24 Mei 2023

Mungkinkah Wanita Hamil tapi Haid? Simak Jawaban Pakar Ini!

Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter

Moms hamil tapi haid? Kondisi ini pasti membuat Moms bertanya-tanya, apakah orang hamil bisa menstruasi?

Nah, haid adalah kondisi ketika rahim melepaskan lapisan yang terbentuk jika tidak terjadi kehamilan.

Maka, secara medis hamil tapi haid itu tidak mungkin, ya Moms.

Jika terjadi haid saat hamil, bisa dikatakan terjadi perdarahan rahim selama kehamilan dan bukan merupakan menstruasi.

Kondisi ini juga dijelaskan langsung oleh dr. Andry, Sp. O. G, FMIGS, FEGRF Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pondok Indah – Puri Indah RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dr. Andry seorang wanita yang sedang hamil, tidak akan terjadi proses menstruasi.

Secara medis, wanita yang berada dalam keadaan hamil tidak akan mengalami haid.

"Jadi, kondisi tersebut merupakan perdarahan yang menyerupai haid," jelas dr. Andry.

Untuk mengetahui kondisi haid saat hamil lebih lengkap, yuk simak penjelasannya di bawah ini, ya Moms.

Baca Juga: 11+ Manfaat Bunga Telang, Bisa Lancarkan Menstruasi!

Penyebab Hamil tapi Haid

Hamil
Foto: Hamil (Es.lovetoknow.com)

Hamil tapi haid bukan kondisi yang normal, ya Moms. Tapi, beberapa wanita hamil bisa mengalami risiko ini.

Perdarahan yang keluar ketika hamil bukan merupakan hal yang normal.

"Hal ini harus segera dikonsultasikan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan Moms, meski bercak darah yang keluar baru sebentar atau sedikit," kata dr. Andry.

Mengutip dari Medical News Today, wanita hamil yang mengalami pendarahan biasanya saat menyusui atau menjelang persalinan.

Ini dia beberapa kemungkinan penyebab haid saat hamil yang bisa dirasakan Moms.

1. Trimester Pertama

Hamil tapi haid berisiko di trimester pertama dan umum terjadi.

Beberapa bercak bisa ringan bisa saja timbul di tiga bulan pertama kehamilan.

Hal ini karena ada perubahan pada sel serviks selama kehamilan yang bisa menyebabkan sedikit pendarahan, terutama setelah berhubungan seks.

Penyebab hamil tapi haid di trimester pertama yakni seperti berikut:

  • Kehamilan ektopik yang merupakan kondisi darurat
  • Infeksi
  • Tanda keguguran
  • Perdarahan subkorionik atau hematoma subkorionik
  • Penyakit Trofoblastik Gestasional (GTD), kondisi embrio atau bakal janin tidak terbentuk setelah pembuahan

Baca Juga: 10+ Keluhan Ibu Hamil Trimester 1, Pernah Mengalami?

2. Trimester Kedua (Setelah 20 Minggu)

Penyebab hamil tapi haid di trimester kedua bisa lebih beragam dari trimester pertama, Moms.

Ini dia beberapa penyebab hamil tapi haid di usia kehamilan 20 minggu:

  • Pemeriksaan serviks, ketika dokter melakukan pemeriksaan di serviks, bisa menyebabkan pendarahan kecil.
  • Plasenta previa, kondisi yang terjadi ketika implan plasenta berlokasi di dekat pembukaan serviks.
  • Persalinan atau kelahiran prematur, selama persalinan, serviks melebar dan rahim berkontraksi yang menyebabkan pendarahan.
  • Berhubungan seksual, perempuan bisa berhubungan seks meski tengah hamil dan bisa menyebabkan pendarahan karena kepekaan jaringan vagina meningkat.
  • Rahim robek, kondisi ini terjadi ketika persalinan dan merupakan keadaan darurat. Rahim robek berisiko pada ibu yang pernah melahirkan.
  • Solusio plasenta, kondisi ketika plasenta terpisah dari rahim sebelum bayi lahir dan merupakan kondisi medis.

Jika hamil tapi haid sering terjadi, Moms juga perlu memperhatikan warna, jumlah, dan konsistensi perdarahan untuk segera memberi tahu dokter.

Wanita yang berada dalam kondisi hamil tidak mungkin mengalami haid.

"Jika hal tersebut terjadi, maka dapat dipastikan bahwa telah terjadi perdarahan kehamilan," kata dr. Andry.

Baca Juga: 10+ Keluhan Ibu Hamil Trimester 1, Pernah Mengalami?

Dampak Perdarahan saat Hamil

Ilustrasi Janin
Foto: Ilustrasi Janin (Babycentre.co.uk)

Menurut dr. Andry, perdarahan saat hamil bisa berbahaya terutama bagi janin, lho Moms.

"Perdarahan selama kehamilan dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya," tandasnya.

Masalah yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami perdarahan antara lain anemia, gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, hingga ancaman kematian bagi ibu atau janin.

Melihat kondisi ini, tentu Moms jadi cemas, ya? Lantas, bisakah hamil tapi haid dicegah?

Haid saat hamil tidak perlu dicegah karena kondisi tersebut memang tidak mungkin terjadi.

"Sementara perdarahan saat kehamilan dapat dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan," ungkap dr. Andry.

Jika ibu hamil mengalami perdarahan, segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ya.

Hal ini untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Darah Menstruasi Menggumpal, Apakah Berbahaya?

Cara Mengatasi Pendarahan saat Hamil

Ilustrasi Haid
Foto: Ilustrasi Haid (Freepik.com/diana-grytsku)

Tentunya ketika Moms mengalami perdarahan, pastinya yang harus Moms lakukan adalah berkunjung ke dokter, ya.

Meskipun perdarahannya berhenti, Moms juga tetap harus berkunjung ke dokter untuk mencegah masalah kehamilan.

Ini dia tanda perdarahan saat hamil yang harus Moms ketahui sebagai acuan kapan harus ke dokter.

Selain itu, jika Moms melihat tanda-tanda melahirkan prematur, sebaiknya segera berkunjung ke dokter karena merupakan kondisi darurat.

Mengutip dari Baby Center, jika perdarahan terjadi dan tidak terlihat parah, Moms bisa melakukan hal berikut, seperti:

  • Tetap rileks
  • Menghindari berhubungan seksual
  • Hindari berpergian jauh
  • Hindari olahraga berat

Perdarahan saat hamil yang tidak berat, bisa berlangsung selama satu hingga dua hari.

Jika lebih dari itu, segera berkunjung ke dokter karena bisa merupakan tanda masalah dalam janin, ya.

Baca Juga: Keputihan saat Hamil Trimester 2: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Itulah informasi seputar hamil tapi haid yang bisa Moms ketahui.

Semoga kebingungan Moms terjawab, ya!

  • https://www.healthline.com/health/pregnant/period-and-pregnant#bottom-line
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322598

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.