas tulang belakang sebagai perkembangan dari notokorda.

Habitatnya bisa berada di darat maupun di dalam laut.

Craniata memiliki bentuk kepala yang jelas dengan otak yang dilindungi oleh tulang kepala (cranium).

Craniata memiliki dua pasang rahang, paru-paru, insang, dan kulit.

Beberapa anggota geraknya adalah sirip, sayap, tangan, dan kaki.

Beberapa jenis hewan dengan subfilum ini juga tidak memiliki anggota gerak.

Hewan bereproduksi secara seksual, fertilisasi eksternal atau internal, ovipar (bertelur), ovovivipar (bertelur dan beranak), atau vivipar (melahirkan).

Jantungnya terbagi menjadi beberapa ruangan dan terdapat hemoglobin di dalam darahnya.

Itulah mengapa darah hewan subfilum ini berwarna merah.

Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, ciri dan klasifikasi filum chordata.

Apakah sampai di sini Moms bisa mengerti tentang klasifikasinya?

  • https://www.gramedia.com/literasi/chordata/
  • https://p2k.unkris.ac.id/en6/3065-2962/chordata_22475_p2k-unkris.html