22 Januari 2023

Kenali 5 Kesalahan Menggendong Bayi, Bisa Berakibat Fatal

Cara menggendong bayi yang salah ternyata bisa jadi bahaya bagi Si Kecil, lho!

Kesalahan menggendong bayi mungkin adalah salah satu ketakutan orang tua, terutama bagi orang tua baru.

Bayi masih sangat lemah dan kecil, namun cukup berat. Oleh karena itu, menggendong bayi harus dilakukan dengan benar.

Jika satu anggota tubuh saja mengalami cedera akibat kesalahan dalam menggendong bayi, perkembangannya bisa kurang optimal.

Tahukah Moms, cara menggendong bayi yang sangat nyaman bagi Moms bisa jadi bahaya bagi Si Kecil, lho, Moms!

Berikut ini Orami akan membahas seputar kesalahan menggendong bayi, agar bisa menjadi insight baru bagi para Moms. Yuk, disimak!

Baca Juga: 10 Cara Menidurkan Bayi yang Sedang Rewel Tanpa Digendong

Apa Saja Kesalahan Menggendong Bayi?

Kesalahan Menggendong Bayi
Foto: Kesalahan Menggendong Bayi

Melansir Mom Junction, kesalahan menggendong bayi dapat menyebabkan cedera ringan sampai berat, bahkan dapat berakibat seumur hidup mereka.

Ini karena tulang mereka masih rawan, maka cedera tulang mulai dari keseleo, patah, hingga kelainan tulang dapat terjadi.

1. Menggendong Terus Menerus Tanpa Beristirahat

Ternyata, menggendong tanpa istirahat adalah kesalahan menggendong bayi pertama, lho!

Kedengarannya sepele, namun perlu Moms ingat bahwa Si Kecil juga cukup berat untuk digendong terus-menerus.

Oleh karena itu, saat Moms merasa lelah dan butuh istirahat, turunkan bayi dari gendongan dan biarkan tubuh Moms beristirahat sejenak.

Membiarkan Si Kecil bebas dari gendongan sementara waktu bukan hanya mengistirahatkan persendiannya, namun juga membuat Si Kecil tidak terkekang.

Jika Si Kecil digendong terus menerus, ia justru akan semakin mudah merasa kesal setiap kali diturunkan dari gendongan untuk tidur, mandi, atau makan alias bau tangan.

Bahkan bayi yang digendong terus-menerus juga bisa mengalami masalah dengan ototnya.

2. Ukuran Gendongan yang Digunakan Tidak Pas

Pada saat menggunakan gendongan, sering kali Moms mengabaikan pilihan gendongan yang pas untuk Si Kecil.

Hal yang terpenting bagi Moms hanyalah harganya murah dan warnanya bagus. Nah, ini dia kesalahan menggendong bayi berikutnya.

Selain nyaman, gendongan dengan ukuran yang pas juga dibutuhkan bayi, Moms.

Sebaiknya gendongan bayi tidak terlalu ketat maupun longgar. Dengan begitu Si Kecil akan tetap aman selama digendong.

Untuk memastikan ukuran gendongan yang Moms pilih sudah pas, cocokkan gendongan dengan ukuran tubuh Si Kecil saat membeli gendongan.

Baca Juga: 11 Cara Menggendong Bayi yang Benar, Sudah Tahu?

3. Melakukan Aktivitas Lain sambil Menggendong

Seringkali Moms beraktivitas secara multitasking alias sambil melakukan aktivitas lain selama menggendong Si Kecil.

Namun, sebaiknya Moms tidak melakukan kesalahan menggendong bayi semacam ini. Meskipun sudah menggunakan alat bantu, keamanan bayi harus tetap diperhatikan.

Si Kecil bisa bergerak ke berbagai arah sehingga sangat memungkinkan terjatuh dari gendongan Moms.

Pengawasan Moms tetap sangat dibutuhkan dalam hal ini. Jangan sampai Moms melakukan aktivitas dengan alat berbahaya, seperti memasak atau membuat minuman panas.

4. Tidak Menjaga Leher dan Kepala Bayi

Jika kepala bayi tidak dijaga tetap tegak selama digendong, itu bisa menjadi masalah yang cukup serius bagi Si Kecil.

Ketika Moms tidak menjaga leher dan kepala bayi tetap tegak, bayi bisa saja mengalami kerusakan otak, bahkan SIDS.

Membiarkan kepala dan leher Si Kecil tidak ditopang oleh tangan Moms selama digendong sangat tidak disarankan, Moms.

Ini karena bayi baru lahir atau yang usianya masih sangat muda belum mampu menggerakkan kepala dan menopang kepalanya sendiri.

Oleh karena itu, saat menggendong Si Kecil, pastikan Moms memegangi bagian belakang kepala dan lehernya.

Perlu diingat bahwa kerusakan yang mengangkut kepala sering kali tidak dapat diobati dan dipulihkan kembali.

Baca juga: Kepala Bayi Lonjong saat Lahir, Bisakah Normal Kembali?

5. Menghalangi Akses Oksigen kepada Bayi

Menutupi wajah bayi selama menggendong menjadi kesalahan menggendong bayi yang biasanya sering Moms lakukan tanpa sadar.

Alih-alih menjaga bayi dari bahaya panas atau debu, hal ini hanya akan membuat Si Kecil tidak bisa bernapas.

Melansir Raising Children, kasus kematian yang disebabkan kesalahan dalam menggendong bayi ini sudah sangat sering terjadi.

Oleh karena itu, Moms juga perlu memerhatikan posisi tidur Si Kecil saat digendong.

Jika dagu Si Kecil menempel pada dadanya, Moms harus segera memperbaiki posisinya. Biarkan saja ia bersandar di dada Moms.

Baca Juga: 7 Jenis Gendongan Bayi Sesuai Usia dan Berat Badan Serta Plus Minusnya

Akibat Kesalahan Menggendong Bayi

Akibat Kesalahan Menggendong Bayi
Foto: Akibat Kesalahan Menggendong Bayi

Melansir Healthline, selain tips untuk menghindari kesalahan menggendong bayi, Moms juga harus tahu apa saja efek samping atau akibatnya.

Pengetahuan ini bisa membantu Moms sekaligus mengingatkan para Moms lainnya, agar para bayi bisa digendong dengan aman dan nyaman.

Cara menggendong bayi yang salah tersebut dapat berakibat:

1. Skoliosis

Kesalahan menggendong bayi yang pertama adalah skoliosis. Posisi tulang bayi harus bertumpu dengan benar, termasuk saat digendong.

Maka, saat kesalahan menggendong bayi terjadi, tulang-tulang dapat bersusun secara melengkung atau hanya tersusun bertumpu pada satu sisi saja.

2. Spondylosis

Selain skoliosis, kesalahan menggendong bayi juga berisiko menyebabkan spondylosis.

Kondisi ini menyebabkan cedera pada tulang belakang, yang membuat guncangan berulang di area saraf dan sekeliling tulang.

Bahayanya, spondyosis dapat memicu saraf terdorong ke arah luar tulang.

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak pada Bayi

3. Shaken Baby Syndrome

Beberapa jenis gendongan membuat kaki bayi bisa mengayun dengan bebas. Hal ini memang dianggap biasa dan bukan masalah yang besar.

Padahal jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, bayi bisa berisiko terkena shaken baby syndrome, lho! Karena guncangan yang terlalu kuat bayi berisiko:

  • Mengalami guncangan di kepala bayi
  • Pendarahan di otak
  • Pendarahan di retina mata

Jadi, Moms harus benar-benar memerhatikan posisi gendongan bayi yang tepat, ya.

4. Hip Dysplasia

Kondisi hip dysplasia merupakan risiko kesalahan menggendong bayi yang terakhir.

Hip dysplasia merupakan bentuk persendian antara pinggul dengan ujung tulang paha bayi yang tidak normal.

Bagian yang terdapat di ujung tulang paha normalnya dapat masuk dengan pas ke bagian tulang pinggul.

Namun, pada bayi yang mengalami dysplasia, bagian tersebut bergeser tidak pada tempatnya.

Baca Juga: 3 Kelainan Tulang Penyebab Bayi Sulit Belajar Duduk Tegak

Itulah beberapa kesalahan menggendong bayi yang berbahaya bagi Si Kecil.

Moms punya pengalaman seputar cara menggendong yang membahayakan bayi? Bagikan melalui kolom komentar ya, Moms!

  • https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/holding-newborns/how-to-hold-your-newborn
  • https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-hold-a-newborn
  • https://www.momjunction.com/articles/ways-hold
  • https://www.ruangmom.com/cara-menggendong-bayi-yang-salah.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb