Trimester 2

11 Juli 2021

Sering jadi Perdebatan, Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cream Pemutih Wajah?

Pelajari juga kandungan pada cream pemutih wajah yang berbahaya untuk ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Meski sedang hamil, Moms tetap harus memperhatikan kondisi kulit, terutama bagian wajah. Namun, bolehkah ibu hamil memakai cream pemutih wajah? Apakah tidak berbahaya jika menggunakannya selama masa kehamilan?

Salah satu produk skincare yang dianggap berbahaya dipakai oleh ibu hamil adalah krim pemutih wajah. Mengutip National Health Service, produk pencerah kulit bertujuan untuk mencerahkan area kulit yang gelap atau mencapai warna kulit yang umumnya lebih pucat.

Perawatan kulit ini biasanya digunakan untuk memperbaiki penampilan noda seperti tanda lahir, dan flek hitam (melasma). Namun, apa jadinya jika ibu hamil menggunakannya? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Night Cream Lokal Di Bawah Rp 100 Ribu Untuk Membuat Kulit Bersinar

Kandungan Cream Pemutih Wajah

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cream Pemutih Wajah -1

Foto: Orami Photo Stock

Krim pemutih wajah yang cenderung kuat biasanya diresepkan oleh dokter karena dapat menyebabkan efek samping serius jika tidak digunakan dengan benar.

Krim pemutih wajah yang diresepkan dokter ini umumnya mengandung bahan hidrokuinon, atau kortikosteroid (obat steroid).

Ternyata, Moms yang bertanya bolehkah ibu hamil memakai cream pemutih wajah, adalah berkaitan dengan kandungan dari cream tersebut yang ditakutkan akan berbahaya dan mempengaruhi janin. Beberapa di antaranya yakni:

1. Hidrokuinon

Mengutip jurnal Canadian Family Physician, diperkirakan sebesar 35 persen hingga 45 persen hidrokuinon diserap setelah penggunaan topikal pada manusia.

Sebuah studi mengungkapkan, penggunaan hidrokuinon selama kehamilan tampaknya tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko malformasi atau efek samping lainnya.

Namun, karena penyerapan yang lebih jika dibandingkan produk lain, langkah terbaik adalah meminimalkan paparan sampai ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanannya.

2. Merkuri

Jika penggunaan hidrokuinon disarankan untuk dikurangi, Moms perlu menghentikan cream pemutih yang mengandung merkuri saat hamil. Ini karena kandungan tersebut dapat memberikan risiko kesehatan pada janin.

Dalam International Journal of Hygiene and Environmental Health, disebutkan bahwa perempuan terutama ibu hamil dan menyusui yang menggunakan produk merkuri, akan berisiko keracunan merkuri.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan merkuri prenatal dan postnatal dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen pada anak-anak. Selain itu, merkuri dapat menyebabkan infertilitas wanita dan cacat lahir.

3. Cream Steroid

Kortikosteroid (steroid topikal) seperti fluocinonide, betametason valerat, dan clobetasol propionate digunakan dalam beberapa cream pemutih kulit. Steroid topikal mencerahkan kulit dengan:

  • Menyempitkan pembuluh darah,
  • Memperlambat pergantian sel kulit,
  • Mengurangi jumlah sel pigmen,
  • Mengurangi produksi hormon perangsang melanosit.

Studi Transactions of The Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene menemukan bahwa perempuan hamil yang menggunakan krim pencerah kulit yang mengandung steroid kuat, lebih mungkin untuk memiliki plasenta yang lebih kecil dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Meskipun beberapa krim mungkin tidak mencantumkan steroid topikal, produk pemutih kulit yang tidak diatur ternyata mengandung bahan-bahan ini.

4. Retinol dan Retinoid

Retinol merupakan turunan vitamin A yang dapat ditemukan dalam segala hal, mulai dari tabir surya hingga lipstik, digunakan terutama sebagai bahan anti-penuaan dan obat jerawat karena mendorong pergantian sel.

Tak perlu dikatakan bahwa Moms harus menghindari retinoid oral saat hamil, tetapi Moms juga harus menghindari retinol topikal. Sebagian besar dari apa yang diterapkan pada kulit akan diserap ke dalam aliran darah, yang berpotensi berbahaya bagi janin.

5. Paraben

Paraben biasanya digunakan sebagai pengawet dalam banyak kosmetik, karena dapat meniru estrogen dan juga dikenal sebagai pengganggu endokrin.

Penelitian

INSERM (Institut national de la santé et de la recherche médicale) menunjukkan bahwa paraben dapat mengganggu pertumbuhan janin. Meskipun masih belum diketahui apakah paraben dalam jumlah kecil berbahaya selama kehamilan, namun lebih baik berhati-hati.

6. Phthalates

Penelitian Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa ftalat, yakni sekelompok bahan kimia yang banyak ditemukan dalam wewangian buatan dapat menyebabkan risiko keguguran yang lebih tinggi serta diabetes gestasional.

Para peneliti merekomendasikan untuk menghindari ftalat dalam perawatan kulit dan kosmetik secara umum, terutama saat sedang hamil. Moms bisamencari cream berlabel 'bebas ftalat',atau hindari wewangian sintetis.

Baca Juga: Pentingnya Mengoleskan Hand Cream Secara Teratur

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cream Pemutih Wajah?

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cream Pemutih Wajah-2

Foto: Orami Photo Stock

Setelah melihat beberapa bahan di atas, apakah masih ada Moms yang bertanya bolehkah ibu hamil memakai cream pemutih wajah? Jika iya, tenang saja Moms, boleh kok. Tapi tetap harus menghindari bahan-bahan tertentu ya.

Untuk mengurangi keraguan, Moms bisa memiilih cream dengan bahan alami. Banyak kosmetik pemutih memiliki zat yang berasal dari tumbuhan. Bahan alami dipercaya dapat mencegah produksi melanin tanpa menjadi racun dan dianggap aman.

Jika Moms memilih untuk menggunakan cream pemutih kulit atau wajah selama kehamilan, Baby Center memberikan beberapa panduan, yakni:

  • Periksa bahan cream yang akan digunakan, dan hindari bahan yang berbahaya.
  • Baca instruksi pada cream dengan baik sebelum menggunakannya.
  • Selalu lakukan tes tempel pada area kecil sebelum menggunakan produk, bahkan jika telah menggunakannya sebelum kehamilan. Kulit akan lebih sensitif selama kehamilan dan bahan aktifnya dapat menyebabkan iritasi. Berhenti menggunakannya jika terjadi reaksi apa pun.
  • Jangan pernah menggunakan pemutih pada kulit yang bengkak atau rusak.
  • Beli hanya produk yang memiliki persetujuan medis.
  • Jika mendapatkan layanan pemutih wajah atau kulit di salon, periksa produk yang digunakan.
  • Jika tidak yakin tentang bahan atau produk tertentu, Moms selalu dapat berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: BB Cream Vs Foundation

Bahan Alternatif untuk Mencerahkan Wajah saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Cream Pemutih Wajah -3

Foto: Orami Photo Stock

Di masa kehamilan, Moms sudah mengetahui tentang adanya pantangan dalam menggunakan produk perawatan kulit. Jawaban dari pertanyaan bolehkah ibu hamil memakai cream pemutih wajah adalah boleh, namun harus mennghindari bahan-bahan tertentu.

Namun, bukan berarti Moms tidak bisa merawat kulit selama masa kehamilan. Ada beberapa skincare dari bahan alternatif yang relatif aman dan memberikan manfaat yang sama pada kulit.

Moms bisa memilih pengobatan alami yang telah digunakan secara tradisional untuk mencerahkan kulit dan meminimalisir kulit kusam selama kehamilan.

1. Lemon

Buah lemon memiliki sifat pemutih kulit dan dapat membantu mengurangi bintik hitam dan noda. Untuk digunakan sebagai skincare wajah, Moms bisa mengubahnya menjadi masker.

Caranya, encerkan dua sendok makan jus lemon dalam air. Celupkan kapas ke dalam larutan dan oleskan ke daerah kulit yang terkena noda. Diamkan beberapa saat sebelum dibilas.

2. Kunyit

Curcumin yang merupakan senyawa polifenol yang berada di dalam kunyit, dilaporkan dapat menekan aktivitas melanosit menurut penelitian yang dilakukan Phytotherapy Research .

Untuk mendapatkan khasiatnya, campur pasta kunyit mentah dengan jus lemon. Setelah itu, oleskan campuran tersebut ke kulit dan biarkan mengering dan terakhir cuci dengan air.

3. Lidah Buaya

Aloin, bahan aktif dalam lidah buaya juga dikenal karena sifat pencerah kulitnya. Moms bisa mengolahnya dan membuatnya sebagai bagian dari skincare untuk memutihkan wajah yang alami.

Oleskan gel lidah buaya yang baru dikupas ke area kulit berpigmen sebelum tidur. Bilas di pagi hari menggunakan air hangat. Terus gunakan sampai Moms melihat perbedaan mencolok pada warna kulit .

4. Yogurt

Bukan hanya enak, kandungan asam alfa-hidroksi dalam yogurt dapat digunakan dalam pengelupasan kulit superfisial. Yogurt mengandung asam glikolat, asam laktat, dan asam sitrat yang dapat membantu mengurangi pigmentasi kulit.

Sebagai skin care, campur yogurt, madu, dan oat yang digiling halus dalam proporsi yang sama. Oleskan pasta ke area kulit berpigmen. Biarkan hingga kering dan bilas dengan air hangat.

Setelah melihat penjelasan ini, semoga tidak ada lagi pertanyaan bolehkah ibu hamil memakai cream pemutih wajah ya Moms. Selamat tinggal rasa ragu!

  • https://www.researchgate.net/publication/6772063_The_cosmetic_use_of_skin-lightening_products_during_pregnancy_in_Dakar_Senegal_a_common_and_potentially_hazardous_practice
  • https://www.nhs.uk/conditions/cosmetic-procedures/skin-lightening/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3114665/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27009692
  • https://www.babycenter.in/x25011555/is-it-safe-to-use-skin-lightening-products-during-pregnancy
  • https://www.traciemartyn.com/blogs/news/a-guide-to-pregnancy-safe-skincare-what-to-avoid-and-what-to-use
  • https://www.sciencedaily.com/releases/2014/09/140903121858.htm
  • https://www.hsph.harvard.edu/news/features/phthalates-exposure-pregnancy-loss-gestational-diabetes/
  • https://www.babycenter.in/x25011555/is-it-safe-to-use-skin-lightening-products-during-pregnancy
  • https://www.momjunction.com/articles/useful-tips-to-reduce-skin-darkening-during-pregnancy_0091403/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21584871/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait