Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
28 September 2022

Ini 8 Hadist Menebar Salam, Salah Satunya Bisa Masuk Surga Lho!

Setiap salam yang diucapkan ke sesama muslim itu terdapat doa
Ini 8 Hadist Menebar Salam, Salah Satunya Bisa Masuk Surga Lho!

Mengucapkan salam merupakan hal paling mudah bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala. Hal ini tertuang dalam hadist menebar salam.

Sudahkah Moms mengucapkan, "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” saat bertemu teman atau saudara di jalan?

Salam adalah ucapan atau sapaan yang penuh dengan keberkahan.

Sebab, di dalamnya terselip doa untuk saudara dan diri kita sendiri.

Maka itu, jangan lupa untuk mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman, berkunjung ke rumah saudara, atau ketika akan berpamitan, ya.

Agar lebih bermakna dalam menjalaninya, simak beragam hadist menebar salam berikut ini, yuk!.

Baca Juga: 7 Hadits dan Ayat Alquran tentang Berbakti kepada Orang Tua, Masya Allah!

Kumpulan Hadist Menebar Salam

Hadist menebar salam

Foto: Hadist menebar salam (Freepik.com/master1305)

Tak hanya untuk diri sendiri, Moms juga bisa mengajarkan keutamaan menebar salam pada Si Kecil.

Berikut hadist menebar salam yang bisa dipelajari, antara lain:

1. Menumbuhkan Rasa Cinta

Ketika kita berjumpa saudara atau teman dan mengucapkan salam, pastilah diiringi dengan senyuman atau pelukan hangat.

Kebiasaan ini bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama, lho.

Seperti yang tertuang dalam hadits berikut:

لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim, no.54)

2. Jadi Sebab Masuk Surga

Siapa sangka bahwa salah satu jalan masuk surga bisa berawal dari kebiasaan menebar salam.

Berikut hadist menebar salam yang mengungkapkan adanya jaminan masuk surga:

اعبُدوا الرحمنَ ، و أطعِمُوا الطعامَ ، وأَفشوا السَّلامَ ، تَدخُلوا الجنَّةَ بسَلامٍ

“Sembahlah Ar Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad 981, Ibnu Majah 3694, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 2/115)

Baca Juga: 5+ Hadits Senyum dan Hikmahnya, Masya Allah!

3. Memenuhi Hak Sesama Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ

Dari Abu Hurairah berkata, Nabi SAW bersabda: hak muslim atas sesama muslim ada enam. Maka ditanyakan kepada Beliau: Apa itu wahai Rasulullah? Maka Beliau menjawab: Jika kamu bertemu dengannya hendaknya memberi salam, jika ia mengundangmu maka penuhilah, jika ia meminta nasihat maka nasihatilah, jika ia bersin lalu mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah dan jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.

Pada hadist menebar salam yang satu ini, dikatakan bahwa mendapatkan salam merupakan hak sesama muslim.

Begitu juga dengan memberi salam, itu pun menjadi hak sesama muslim.

Jadi, jangan abaikan hak saudara kita, ya Moms.

4. Salah Satu Amalan Terbaik

Memberi salam bukanlah hal sulit, malah menjadi amalan terbaik, lho Moms!

Bahkan pada hadist menebar salam ini, kita juga dianjurkan untuk mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim meski tidak mengenalnya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: Islam manakah yang paling baik? Nabi SAW menjawab: Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”.

Baca Juga: Kenali Pengertian tentang Mukallaf, Salah Satu Syarat Ibadah Haji

5. Batasan Suara Salam

Dari Al Miqdad bin Al Aswad radhiallahu’anhu, ia berkata: 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ مِنَ اللَّيْلِ، فَيُسَلِّمُ تَسْلِيمًا لَا يُوقِظُ نَائِمًا، وَيُسْمِعُ اليقظان

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah datang (ke suatu rumah) di malam hari. Beliau bersalam dengan salam yang tidak membangunkan orang yang tidur namun bisa didengar orang yang masih terjaga.” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no.784, dishahihkan oleh Al Albani)

Berdasarkan hadist menebar salam tersebut, dijelaskan mengenai aturan nada dalam mengucap salam.

Ketika mengucapkan salam, sebaiknya jangan terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

Asalkan bisa terdengar oleh saudara kita, itu sudah cukup.

6. Jika Salam Tidak Dibalas, Malaikat yang Akan Menjawab

تَسْلِيمُكَ عَلَى بَنِي آدَمَ إِذَا لَقِيتَهُمْ ، فَإِنْ رَدُّوا عَلَيْكَ رَدَّتْ عَلَيْكَ وَعَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ ، وَإِنْ لَمْ يَرُدُّوا عَلَيْكَ رَدَّتْ عَلَيْكَ الْمَلائِكَةُ ، وَلَعَنَتْهُمْ أَوْ سَكَتَتْ عَنْهُمْ

“Ucapan salammu kepada orang-orang jika bertemu mereka, jika mereka membalasnya, maka Malaikat pun membalas salam untukmu dan untuk mereka. Namun jika mereka tidak membalasnya, maka Malaikat akan membalas salam untukmu, lalu malah melaknat mereka atau mendiamkan mereka.” (HR. Ath Thabrani dalam Musnad Asy Syamiyyin 423, Al Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalah, 359. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 333)

Bagaimana jika salam tidak dibalas oleh saudara kita?

Tak perlu risau, ya Moms.

Dari hadist menebar salam di atas, dijelaskan bahwa salam yang tidak dibalas akan dijawab oleh malaikat.

Baca Juga: Malaikat Raqib dan Atid, Malaikat Pencatat Amal Perbuatan Manusia di Dunia

7. Tetap Mengucap Salam Meski Berpisah Sebentar

Moms, mengucapkan salam itu tetap harus diucapkan meski hanya berpisah sebentar.

Seperti yang tertulis pada hadist menebar salam berikut ini:

إذا لقِيَ أحدُكم أخاه [ فلْيُسلِّمْ عليه فإن حالت بينهما شجرةٌ أو جدارٌ أو حجرٌ ولقِيَهُ فلْيُسلِّمْ عليه

“Jika seseorang dari kalian bertemu dengan saudaranya (sesama Muslim) maka ucapkanlah salam. Jika kemudian keduanya terhalang oleh pohon atau tembok atau batu, kemudian bertemu lagi, maka ucapkanlah salam lagi.” (HR. Abu Daud no.5200, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Daud)

8. Tidak Menjawab Salam

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنْتُ أُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَيَرُدُّ عَلَيَّ فَلَمَّا رَجَعْنَا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ وَقَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ لَشُغْلًا

Artinya: “Dari ‘Abdullah r.a. berkata: Aku pernah memberi salam kepada Nabi SAW ketika Beliau sedang salat, maka Beliau membalas salamku. Ketika kami kembali (dari negeri an-Najasyi), aku memberi salam kembali kepada Beliau, namun Beliau tidak membalas salamku. Kemudian Beliau berkata: Sesungguhnya dalam salat terdapat kesibukan”.

Moms, ketika kita sedang salat, maka tidak ada kewajiban bagi kita untuk menjawab salam.

Nabi Muhammad mengajarkan bahwa salam tidak wajib dijawab dalam keadaan beberapa hal, salah satunya ketika salat.

Baca Juga: Kisah Nabi Daud, Nabi Sekaligus Raja yang Pemberani dan Cerdik

Demikian berbagai hadist menebar salam yang harus Moms tahu. Yuk, terapkan pada keluarga agar terbiasa menebar salam, Moms!

  • https://muslim.or.id/53926-fikih-seputar-menebarkan-salam.html (ambil yang hadis aja)
  • https://muhammadiyah.or.id/adab-salam/