02 Maret 2022

Lecithin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Bisa menurunkan kadar kolesterol, simak informasi penting lainnya tentang lecithin

Lecithin adalah zat berlemak yang umumnya ditemukan pada jaringan tanaman maupun hewan.

Selain dipercaya dalam mengobati kolesterol tinggi dan gangguan sistem pencernaan, lecithin juga digunakan dalam produk kosmetik, makanan, dan obat-obatan.

Tapi, benarkah lecithin adalah zat berlemak yang menyehatkan?

Baca Juga: 15 Makanan Pembakar Lemak, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!

Manfaat Lecithin

Meski jaringan tubuh juga mengandung lecithin, tentu kandungan yang berasal dari tanaman dan hewan juga bisa menambah kadarnya di dalam tubuh.

Zat lemak ini biasanya dikonsumsi sebagai suplemen nutrisi tambahan yang tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan sirop atau bahkan dalam produk kecantikan.

Kandungan utama di dalam lecithin, yakni fosfatidilkolin, memang dikenal sebagai komponen yang membuat lecithin “laku keras” dalam industri pengobatan.

Lalu, apa saja kah manfaat lecithin bagi tubuh? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Jenis Minuman Pembakar Lemak, Mampu Turunkan Berat Badan!

1. Lecithin Bisa Menurunkan Kolesterol

Manfaat lecithin yang paling dikenal adalah bisa menurunkan kolesterol.

Penelitian Department of Pharmacy menemukan, suplemen lecithin yang diambil dari kacang kedelai bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Suplemen ini juga bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Ditambah lagi, protein yang dimiliki kedelai juga bisa membantu tubuh dalam menurunkan kolesterol LDL.

Untuk itulah, lecithin dan kedelai memang dianggap sebagai pasangan maut dalam menurunkan kolesterol.

2. Sistem Pencernaan Jadi Lebih Baik

Sistem Pencernaan Jadi Lebih Baik
Foto: Sistem Pencernaan Jadi Lebih Baik

Foto: canva.com

Lecithin bisa membantu mengurangi gangguan pencernaan.

Karena kandungannya yang bisa meningkatkan lendir di usus, melindungi lapisan gastrointestinal, sehingga proses pencernaan jadi lebh lancar.

Hal ini tentu bisa mengurangi risiko terkena kolitis ulserativa yang merupakan bentuk penyakit radang usus (IBD).

3. Lecithin Dapat Membantu Ibu Menyusui

Bagi ibu hamil, tersumbatnya saluran air susu ibu (ASI) bisa menjadi malapetaka yang bisa menghambat pola makan Si Kecil.

Nah, ternyata lecithin bisa menjadi obat alami dalam mencegah penyumbatan ASI.

Bahkan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi lecithin sebanyak 1,200 miligram dalam sehari sebanyak empat kali.

Namun tetap saja, lecithin tidak bisa jadi obat utama dalam mengatasi penyumbatan ASI.

Ada baiknya, konsultasikan dulu ya Moms dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen lecithin saat sedang menyusui.

Baca Juga: ASI Seret? Simak Cara Memperbanyak ASI untuk Si Kecil!

4. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh
Foto: Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Foto: canva.com

Lecithin dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, terutama pada penderita diabetes.

Sebuah studi Cell Biochemistry Function, yang diuji coba pada tikus menemukan bahwa suplementasi lesitin harian meningkatkan aktivitas makrofag sebesar 29 persen.

Makrofag adalah sel darah putih yang menelan puing-puing, mikroba, sel kanker, dan bahan asing lainnya di dalam tubuh.

Selain itu, jumlah sel pembunuh alami yang disebut limfosit, yang penting bagi sistem kekebalan meningkat sebesar 92 persen pada tikus non-diabetes.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

5. Mengurangi Gejala Demensia

Lecithin mengandung kolin, yang digunakan otak dalam berkomunikasi, Moms

Saat Moms mengonsumsi kolin dipercaya bisa meningkatkan daya ingat dan meredakan gejala demensia.

6. Lecithin Bisa Mempercantik Kulit

Lecithin memang menjadi salah satu bahan populer dalam produk kecantikan.

Sebab, lecithin dipercaya dapat menghaluskan kulit dengan tetap menjaga hidrasi kulit.

Selain itu, lecithin juga digunakan dalam obat jerawat dan eksim.

Meski begitu, belum banyak riset yang membuktikan kemampuan lecithin ini dalam mengobati kedua masalah kulit tersebut.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Dokter Kulit Bogor, Catat Jadwalnya!

Dosis Lecithin

Dosis Lecithin
Foto: Dosis Lecithin

Foto: canva.com

Secara umum ada beberapa aturan pakai lecithin yakni:

  • Dewasa: 3-9 g sehari dalam dosis terbagi
  • Anak-anak belum ada ketentuan dosis obat. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak

Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.

Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Efek samping Lecithin

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan lecithin juga bisa menyebabkan beberapa efek samping.

Tapi Moms tidak perlu khawatir karena kebanyakan dari efek samping lecithin berikut jarang terjadi dan tidak membutuhkan pengobatan tambahan.

Namun, sangat penting Moms untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika memiliki masalah apapun setelah meminum lecithin.

Menurut WebMD, berikut adalah beberapa efek samping lecithin yang ditimbulkan akibat mengonsumsi lecithin:

Tidak menutup juga kalau lecithin ini dapat memicu terjadinya reaksi alergi, terutama dengan kandungan kacang kedelai atau telur.

Untuk itu, segera hentikan penggunaan obat lecithin dan hubungi dokter jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik), dengan gejala-gejala seperti:

  • Pembengkakan di area wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas

Memang efek samping di atas belum tentu dialami oleh setiap orang atau bahkan ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan tadi.

Semoga informasi lecithin bermanfaat untuk Moms.

Lecithin yang berasal dari suplemen atau makanan, memang bisa membantu memelihara kesehatan tubuh.

Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya.

  • https://www.hindawi.com/journals/cholesterol/2010/824813/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/319260#does-taking-lecithin-have-any-risks
  • https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-966/lecithin

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.