21 Februari 2022

Moms, Kenali Perbedaan Gagging dan Choking pada Bayi

Penting untuk mengetahui cara menanganinya

Salah satu cara yang diterapkan para orang tua dalam memberikan makan Si Kecil adalah Baby Lead-Weaning (BLW). Namun, hati-hati karena bayi bisa mengalami gagging dan choking.

Apa itu gagging dan choking?

Keduanya merupakan istilah dari tersedak.

Meski mungkin terbilang mirip, gagging dan choking adalah hal yang berbeda.

Melansir Italian Journal of Pediatrics, Baby Lead-Weaning adalah metode pemberian makan bayi tanpa disuapi.

Jadi, Si Kecil bebas memilih dan mengonsumsinya sendiri.

Dalam penerapan BLW, banyak kekhawatiran yang muncul dalam benak orang tua.

Salah satunya yang paling banyak adalah risiko tersedak dan kekurangan nutrisi.

Padahal, BLW memberikan manfaat pada anak-anak.

Menurut Current Nutrition Reports, BLW bermanfaat mendorong anak terbiasa mengonsumsi makanan keluarga, serta mengajarkan anak dalam mengatur kecepatan dan asupan makanannya.

Dengan begitu, Si Kecil memiliki perilaku makan yang sehat dan terhindar dari kenaikan berat badan berlebih.

Baca Juga: Sering Batuk Sampai Muntah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Perbedaan Gagging dan Choking

perbedaan gagging dan choking
Foto: perbedaan gagging dan choking

Foto: Orami Photo Stock

Lantas, apa saja perbedaan antara gagging dan choking yang bisa terjadi pada Si Kecil saat mereka makan?

Berikut ini penjelasannya:

1. Gagging pada Bayi

Dikutip dari Baby Center, gagging adalah refleks muntah bayi yang terjadi secara otomatis ketika makanan atau benda lain terlalu dekat dengan saluran udara mereka.

Oleh sebab itu, normal bagi bayi untuk muntah ketika mereka memasukkan tangan atau mainan ke dalam mulutnya.

Jadi, Moms tak perlu panik ketika Si Kecil mengalami batuk, terlihat ingin muntah, atau muntah sesaat ketika makan dengan metode BLW.

Apabila bayi mulai batuk atau muntah, berikan waktu untuk mengatasinya sendiri.

Jangan mencoba dan mengeluarkan makanan dengan jari.

Sebab, tindakan ini berisiko mendorongnya lebih jauh ke belakang dan menyebabkannya tersangkut di tenggorokan bayi.

Bayi batuk adalah pertahanan alamiah dalam mengatasi kondisi tersedak.

Moms tidak perlu khawatir karena seiring dengan bertambahnya usia, refleks muntah ini bergerak lebih jauh dari mulut menuju tenggorokan.

Nah, Si Kecil dapat lebih mahir untuk mencegah tersedak.

2. Choking pada Bayi

Sementara itu, choking adalah kondisi bayi tersedak yang bisa sangat berbahaya.

Kondisi ini disebut sebagai tersedak, hingga seperti tercekik.

Hal ini terjadi ketika sepotong makanan telah memblokir sebagian atau seluruhnya tenggorokan sehingga Si Kecil terlihat seperti tercekik saat makan.

Choking pada bayi dapat menyebabkan suara bernada tinggi saat bernapas atau diam karena bagian tenggorokan Si Kecil tersumbat.

Ketika hal ini terjadi, Moms tak boleh tinggal diam karena choking yang tidak segera diatasi bisa saja berakibat fatal.

Baca Juga: Leher Terasa Tercekik hingga Sesak Napas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Cara Mengatasi Bayi Tersedak

pertolongan saat bayi gagging dan choking
Foto: pertolongan saat bayi gagging dan choking (https://images.ctfassets.net/6m9bd13t776q/2y6oTaSlXuk8kGeQ82k0Q8/fe332bdaf47967784d98c2d3f653536d/infant-cpr-baby-eating-2160x1200_.jpg?q=75)

Foto: Orami Photo Stock

Selain kesulitan bernapas, tanda bahaya ketika bayi tersedak bisa dilihat dari warna kulit kebiruan, ketidakmampuan menangis, mengeluarkan suara, atau batuk lemah.

Mengingat choking pada bayi bisa berbahaya, maka Moms dan Dads perlu memahami pertolongan pertama saat bayi tersedak.

Berikut ini pertolongan pertama yang dapat orang tua berikan ketika Si Kecil choking:

Baca Juga: Kenapa Bayi Sering Tersedak saat Tidur?

1. Keluarkan Makanan atau Benda dari Mulut

Ketika Si Kecil tersedak, coba buka mulutnya dan lihat makanan atau benda apa yang berada di dalamnya.

Apabila Moms dapat menjangkaunya, coba ambil makanan atau benda penyebab choking.

Namun, lakukan perlahan karena mencoba mengeluarkan makanan atau benda dari mulut anak dengan jari secara berulang kali justru bisa mendorongnya lebih dalam.

Hal tersebut dapat memperburuk keadaan.

Sebab, bisa saja mendorong makanan atau benda lebih jauh ke dalam dan membuatnya lebih sulit untuk dikeluarkan.

2. Minta Anak untuk Terus Batuk

Pertolongan lain yang bisa diterapkan ketika anak tersedak, yakni memintanya untuk batuk.

Ketika anak masih bisa batuk, dorong mereka untuk terus melakukannya sehingga makanan atau benda yang tersangkut di dalam tenggorokan dapat dikeluarkan.

Terus dampingi Si Kecil dalam masa ini sehingga makanan atau benda yang menyumbat saluran napasnya bisa keluar. Jangan sampai anak Moms hilang kesadaran.

Baca Juga: Kenali Teknik Heimlich Maneuver untuk Selamatkan Anak Tersedak

3. Coba Dorongan Kecil pada Punggung

Apabila Si Kecil tidak dapat batuk untuk mengeluarkan makanan atau benda dari dalam mulutnya, orang tua bisa menggunakan cara lain.

Misalnya, mencoba melakukan dorongan kecil pada punggung anak sehingga makanan atau benda yang menyumbat saluran napasnya bisa keluar.

Jika anak Moms berusia di bawah 1 tahun, berikut cara yang bisa dilakukan:

  • Duduk dan baringkan bayi menghadap ke bawah di sepanjang paha atau lengan bawah Moms. Topang punggung dan kepala bayi dengan tangan.
  • Beri 5 dorongan kecil pada punggung dengan siku menggunakan 1 tangan di tengah punggung bayi, di antara tulang belikat.

Baca Juga: Bayi Makan Telur Setengah Matang, Amankah?

Sementara untuk anak-anak di atas 1 tahun, ini cara yang dapat diterapkan:

  • Baringkan anak telungkup di pangkuan, seperti yang dilakukan pada bayi menggunakan cara di atas.
  • Jika ini tidak memungkinkan, topang anak dalam posisi condong ke depan dan berikan 5 dorongan kecil dari belakang.

Apabila cara-cara di atas tidak membantu Si Kecil atau gejalanya semakin parah, seperti kulit semakin membiru dan tidak sadar, segera bawa mereka ke rumah sakit.

Untuk mencegahnya, Moms harus selalu mengawasi Si Kecil ketika makan.

Jangan sampai mereka tersedak tanpa sepengetahuan Moms.

Ketika bermain pun, Moms perlu terus mendampinginya.

Jauhkan anak dari benda-benda kecil yang bisa menyebabkan mereka tersedak.

Itu dia perbedaan gagging dan choking pada bayi dan penanganan yang tepat.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5934812/#:~:text=It%20means%20that%20although%20parents,quickly%20to%20eat%20%5B8%5D.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5438437/
  • https://www.babycentre.co.uk/x25022988/what-is-the-difference-between-gagging-and-choking
  • https://childrenswi.org/newshub/stories/choking-vs-gagging-what-parents-need-to-know-when-introducing-solid-foods-to-children
  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/first-aid-and-safety/first-aid/how-to-stop-a-child-from-choking/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb