18 Januari 2022

Hepatitis B: Definisi, Gejala, Cara Penularan, Pengobatan, dan Pencegahan

Meski bisa sembuh sendiri, penyakit ini bisa sangat berbahaya

Hepatitis B adalah salah satu kondisi yang patut untuk diwaspadai.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), WHO mengestimasi ada 296 juta orang yang mengidap hepatitis B kronis pada tahun 2019.

Tak hanya itu, penyakit ini pun bertambah dan setidaknya ada 1,5 juta orang yang terkena hepatitis B setiap tahunnya.

WHO pun menjelaskan penyakit hepatitis biasanya ditandai oleh jaringan hati yang meradang dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus, sistem kekebalan yang terlalu aktif, dan penyalahgunaan alkohol.

Sebenarnya, apa itu hepatitis B? Cek selengkapnya di sini ya, Moms!

Baca Juga: Ini 6 Fakta Penyakit Hepatitis yang Tidak Banyak Diketahui

Apa Itu Hepatitis B?

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B

Foto: Orami Photo Stock

Penting untuk kesehatan, Moms perlu mengetahui lebih dalam mengenai penyakit ini.

Mengenai kondisi ini dr. Tri Indah Soraya yang merupakan Dokter Umum di RS Pondok Indah – Pondok Indah pun menjelaskan secara mendalam.

Hepatitis B menurut dr Tri adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB).

Kondisi ini bisa berpotensi mengancam jiwa. Hal itu dikarenakan virus HBV yang menyebabkan kondisi ini bisa merusak dan menginfeksi hati.

Meski demikian, infeksi ini merupakan penyakit yang tidak bertahan lama dalam tubuh penderita. Para pasien dengan kondisi ini pun bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Baca Juga: 7 Manfaat Kombucha untuk Kesehatan, Ternyata Bisa Mengatasi Kanker lho Moms!

Orang yang terjangkit penyakit ini butuh waktu setidaknya 6 bulan untuk sembuh.

Untuk beberapa kasus, hepatitis B ini bisa menimbulkan infeksi pada jangka panjang dan bisa menyebabkan kerusakan liver.

Ketika terjangkit hepatitis B, seseorang juga bisa menyebarkan virus meski tidak sedang merasa sakit.

Hepatitis B yang bisa mengancam nyawa jika dikatakan sudah dalam tahap kronis. Ketika sudah kronis, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa.

Beberapa komplikasi dari hepatitis B adalah sirosis dan kanker hati.

Jadi, penderita hepatitis B yang sudah kronis patut atau wajib melakukan kontrol secara berkala ke dokter untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan rutin memeriksakan diri ke dokter, pasien yang kronis bisa mendeteksi dini jika ada atau terjadi komplikasi.

Baca Juga: 14 Manfaat Buah Blewah untuk Kesehatan, Bantu Atasi Kanker hingga Perkembangan Janin

Gejala Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B

Foto: Orami Photo Stock

Gejala yang akan dirasakan oleh pasien hepatitis B tidak terlalu terlihat.

Bahkan sebagian besar orang tidak merasakan gejala apapun ketika baru terinfeksi.

Namun, beberapa pasien yang mengidap jenis akut akan merasakan gejalanya. Gejala tersebut bahkan bisa bertahan hingga beberapa minggu.

Gejala hepatitis B adalah:

  • Kulit yang berubah warna jadi kuning
  • Mata yang berubah warna jadi kuning
  • Warna urin gelap
  • Cepat merasa lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Nafsu makan buruk
  • Rasa sakit di bagian perut

Seperti yang sudah disebutkan, seseorang yang menderita hepatitis akut memiliki risiko gagal hati lebih tinggi. Hal itu pun bisa meningkatkan risiko kematian.

Di antara komplikasi jangka panjang infeksi HBV, sebagian orang pun bisa terkena sirosis dan karsinoma hepatoselular.

Jika mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan diri Moms ke dokter.

Pada hepatitis B akut tidak memerlukan obat khusus, biasanya dokter hanya memberikan obat untuk mengatasi gejala yang dirasakan, perbanyak istirahat, konsumsi makanan yang bergizi, dan perbanyak minum air putih agar tubuh dapat melawan virus.

Namun, pada kondisi pasien yang memiliki hepatitis B kronis, maka diperlukan pemberian antivirus dalam jangka waktu yang lama untuk mencegah perkembangan dari penyakit.

Baca Juga: Bahaya Pewarna Buatan dalam Makanan dan Minuman, Bisa Sebabkan Kanker!

Cara Penularan Hepatitis B

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B (Sehatq.com)

Foto: Orami Photo Stock

Virus hepatitis B tidak bisa ditularkan dengan mudah seperti berpelukan atau berpegangan tangan.

Virus ini bisa menular dengan cara-cara tertentu. Virus hepatitis B sendiri biasanya ditularkan dari ibu pada bayi. Jadi, Moms perlu memeriksakan hal ini.

Tak sampai sana, hepatitis B juga bisa ditularkan dari kontak darah atau cairan yang keluar saat berhubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hal yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi penularan hepatitis B adalah:

  • Kontak seksual tanpa pengaman (kondom)
  • Melalui jarum suntik, jarum tattoo, gunting kuku, dan pisau cukur yang sebelumnya digunakan oleh penderita hepatitis B
  • Kehamilan dari ibu penderita hepatitis B ke janin

Baca Juga: Penuh Khasiat, Ini 17 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Tubuh hingga Ibu Hamil

Pengobatan Hepatitis B

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B

Foto: Orami Photo Stock

WHO menjelaskan tidak ada pengobatan yang spesifik untuk hepatitis B akut.

Meski demikian, untuk perawatannya bisa dilakukan dengan cara pola makan teratur dan jangan lupa mengganti cairan yang hilang dar muntah atau diare.

Tak hanya itu, hal penting lain adalah dengan cara menghindari obat yang tidak dibutuhkan. Obat seperti paracetamol, acetaminophen atau obat yang bisa menahan muntah perlu dihindari.

Infeksi hepatitis B kronis sendiri bisa disembuhkan dengan pengobatan. Pengobatan itu bisa memperlambat proses kondisi sirosis dan mengurangi kemungkinan kanker hati dan meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang.

Di tahun 2021, WHO memperkirakan 12% hingga 25% orang dengan infeksi hepatitis B kronis memerlukan obat tergantung dari keadaannya seta kriteria kelayakan.

WHO pun merekomendasikan untuk menggunakan pengobatan oral berupa tenofovir atau entecavir sebagai obat yang paling ampuh untuk menekan virus HBV.

Kebanyakan orang yang mulai pengobatan ini biasanya harus melanjutkannya seumur hidup.

Baca Juga: 12 Manfaat Arang Aktif untuk Kesehatan, Salah Satunya Bantu Melindungi Ginjal

Cara Mencegah Hepatitis B

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B (news-medical.net)

Foto: Orami Photo Stock

Agar terhindar dari penyakit ini, WHO merekomendasikan untuk melakukan vaksin hepatitis B.

Vaksin tersebut sudah bisa disuntikkan sesegera mungkin setelah lahir. Bahkan WHO merekomendasikan setidaknya 24 jam setelah bayi dilahirkan.

Setelah dilakukan vaksin lengkap, perlu dilakukan 2 sampai 3 dosis lain dalam jarak waktu setidaknya 4 minggu dari jarak vaksin lengkap.

Vaksin hepatitis B ini bisa membantu antibodi dan juga bertahan hingga 20 tahun bahkan lebih.

Meski demikian, WHO tidak merekomendasikan melakukan vaksin booster untuk mereka yang sudah lengkap melakukan 3 dosis vaksinasi.

Selain vaksinasi, beberapa tindakan juga perlu dilakukan untuk menurunkan risiko terkena hepatitis B. Moms perlu melakukan hubungan seksual yang aman dan tidak menyalahgunakan NAPZA.

Baca Juga: Atasi Sembelit Hingga Baik untuk Diet, Ini Dia 17 Manfaat Lobak untuk Kesehatan

Nah, itu dia Moms penjelasan lengkap mengenai hepatitis B.

Seperti yang sudah disebutkan, penyakit hepatitis B bisa sembuh sendiri namun bisa sangat berbahaya jika sudah tahap kronis dan akut. Jika sudah sampai tahap itu, hepatitis B bisa berisiko komplikasi serius.

Sebaiknya lakukan pencegahan dengan vaksin agar terhindar dari kondisi ini ya, Moms!

  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/index.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.