Parenting Islami

26 April 2021

Mengenal Khiyar, Aturan Jual-Beli dalam Islam yang Menenteramkan

Dalam transaksi jual beli, khiyar memiliki 3 jenis, apa saja?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sudah lumrah terjadi dalam transaksi jual beli adalah proses memilih barang. Islam pun memiliki aturan tersendiri, yang disebut dengan khiyar. Hal tersebut mengatur etika dan hal lain yang harus diperhatikan karena termasuk hak bagi penjual maupun pembeli.

Dalam bisnis, khiyar menjadi panduang agar kedua belah pihak tidak akan mengalami kerugian atau penyesalan setelah transaksi, misalnya yang terkait mengenai barang ataupun harga. Berikut adalah penjelasan mengenai khiyar dalam Islam.

Dikutip pedoman Muhammadiyah, begitu pentingnya persoalan khiyar, maka para ulama fikih (fuqaha’) membahasnya secara panjang dalam pembahasan tersendiri atau setidaknya dalam sub pembahasan tersendiri pada bab buyu’ (jual beli).

Baca Juga: Mengerikan! Ini Fakta Jual Beli ASI di Internet

Pengertian dan Jenis Khiyar

Hati-hati Berbelanja, Ini Daftar 18 Pasar di DKI Jakarta yang Rentan Menyebar Covid-19.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Secara bahasa, khiyar berarti; memilih, menyisihkan atau menyaring. Secara kebahasaan, ini berasal dari kata khair yang berarti baik. Dalam pengertian bahasa, khiyar dapat berarti memilih dan menentukan sesuatu yang terbaik dari dua hal (atau lebih) untuk dijadikan pilihan.

Sedangkan menurut istilah, khiyar adalah; hak yang dimiliki seseorang yang melakukan perjanjian jual-beli untuk menentukan pilihan antara meneruskan perjanjian atau membatalkannya. Dilansir Dalam Islam, khiyar memiliki beberapa jenis menurut para ulama, yakni:

1. Khiyar Majlis

Khiyar ini mengatur proses transaksi di lokasi akad jual beli. Kedua pihak memiliki hak untuk memilih. Selain itu juga dapat meneruskan jual beli yang telah disepakati atau di akadkan dalam majelis tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila ada dua orang melakukan transaksi jual beli, maka masing-masing dari mereka (mempunyai) hak khiyar, selama mereka belum berpisah dan mereka masih berkumpul atau salah satu pihak memberikan hak khiyarnya kepada pihak yang lain.

Namun jika salah satu pihak memberikan hak khiyar kepada yang lain lalu terjadi jual beli, maka jadilah jual beli itu, dan jika mereka telah berpisah sesudah terjadi jual beli itu, sedang salah seorang di antara mereka tidak (meninggalkan) jual belinya, maka jual beli telah terjadi (juga).” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Khiyar Syarat

Ini merupakan hak memilih berdasarkan persyaratan. Saat akad jual beli, kedua pihak dapat memilih untuk meneruskan atau membatalkan proses transaksi jual beli denan batasan waktu. Setelah waktu yang ditentukan tiba, maka proses transaksi jual beli itu wajib dipastikan apakah dilanjut atau tidak.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu menjual maka katakanlah dengan jujur dan jangan menipu. Jika kamu membeli sesuatu maka engkau mempunyai hal pilih selama tiga hari, jika kamu rela maka ambillah, tetapi jika tidak maka kembalikan kepada pemiliknya.” (HR Ibnu Majah).

3. Khiyar Aib

Ini dilakukan jika ada cacat pada barang. Pembeli bisa membatalkan atau menerusan akad jual beli jika ada kecacatan (aib) pada barang yang diperjualbelikan. Ini terjadi jika pembeli tidak mengetahui adanya kecacatan pada saat akad.

Jika pembeli mengetahui cacat barang saat telah berpisah, dia memiliki hak untuk mengembalikannya pada penjual dan meminta ganti barang yang lebih baik atau meminta kembalikan uang sesuai dengan perbandingan kerusakannya.

Jika terjadi perselisihan, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila penjual dan pembeli berselisih maka perkataan yang diterima adalah perkataan penjual, sedangkan pembeli memiliki hak pilih.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Baca Juga: Agar Dapat Uang Tambahan, Ini Dia 4 Tips Menjual Barang Preloved dengan Cepat

Hikmah Aturan Khiyar

023160500_1455006872-20160209-Bakmi-pecel-pasar-Beringharjo-Boy-harjanto-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dalam Islam, setiap orang harus menerapkan kejujuran dan keadilan untuk penjual dan pembeli, begitu pun dalam proses jual beli. Hikmah disyariatkannya dalam Islam sangat banyak sekali dan bersifat menyeluruh dan jangka panjang.

Bahkan, khiyar dalam bisnis Islami memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga kepentingan, transparansi, kemaslahatan, kerelaan kedua belah pihak. Ada beberapa hikmah yang bisa diperoleh saat menerapkan aturan khiyar dalam perdagangan, seperti:

  • Dapat mempertegas pentingnya akad dalam jual beli,
  • Membuat kenyamanan dan kepuasan dari masing-masing pihak,
  • Penipuan dalam transaksi akan dapat terhindarkan, karena adanya kejelasan dan hak yang jelas,
  • Penjual dan pembeli dapat jujur dan transparant melakukan proses transaksi,
  • Menghindarkan perselisihan dalam proses jual beli,
  • Adanya khiyar sangat menjaga proses transaksi jual beli itu terlaksana dengan baik,
  • Mempertegas adanya kerelaan dari pihak-pihak yang terikat dalam transaksi jual beli,
  • Menjamin kesempurnaan dalam proses transaksi,
  • Khiyar ini juga mengajarkan bahwa dalam sektor apapun harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang sesuai dengan aturan Allah SWT.

Bahkan, jika melihat melihat kemajuan teknologi saat ini, ada penelitian menarik dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang menunjukkan adanya manfaat khiyar saat transaksi online.

Sebab, dalam transaksi online, konsumen tidak kontak langsung dengan pedagang dan tidak bisa dengan mudah memverifikasi kualitas barang. Hasilnya, penerapan khiyar akan membantu dalam melindungi hak-hak konsumen di dunia maya.

Baca Juga: 6 Tips Berjualan Makanan yang Mendatangkan Keuntungan Besar

Faktor yang Menghalangi Pembatalan Akad dan Pengembalian Barang

3 Tips Aman Belanja ke Supermarket Selama Pandemi

Foto: Orami Photo Stock

Ketentuan dalam pembatalan akad dan pengembalian barang cacat telah banyak dirumuskan dalam kitab-kitab fikih, termasuk faktor-faktor yang menghalangi pembatalan akad dan pengembalian barang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait hal tersebut, seperti:

1. Keridhoan Pembeli

Pihak pembeli ridha setelah mengetahui adanya kecacatan barang, baik dengan mengucapkkannya secara langsung atau berdasarkan petunjuk lainnya. Misalnya; memutuskan untuk membeli buah yang sudah diberitahukan kecacatannya pihak penjual.

Misalnya sudah layu atau ada yang rusak sebagain, lalu pembeli rela membelinya setelah terjadi penyesuaian harga, maka pembatalan dan pengembalian barang tidak dapat dilakukan karena tidak ada hak khiyar ‘aib.

2. Menggugurkan Khiyar

Ini bisa dilakukan baik secara langsung atau jika ada petunjuk lainnya. Seperti jika ada ucapan seorang pembeli yang mengatakan, ‘Aku telah menggugurkan khiyar (hak pilih) ku’, maka orang tersebut tidak bisa membatalkan akad atau mengembalikan barang.

Atau jika setelah mengetahui adanya kecacatan barang, si pembeli tidak mengembalikan barang dalam jangka waktu yang lama atau bahkan barang yang dibelinya sudah berubah wujud atau habis karena telah dikonsumsi.

3. Barang Rusak atau Berubah Bentuk karena Perbuatan Pembeli

Misalnya membeli gelas kemudian pecah atau retak karena terjatuh oleh pihak pembeli, atau sebagian barang ada yang tidak utuh atau hilang akibat kelalaian pembeli. Biasanya ini akan menyebabkan perselisihan antara penjual dan pembeli.

Jika pembeli dan penjual berselisih tentang hal ini, sementara transaksi sudah selesai dilakukan serta tidak ada bukti yang menguatkan salah satunya, maka menurut para ulama’ pernyataan penjualah yang dimenangkan atau yang diterima setelah disumpah terlebih dahulu.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud ra saat berkata bawha Rasulullah SAW bersabda: “Apabila penjual dan pembeli berselisih, maka perkataan yang diterima adalah perkataan penjual, sedangkan pembeli memiliki hak pilih.“ (HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Dalam hadis lain dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda dalam khutbahnya: “Mendatangkan bukti (al-Bayyinah) bagi pengklaim/penuduh dan harus bersumpah bagi yang tertuduh.” (HR at-Tirmidzi).

Umat Islam dapat memanfaatkan khiyar dalam jual beli agar mendaptangkan berkah dalam usahanya, sehingga mendapatkan harta yang halal dan baik untuk keluarga.

  • https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/khiyar-dalam-jual-beli
  • https://muhammadiyah.or.id/khiyar-dalam-jual-beli/
  • https://www.researchgate.net/publication/326535970_Khiyar_hak_untuk_memilih_dalam_Transaksi_On-Line_Studi_Komparasi_antara_Lazada_Zalara_dan_Blibli
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait