04 Juli 2022

Obat Ocuson, Mengatasi Alergi di Saluran Pernapasan, Mata dan Kulit

Membantu mengatasi gejala alergi

Ocuson adalah obat dengan kandungan betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate di dalamnya.

Kedua kandungan tersebut cukup ampuh dalam mengatasi gejala alergi, termasuk kulit merah, gatal, bersin, bengkak, dan hidung berair.

Obat ocuson bekerja dengan mengikat zat penyebab alergi dalam tubuh, sehingga gejala bisa teratasi.

Berikut di bawah ini penjelasan lengkap terkait dengan mekanisme obat, dosis, dan efek samping penggunaan obat ocuson. Yuk, cari tahu, Moms!

Baca juga: Silex, Obat dari Ramuan Herbal untuk Mengencerkan Lendir

Mekanisme Kerja Ocuson

mekanisme kerja ocuson
Foto: mekanisme kerja ocuson (shutterstock.com)

Foto: Bersin (Orami Photo Stocks)

Ocuson adalah obat berbentuk tablet dengan dua kandungan bahan aktif, yaitu Betamethasone dan Dexchlorpheniramine maleate.

Mekanisme kerja obat ocuson tergantung pada dua kandungan bahan aktif tersebut.

Berikut ini penjelasannya:

1. Betamethasone

Betamethasone adalah senyawa steroid jenis glukokortikoid yang fungsinya untuk mengatasi penyakit kulit dan gejala alergi.

Kandungan ini juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan rematik, penyakit Crohn, dan kanker.

Tak jarang, obat dengan kandungan betamethasone digunakan untuk persalinan prematur guna mempercepat perkembangan bayi.

Melansir National Health Service UK, bahan aktif betamethasone dapat digunakan sebagai langkah perawatan kulit pada orang dewasa di atas 18 tahun.

Perawatan kulit betametason lainnya dapat digunakan oleh anak-anak di atas usia 1 tahun.

2. Dexchlorpheniramine

Dexchlorpheniramine adalah kandungan aktif yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi akibat alergi.

Senyawa ini termasuk ke dalam golongan antihistamin bersifat antikolinergik dan sedatif.

Histamin itu sendiri adalah zat dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh.

Bahan aktif dexchlorpheniramine bekerja dengan menghambat efek dari histamin, sehingga gejala alergi bisa diminimalkan.

Melansir Drugs, pengguna dexchlorpheniramine tidak disarankan menenggak alkohol karena dapat memicu peningkatan rasa kantuk dan pusing.

Baca Juga: Serba-serbi Isprinol, Obat untuk Obati Berbagai Infeksi Virus

Dosis dan Cara Penggunaan Ocuson

Ocuson termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Secara umum, obat ocuson digunakan dengan cara sebagai berikut:

  • Orang dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun. Sebanyak 1-2 tablet, 3-4 kali sehari. Dosis maksimal penggunaan sebanyak 8 tablet per hari.
  • Anak berusia di bawah 12 tahun. Dosis penggunaan ditentukan langsung oleh dokter.

Disarankan untuk mengonsumsi obat setelah makanan guna menurunkan risiko efek samping gangguan pada lambung dan usus.

Baca juga: Sanmag, Obat Antasida untuk Turunkan Asam Lambung Berlebih

Penggunaan Ocuson untuk Ibu Hamil

Ocuson termasuk ke dalam obat kategori C. Dari studi yang dilakukan pada hewan, kandungan dalam obat tersebut dapat menyebabkan efek buruk pada janin.

Betamethasone, salah satu kandungan ocuson, dapat dengan mudah menembus ke dalam plasenta.

Jika pemberian obat dilakukan dalam jangka panjang selama kehamilan berlangsung, akan terjadi peningkatan risiko terhambatnya pertumbuhan intrauterin.

Meski tidak ada bukti risiko terhambatnya pertumbuhan intrauterin dalam pengobatan jangka pendek, pengguna harus tetap mewaspadainya.

Gejala supresi adrenal pada janin akibat penggunaan obat saat hamil akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Penggunaan obat pada ibu hamil hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh lebih besar ketimbang potensi risikonya.

Baca Juga: 6 Jenis Obat Cacingan Anak, Perhatikan Moms!

Interaksi Ocuson

interaksi obat
Foto: interaksi obat (Orami Photo Stocks)

Foto: Obat-obatan (Orami Photo Stocks)

Interaksi obat timbul jika ocuson digunakan bersamaan dengan jenis obat lain. Ini terjadi akibat berubahnya cara kerja obat.

Akibatnya, obat tidak dapat bekerja maksimal, bahkan bisa saja menimbulkan efek beracun bagi penggunanya.

Untuk mencegah kondisi tersebut, penting untuk memberitahu dokter tentang obat apa yang tengah Moms konsumsi saat ini.

Berikut beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan ocuson:

  • Aminoglutethimide. Obat ini dapat menurunkan kadar betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate melalui induksi enzim mikrosomal sehingga mengurangi efek farmakologisnya.
  • Agen Kalium-depleting. Jika diberikan bersamaan dengan obat-obat kalium-depleting agen (misalnya amfoterisin B, diuretik), pengamatan ketat harus dilakukan terhadap kemungkinan terjadinya hipokalemia.
  • Antibiotika makrolida. Menurunkan klirens betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate, sehingga meningkatkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Antidiabetes. Kortikosteroid dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, karenanya penyesuaian dosis obat antidiabetes mungkin diperlukan.
  • Isoniazid. Konsentrasi serum isoniazid mungkin akan menurun jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.
  • Cholestyramine dan efedrin. Cholestyramine dapat meningkatkan klirens kortikosteroid, sehingga menurunkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Vaksin. Betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate menurunkan sistem imun tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi. Penggunaan vaksin hidup pada pasien yang menggunakan betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate sebaiknya dihindari.
  • Ketoconazole. Mengurangi metabolisme kortikosteroid, sehingga dapat meningkatkan kadar dan efek farmakologisnya.
  • NSAID. Aspirin atau NSAID lainnya meningkatkan risiko efek samping berupa perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Agen anticholinesterase. Dapat menyebabkan kelemahan yang parah pada pasien myasthenia gravis. Jika memungkinkan, agen antikolinesterase harus ditarik setidaknya 24 jam sebelum memulai terapi kortikosteroid.
  • Glikosida digitalis. Mungkin mengalami peningkatan risiko aritmia akibat terjadinya hipokalemia.
  • Estrogen. Termasuk kontrasepsi oral, dapat menurunkan metabolisme hepatik kortikosteroid tertentu sehingga meningkatkan efeknya.

Baca Juga: Ericfil, Obat untuk Perawatan Disfungsi Ereksi pada Pria

Perhatian Sebelum Menggunakan Ocuson

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ocuson, yaitu:

  • Berisiko memicu perdarahan saluran pencernaan jika dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan, seperti kolitis ulseratif dan tukak lambung.
  • Tidak disarankan diberikan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal. Jika sangat terpaksa, berikan dosis terendah dalam jangka pendek.
  • Berisiko memicu gejala berupa nyeri otot, kaku pada sendi, dan lelah berlebihan jika penggunaan obat dihentikan secara tiba-tiba.
  • Berisiko menurunkan kekebalan tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan kortikosteroid.
  • Berisiko mengganggu pertumbuhan, produksi kortikosteroid endogen, atau efek samping lainnya jika obat meresap ke dalam ASI.
  • Batasi penggunaan pada penderita infeksi jamur sistemik, glaukoma, diabetes melitus, osteoporosis, tukak lambung, TBC aktif, herpes zoster, dan herpes simplex.
  • Berisiko mengalami retensi natrium pada orang yang menggunakan kortikosteroid.

Baca Juga: Eritema Multiformis, Ruam Kulit karena Infeksi atau Obat-Obatan

Efek Samping Penggunaan Ocuson

efek samping penggunaan ocuson
Foto: efek samping penggunaan ocuson

Foto: Mengantuk (Orami Photo Stocks)

Efek samping ocuson yang mungkin saja terjadi setelah penggunaannya, termasuk:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering
  • Osteoporosis
  • Pankreatitis
  • Glaukoma

Efek samping obat ini mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut.

Ada pula kemungkinan munculnya efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, ya, Moms!

Baca juga: Kenali Psidii, Obat Herbal dengan Ekstrak Daun Jambu Biji

Itu dia serba-serbi obat ocuson yang perlu Moms ketahui. Jangan konsumsi obat ini sembarangan, ya, Moms!

  • https://www.nhs.uk/medicines/betamethasone-skin/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details#:~:text=Interactions-,Uses,%2C%20runny%20nose%2C%20and%20sneezing

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.