25 Januari 2022

Mengenal Hipokalemia, dari Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

Simak penjelasannya ya, Moms!

Hipokalemia adalah kondisi saat tubuh kekurangan kalium. Kondisi ini terjadi ketika kadar kalium dalam tubuh berada di bawah batas normal.

Padahal, menurut Cathy Lehman, ahli gizi di Amerika Serikat, kalium sangat penting untuk tubuh.

Kalium ini menghasilkan kontraksi otot dan mengatur detak jantung. Selain itu, kalium juga penting dalam metabolisme energi kita, Moms.

Karena itulah, jika Moms mengalami kekurangan kalium dalam tubuh, hal ini dapat memicu berbagai penyakit serius.

Sebab, kalium berfungsi sebagai penghasil potensi listrik yang membantu impuls saraf di dalam tubuh yang terkait dengan detak jantung dan kontraksi otot.

Nah, penting sekali untuk mengetahui lebih dalam soal hipokalemia, Moms. Berikut adalah informasi seputar hipokalemia. Yuk, disimak!

Baca Juga: Catat, Ini Dia Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Kalium

Gejala Kondisi Hipokalemia

dr. Alyson Pidich, direktur medis di Amerika Serikat mengatakan, jika jumlah kalium dalam tubuh anak terlalu rendah atau tinggi akan sangat berbahaya.

Karenanya, kadar kalium yang seimbang harus terus dijaga. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita terkena hipokalemia atau tidak?

Dikutip dari Healthline, ini gejala-gejala yang sering terlihat jika seseorang mengalaminya.

1. Lemah dan Mudah Lelah

hipokalemia pada anak
Foto: hipokalemia pada anak

Foto: ustimesnow.com

Hipokalemia dapat menyebabkan tubuh mudah merasa lelah dan lemah. Ini menjadi tanda pertama yang terjadi jika seseorang mengalami hipokalemia.

Kekurangan kalium juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memanfaatkan nutrisi yang diserap. Seperti saat proses produksi insulin.

Kekurangan kalium dapat merusak proses produksi insulin, sehingga mengakibatkan kadar gula darah menjadi tinggi.

2. Kram dan Kejang Otot

hipokalemia pada anak
Foto: hipokalemia pada anak

Foto: hgtv.com

Saat kalium dalam tubuh rendah, kram otot bisa terjadi. Kram terjadi karena adanya kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkendali.

Salah satu fungsi kalium adalah membantu otak menyampaikan sinyal yang merangsang dan mengakhiri kontraksi otot.

Sehingga, ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal-sinyal ini secara efektif.

Inilah yang menghasilkan kontraksi yang lebih lama, seperti kram otot pada penderita hipokalemia.

Baca Juga: Kenali Sembelit Pada Anak dan 5 Cara Mengatasinya

3. Masalah Pencernaan

sakit perut
Foto: sakit perut

Foto: Orami Photo Stock

Masalah pencernaan bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya kekurangan kalium.

Kalium berfungsi sebagai media yang menyampaikan sinyal dari otak ke otot akan membantu sistem pencernaan mendorong makanan sehingga bisa dicerna.

Ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal secara efektif.

Akhirnya, kontraksi pada sistem pencernaan dapat menjadi lebih lemah dan memperlambat pergerakan makanan, sehingga menimbulkan kembung dan sembelit.

4. Palpitasi Jantung

hipokalemia pada anak
Foto: hipokalemia pada anak

Foto: wate.com

Palpitasi jantung termasuk dampak dari hipokalemia, Moms.

Biasanya palpitasi jantung terjadi karena kecemasan atau stres. Namun kekurangan kalium juga bisa menjadi penyebab yang harus Moms waspadai.

Ini dapat terjadi karena aliran kalium masuk dan keluar dari sel-sel jantung yang membantu mengatur detak jantung.

Kadar kalium darah yang rendah dapat mengubah aliran ini, menghasilkan jantung berdebar-debar.

Selain itu, jantung berdebar mungkin merupakan gejala aritmia atau detak jantung yang tidak teratur.

Aritmia juga memiliki keterkaitan dengan defisiensi kalium namun kondisinya lebih serius.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

5. Kesulitan Bernapas

Leher Terasa Tercekik hingga Sesak Napas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Foto: Leher Terasa Tercekik hingga Sesak Napas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya! (Freepik.com/cookie_studio)

Foto: anmj.org.au

Seseorang yang mengalami hipokalemia bisa mengalami sesak napas karena paru-parunya sulit mengembang dengan baik.

Kalium yang rendah pada darah menyebabkan jantung berdetak tidak normal.

Ini mengakibatkan hanya sedikit darah yang dapat dipompa dari jantung ke seluruh tubuh.

Jika hanya sedikit darah yang dibawa, maka sedikit pula oksigen yang bisa masuk ke paru-paru.

Kekurangan kalium dalam jumlah yang banyak bahkan dapat menghentikan kerja paru-paru dan berakibat fatal.

Pastikan juga Moms untuk mendapatkan jumlah kalium yang cukup setiap hari agar hipokalemia tidak terjadi.

Selain itu, waspadai juga gejala jangka panjang yang bisa muncul, seperti:

  • Kulit kering
  • Kuku rapuh
  • Batu ginjal atau endapan kalsium lainnya di dalam tubuh
  • Demensia
  • Katarak
  • Eksim

Baca Juga: 9 Manfaat Daun Kelapa, Salah Satunya Bisa Menghilangkan Nyeri Otot!

Penyebab Hipokalemia

Hypocalcemia.jpg
Foto: Hypocalcemia.jpg

Foto: istock.com

Melansir Oxford Medicine, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab kekurangan kalium yang paling umum adalah:

  • Sering muntah atau diare
  • Penyalahgunaan obat pencahar atau laksatif
  • Berkeringat berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan antibiotik
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Tidak mendapatkan asupan kalium yang cukup dari makanan
  • Gangguan adrenal, seperti sindrom Cushing
  • Gangguan ginjal
  • Polip vili usus besar

Meskipun jarang terjadi, kekurangan kalium juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini:

  • Kekurangan asam folat
  • Ketoasidosis diabetik
  • Rendahnya kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesemia)
  • Konsumsi obat asma atau antibioitik
  • Kebiasaan merokok

Baca Juga: 5 Tanaman yang Mengandung Kalium Tinggi dan Bisa Dikonsumsi

Pengobatan Hipokalemia

cara-menghitung-tetesan-infus.jpg
Foto: cara-menghitung-tetesan-infus.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan penderita hipokalemia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Umumnya, pengobatannya berupa:

1. Mengembalikan Kadar Kalium

Hipokalemia yang ringan dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen kalium.

Namun pada hipokalemia yang berat, asupan kalium perlu diberikan melalui infus kalium klorida.

Dosis infus disesuaikan dengan kadar kalium dalam darah dan diberikan secara perlahan untuk mencegah risiko terjadinya gangguan jantung. 

Jika sudah menyebabkan jumlah elektrolit jenis lain bermasalah, kondisi ini juga perlu diobati.

2. Obati Sesuai Penyebab

Setelah penyebab kekurangan kalium diketahui secara pasti, dokter akan melakukan pengobatan terhadap penyebab tersebut.

Sebagai contoh, bila penyebabnya adalah diare, dokter bisa memberikan obat antidiare, seperti:

  • Loperamide
  • Bismuth subsalicylate

3. Memantau Kadar Kalium

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, dokter akan memantau kadar kalium pasien melalui tes darah atau tes urine.

Tindakan ini dilakukan guna mencegah peningkatan kadar kalium yang berlebihan (hiperkalemia).

Karena kadar kalium yang tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi serius.

Untuk menjaga kadar kalium tetap normal, penderita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalium, misalnya:

  • Kacang-kacangan
  • Bayam
  • Salmon
  • Wortel

Dokter juga akan meresepkan suplemen magnesium, karena kadar magnesium dalam tubuh dapat berkurang seiring hilangnya kalium.

Baca Juga: 7 Manfaat Kalium untuk Kesehatan, Salah Satunya untuk Mencegah Stroke!

Untuk perawatan hipokalemia di rumah, Moms jangan ragu untuk meminta suplemen kalium pada dokter.

Beberapa makanan yang bisa menjadi sumber kalium yang sehat antara lain:

  • Sayuran berdaun hijau, terutama bayam dan kol
  • Buah-buahan, seperti pisang, alpukat, jeruk, dan tomat
  • Jamur
  • Kentang panggang
  • Protein hewani, seperti daging sapi, babi, unggas, dan ikan
  • Susu dan produk olahan susu
  • Selai kacang
  • Kacang-kacangan
  • Rumput laut
  • Bibit gandum

Baca Juga: Tips Mengatasi Sembelit pada Ibu Hamil, Penting Cukupi Asupan Cairan Air Mineral

Itu dia Moms beragam informasi seputar hipokalemia.

Jika mengalami beberapa gejala hipokalemia yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter, ya Moms!

  • https://www.healthline.com/health/hypocalcemia#symptoms
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3279267/
  • https://emedicine.medscape.com/article/241893-overview
  • https://www.msdmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/electrolyte-balance/hypocalcemia-low-level-of-calcium-in-the-blood
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hypocalcemia
  • https://oxfordmedicine.com/view/10.1093/med/9780190862800.001.0001/med-9780190862800-chapter-77

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.