27 Oktober 2023

Gejala dan Penyebab Solusio Plasenta, Moms Wajib Tahu!

Solusio plasenta ditandai dengan gerakan janin yang berkurang dan perut terasa sangat sakit

Kehamilan merupakan masa yang penuh kebahagiaan, tetapi juga butuh kehati-hatian. Namun, jangan sampai Moms mengalami solusio plasenta.

Solusi plasenta merupakan istilah yang merujuk pada kondisi putusnya plasenta dari dinding rahim saat hamil.

Solusio plasenta termasuk dalam suatu kelainan pada ibu hamil ketika sebagian atau keseluruhan plasenta terlepas dari dinding rahim.

Plasenta merupakan organ penting yang berkembang selama kehamilan dan menempel pada dinding rahim.

Plasenta berfungsi sebagai alat komunikasi antara Moms dengan janin dalam memberikan nutrisi dan oksigen, serta menyebabkan pendarahan hebat pada ibu.

“Kelainan ini umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu hingga melahirkan. Dalam ilmu kedokteran, istilah ini disebut sebagai solusio plasenta atau placenta abruption,” terang dr. Putri Deva Karimah, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Meski kondisi ini jarang terjadi, tetapi perlu diwaspadai karena termasuk kelainan yang serius.

Apabila solusio plasenta yang terjadi secara tiba-tiba tak segera ditangani, hal tersebut dapat membahayakan Moms serta bayinya di dalam kandungan.

Sebagai informasi untuk Moms, berikut gejala, penyebab, diagnosis, dan penanganan solusio plasenta.

Simak artikel ini hingga akhir, ya Moms!

Baca Juga: Mengenal Thanatophobia, Rasa Takut Berlebih akan Kematian

Gejala Solusio Plasenta

Gejala Solusio Plasenta (Orami Photo Stock)
Foto: Gejala Solusio Plasenta (Orami Photo Stock)

Salah satu gejala yang mungkin akan dirasakan oleh ibu adalah gerakan bayi yang sudah berkurang dan perut terasa sakit sekali.

Selain itu, ada beberapa gejala umum lainnya juga yang akan ibu rasakan.

  • Perdarahan keluar dari vagina sebesar 78 persen
  • Perut teraba keras dan nyeri saat dilakukan penekanan, dan adanya nyeri punggung
  • Detak jantung janin dan pergerakan janin berkurang atau sulit untuk dinilai atau yang disebut fetal non-reassuring
  • Rahim berkontraksi lebih dari 5 kali atau selama 10 menit
  • Rahim berkontraksi sangat sering (hipertonus)

Namun berdasarkan derajat keparahannya, gejala solusio plasenta terbagi menjadi 4 kelas seperti di bawah ini.

Kelas 0

"Pada kelas ini, tidak ada tanda atau gejala tertentu yang akan dialami oleh ibu hamil. Karena plasenta kelas ini baru ditemukan setelah kelahiran," ungkap dr. Putri.

Kelas 1

Pada kelas satu ini, gejala plasenta putus yang akan dialami berupa perdarahan yang ringan hingga tidak ada. Lalu akan merasakan nyeri ringan saat kontraksi rahim.

Sedangkan untuk tekanan darah dan nadi akan terasa normal, serta kondisi janin pun normal.

Kelas 2

Pada tingkat ini, akan terjadi perdarahan ringan, bahkan bisa tidak ada. Nyeri saat kontraksi rahim akan terasa sedang saja, namun bisa juga berat. Terdapat perubahan tekanan darah dan nadi terasa cepat.

Kondisi ini juga memungkinkan terjadinya hipofibrinogenemia. Moms harus khawatir pada kondisi janin di saat ini.

Kelas 3

Ciri-ciri plasenta putus pada tahap ini mulai dari perdarahan berat, sangat nyeri/sering kontraksi.

Kondisi ini terjadi syok pada ibu yang mengakibatkan nadi dan tensi rendah, terjadi hipofibrinogenemia atau koagulopati, hingga pada kasus terberatnya kematian janin.

Baca Juga: 25+ Senam Ibu Hamil 8-9 Bulan untuk Melancarkan Persalinan

Faktor Penyebab Solusio Plasenta

Faktor Penyebab Solusio Plasenta (Orami Photo Stock)
Foto: Faktor Penyebab Solusio Plasenta (Orami Photo Stock)

Mengutip Mayo Clinic, penyebab solusio plasenta seringkali tidak diketahui. Kemungkinan penyebabnya termasuk trauma atau cedera pada perut.

Misalnya, karena Moms melakukan pijat hamil secara sembarangan.

“Tidak jarang pasien datang kontrol dan mengatakan perut terasa sakit sekali dan gerakan bayi sudah berkurang, setelah ditanyakan lebih lanjut ternyata pasien sebelumnya sempat diurut di tukang pijat yang tidak mempunyai ilmu tentang kehamilan,” tutur dr. Putri Deva Karimah, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah

Menurutnya, ini merupakan salah satu contoh penyebab tersering terjadinya solusio plasenta.

Oleh karena itu, lebih baik berhati-hati dalam memilih ahli pijat atau urut.

Pilih terapis yang mempunyai sertifikasi atau paham mengenai kehamilan, dan lebih baik lagi jangan melakukan pemijatan di area perut.

Baca Juga: 8 Arti Mimpi Melihat Orang Hamil, Pernah Mengalaminya, Moms?

Faktor lain yang memicu terjadinya solusio plasenta, seperti:

  • Trauma atau cedera pada bagian perut ibu, seperti kecelakaan, terjatuh, maupun kehilangan cairan ketuban
  • Pernah menderita solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi kokain
  • Tingginya tekanan darah selama masa kehamilan, sehingga menimbulkan preeklampsia maupun eklampsia
  • Memiliki penyakit kencing manis atau diabetes
  • Ibu hamil berada pada usia di atas 35 tahun atau kurang dari 20 tahun
  • Sedang mengandung lebih dari satu bayi atau mengandung bayi kembar
  • Adanya infeksi pada cairan ketuban selama masa kehamilan yang disebut chorioamnionitis
  • Timbulnya ketuban pecah secara dini, sehingga menyebabkan kebocoran cairan ketuban sebelum masa kehamilan berakhir
  • Jumlah ketuban sedikit
  • Terdapat miom pada rahim
  • Memiliki masalah pada darah seperti Thrombophilia

Dampak Solusio Plasenta

Ilustrasi Ibu Melahirkan (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Ibu Melahirkan (Orami Photo Stock)

Terputusnya plasenta dari dinding rahim atau solusio plasenta ini tak hanya memengaruhi pasokan oksigen atau nutrisi antara ibu dan bayi.

Baca Juga: 25+ Ciri-ciri Hamil Muda yang Jarang Disadari, Apa Saja?

Terdapat banyak dampak lain dari solusio plasenta. Dampak solusio plasenta bagi ibu hamil

  • Syok karena kehilangan darah
  • Masalah pembekuan darah
  • Perlunya transfusi darah
  • Nyeri perut
  • Kegegalan ginjal atau organ lain akibat kehilangan darah
  • Perlu melakukan histerektomi (operasi pengangkatan rahim), jika perdarahan uterus tidak dapat dikontrol, tetapi kasus ini cukup jarang terjadi

Dampak solusio plasenta bagi bayi

  • Pertumbuhan terhambat karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen
  • Lahir prematur
  • Kematian bayi
Solusio plasenta atau plasenta putus dapat dinilai dengan melakukan beberapa metode penilaian oleh...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb