08 Maret 2023

Kapan Kantung Janin Mulai Terbentuk? Ini Penjelasannya!

Di Usia Berapa Minggu Kantung Janin Akan Terlihat?

Salah satu tanda pertama kehamilan yang penting untuk diketahui adalah adanya kantung janin atau gestational sac. P

Kehamilan pertama bagi pasangan suami istri adalah momen yang diidam-idamkan.

Ada yang telah menanti dari waktu lama dan ada yang segera diberikan momongan.

Tentu banyak keresahan dan pertanyaan yang diajukan dalam kehamilan pertama.

Melakukan test pack adalah langkah pertama untuk memastikan kehamilan.

Tentunya diperlukan cara yang benar dalam membaca test pack kehamilan agar mengetahui hasil yang sebenarnya.

Ternyata, selain test pack, Moms bisa mengetahui kehamilan dengan melihat kantung janin dalam rahim.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang kantung janin kehamilan!

Baca Juga: Disleksia pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Kantung Janin?

Pemeriksaan USG (Orami Photo Stock)
Foto: Pemeriksaan USG (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stocks)

Melansir National Library of Medicine, kantung kehamilan adalah struktur berisi cairan yang mengelilingi embrio selama beberapa minggu pertama perkembangan embrio.

Jika dilihat melalui USG, kantung yang berada di dalam rahim tersebut tampak seperti lingkaran putih dengan bagian tengah yang jernih.

Kantung tersebut terbentuk sekitar lima sampai tujuh minggu setelah periode menstruasi terakhir.

Itulah sebabnya kantung janin baru terlihat pada usia kehamilan tiga sampai lima minggu.

Baca Juga: Sakit Leher Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Arti Kantung Janin

Proses USG (Orami Photo Stock)
Foto: Proses USG (Orami Photo Stock) (Hopkinsmedicine.org)

Berikut adalah sejumlah informasi penting seputar kantung janin yang sebaiknya diketahui ibu hamil.

1. Arti Kantung Janin Terlihat

Kantung janin yang terlihat menandakan bahwa Moms positif hamil.

Namun, adanya kantung ini tidak serta-merta menunjukkan kehamilan berjalan sehat dan normal.

Setelah kantung kehamilan terlihat, tanda positif hamil berikutnya adalah adanya kantung kuning (yolk sac) yang berkembang di dalamnya.

Kantung tersebut akan memberi nutrisi pada embrio yang sedang berkembang sampai plasenta mengambil alih. 

Pada USG transvaginal, kantung kuning terlihat antara usia 5½-6 minggu kehamilan.

Namun, dalam sebagian kasus, seorang ibu dapat memiliki kantung kehamilan, tetapi yolk sac tidak ditemukan.

2. Arti Kantung Janin Tidak Terlihat

Apabila kantung kehamilan tidak terlihat pada USG, berikut adalah beberapa kemungkinan yang bisa terjadi.

  • Kehamilan masih terlalu dini

Kesalahan dalam penentuan umur kehamilan sering menjadi penyebab kantung kehamilan tidak terdeteksi, terutama jika Anda memiliki siklus haid yang tidak teratur. 

Dokter akan membandingkannya dengan kadar hCG Moms.

Jika usia kehamilan masih terlalu dini, maka dibutuhkan pemeriksaan USG ulang di kemudian hari.

  • Kehamilan ektopik

Jika kadar hCG berkisar 1500-2000, tetapi kantung kehamilan tidak ditemukan, kondisi ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. 

Moms juga dapat mengalami perdarahan ringan, nyeri panggul, kram perut, muntah, nyeri di satu sisi tubuh, pusing, lemas, dan nyeri pada bahu, leher, atau rektum.

  • Keguguran

Apabila kantung kehamilan tidak terlihat dan kadar hCG Moms menurun, kondisi ini dapat mengindikasikan keguguran dini (kehamilan kimiawi). 

Kehamilan kimiawi terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak berhasil menempel pada dinding rahim sehingga terjadi keguguran.

3. Arti Janin Kosong

Embrio umumnya terlihat di dalam kantung kehamilan pada usia kehamilan 6 minggu.

Namun, jika kantung kehamilan kosong (tidak ditemukan embrio), bisa jadi Moms mengalami hamil kosong atau blighted ovum.

Pada kondisi ini, embrio gagal berkembang dan sering kali terjadi di awal trimester pertama.

Kehamilan kosong kemungkinan disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak normal dan kualitas sperma atau sel telur yang buruk.

Jika kantung kehamilan kosong, kehamilan tersebut tidak akan bertahan.

Supaya tidak terlalu dini menyimpulkan, dokter mungkin akan meminta Moms melakukan USG ulang untuk memastikan hal tersebut.

Untuk mengetahui kondisi kantung kehamilan, pastikan untuk memeriksakan kehamilan Moms ke dokter kandungan. 

Baca Juga: 15 Cara Menghilangkan Ketombe Alami, Yuk Dicoba!

Kapan Kantung Janin Terbentuk?

USG (Orami Photo Stock)
Foto: USG (Orami Photo Stock) (parenting.firstcry.com)

Kantung janin terbentuk sejak hamil usia dini atau disebut sebagai gestational sac.

"Kantung janin biasanya dapat terlihat di USG sekitar usia 3-4 minggu kehamilan," menurut dr. Dhely Lesthama Atmadikoesoemah, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, RS Pondok Indah - Puri Indah.

Pemeriksaan di awal kehamilan ini tujuanya untuk melihat kantung janin dan memastikan tanda kehamilan yang sebenarnya.

Dikatakan tanda pasti kehamilan dengan melihat katung janin dalam rahim.

Jika di luar rahim, maka disebut sebagai kehamilan etopik.

Kehamilan ektopik terjadi jika kadar hCG antara 1500 dan 2000 serta didukung kantung janin tidak terlihat di dalam rahim.

Terkait terlihatnya kantung janin pada saat pemeriksaan ultrasonography (USG) pada dasarnya pada usia kehamilan lebih dari 4 minggu, dapat dijumpai adanya kantung kehamilan di rahim.

Tapi penilaian usia kehamilan tersebut juga dapat dipengaruhi faktor lain.

Misalnya, riwayat menstruasi, seringkali riwayat menstruasi yang tidak teratur atau tidak pasti pada umumnya menyebabkan kesalahan perhitungan usia kehamilan.

Baca Juga: Perut Kram saat Hamil 3 Bulan Keatas, Simak Penyebabnya!

Ciri-ciri kantung janin kehamilan adalah seperti berikut ini, melansir Radiopaedia:

  • Kantung janin adalah tanda awal kehamilan pada USG dan dapat dilihat dengan USG endovaginal pada sekitar usia kehamilan 3-5 minggu ketika diameter kantung rata-rata (MSD) kira-kira berukuran 2-3 mm.
  • Lokasi kantung janin tertanam di endometrium, bukan di tengah rongga rahim.
  • Adanya tanda desidual ganda.
  • Adanya kantung janin yang terlihat seperti kuning telur: terlihat pada sekitar 5,5 minggu.

Jiika Moms tidak merasakan adanya kantung janin di dalam rahim, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut mengguunakan USG.

Apabila kantung janin tidak terlihat, ini dikatakan kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik.

Kehamilan anembrionik ini adalah ketika embrio tidak dapat berkembang di dalam rahim atau berhenti berkembang. Sehingga membuat kantung janin kosong dan tidak terisi, menurut penjelasan Mayo Clinic.

Alasan terjadinya hal ini masih ditelaah lebih lanjut di bidang penelitian, tetapi mungkin karena kelainan kromosom pada sel telur yang telah dibuahi.

Kantung Janin di Awal Kehamilan

Hamil Trismester 1 (Orami Photo Stock)
Foto: Hamil Trismester 1 (Orami Photo Stock)

Kehamilan trimester pertama adalah masa kehamilan paling penting dimana proses pembentukan janin dan organ-organ tubuh terbentuk di periode ini. 

Tahap perkembangan janin ketika memasuki minggu keemoat adalah tahap implantasi atau masa menempelnya sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim.

Untuk mengetahui kondisi kantung janin pada trimester awal, dapat dilakukan dengan transabdominal (dengan menahan berkemih sebelum pemeriksaan USG) atau transvaginal (dengan mengosongkan terlebih dahulu kantong kemih sebelum pemeriksaan USG).

Selain itu kemampuan alat USG yang digunakan juga menentukan apakah kehamilan sudah dapat terlihat atau belum pada kehamilan muda.

Untuk itu sebaiknya Moms kontrol kembali 2 minggu setelahnya untuk pemeriksaan penilaian kembali ya.

Semoga pada pemeriksaan berikutnya, kantong kehamilan sudah terbentuk.

Pentingnya pemeriksaan USG pada kehamilan trimester pertama untuk mengetahui kesehatan janin, ibu dan kondisi kantung janin.

Baca Juga: Ini Dia 12 Alat Bantu Sex Toys dan Cara Menggunakannya

Tanda Kantung Janin Tidak Berkembang

Ibu Hamil (Orami Photo Stock)
Foto: Ibu Hamil (Orami Photo Stock)

Mengetahui kantung janin berkembang (IUGR) atau tidak dapat diketahui dengan beberapa tanda-tanda yang dirasakan.

Seperti ibu didiagnosis mengalami hambatan pertumbuhan intraunterin, yakni ukuran janin dalam rahim lebih kecil dari yang diharapkan dan ini dapat memicu komplikasi.

Hal ini dapat terjadi pada kehamilan dengan kehamilan tunggal atau kembar, dan dalam kasus kembar satu dapat menderita IUGR sedangkan yang lainnya tidak.

Penyebab paling umum untuk IUGR adalah masalah pada plasenta, yang seharusnya memastikan bayi mendapatkan semua yang dia butuhkan dari ibunya.

Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, maka janin bisa berhenti tumbuh.

Ada masalah lain yang dapat menyebabkan IUGR, termasuk masalah ginjal, anemia, dan diabetes.

Baca Juga: 5 Manfaat Oregano, Daun Aromatik Pelengkap Pasta dan Piza

Maka dari itu penting untuk Moms selalu rutin melakukan pemeriksaan USG di awal kehamilan, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551624/
  • https://www.verywellfamily.com/gestational-sac-2371621
  • https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy#1
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/chemical-pregnancy/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.