31 Maret 2022

Lipitor (Obat Kolesterol), Ketahui Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya!

Lipitor juga bisa mencegah serangan jantung dan stroke

Lipitor termasuk ke dalam kelompok obat inhibitor atau statin. Melansir dari National Health Service, statin sendiri adalah kandungan untuk penurun kadar kolesterol.

Obat ini bekerja untuk menghalangi kerja enzim yang berfungsi untuk memproduksi kadar kolesterol di hati.

Jadi, kalau Moms memiliki kadar kolesterol tinggi, obat ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Tapi tentunya harus sesuai dengan anjuran dan saran dokter, ya, Moms!

Yuk, simak mengenai Lipitor di bawah ini!

Fungsi Lipitor

obat kolesterol
Foto: obat kolesterol

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, Lipitor bekerja untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Obat ini biasanya digunakan bersama dengan obat diet untuk menurunkan kadar lemak jahat (low-density lipopretion atau LDL), membantu meningkatkan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL).

Baca Juga: Penjelasan tentang Rhemafar, Obat Alergi dan Penekan Sistem Imun

Selain berfokus pada menurunkan kadar lemak di hati, obat ini juga bisa membantu menurunkan trigliserida atau jenis lemak dalam darah.

Karena pada dasarnya obat ini menurunkan kadar kolesterol, maka obat ini juga bisa membantu menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

Hingga komplikasi jantung lainnya pada penderita diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, atau risiko lainnya yang bisa ditimbulkan apabila kadar kolesterol jahat terlalu tinggi.

Umumnya dokter akan meresepkan obat ini bersamaan dengan obat diet. Namun harus diiringi dengan olahraga.

Dengan begitu Lipitor akan berfungsi secara maksimal dalam bentuk

  • Menurunkan kadar trigliserida pada orang dewasa.
  • Meningkatkan kadar kolesterol baik pada orang dewasa dan anak-anak dengan usia minimal 10 tahun.
  • Mengurangi risiko masalah jantung dan pembuluh darah.

Dosis Lipitor

Dosis Bisolvon
Foto: Dosis Bisolvon (https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fburtsrx.com%2Feverything-need-know-medication-dose%2F&psig=AOvVaw0hkztk_cbUQIdwlqVmHSWY&ust=1646832593190000&source=images&cd=vfe&ved=0CAwQjhxqFwoTCPCXitHPtvYCFQAAAAAdAAAAABAD)

Foto: Orami Photo Stocks

Perlu Moms ketahui, bahwa Lipitor tergolong obat keras sehingga untuk mengonsumsinya.

Moms perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Baca Juga: Turunkan Kolesterol dengan Obat Atorvastatin Calcium, Simak Dosisnya!

Dokter juga akan memberikan saran berupa dosis yang tepat yang telah disesuaikan dengan kondisi fisik tertentu.

Namun secara umum, Lipitor dikonsumsi dengan menggunakan acuan berupa.

  • Dosis untuk penggunaan awal, 10 mg sehari sekali.
  • Rentang dosis, yang bisa dikonsumsi antara 10-80 mg sehari.
  • Untuk kondisi hypercholesterolemia primer dan hyperlipidemia campuran, 10 mg sehari sekali.
  • Untuk kondisi familial hypercholesterolemia homozigot, 10-80 mg per hari
  • Untuk kondisi familial hypercholesterolemia heterozigot anak-anak (10-17 tahun), dosis awal 10 mg per hari, maksimal 20 mg per hari.

Dilansir dari Drugs, statin memiliki waktu paruh atau waktu yang diperlukan tubuh untuk bereaksi adalah kurang dari 6 jam, dengan begitu, sebaiknya diminum pada malam hari.

Tapi perlu Moms ketahui, waktu paruh Lipitor adalah 14 jam dan metabolit aktifnya hingga 20 hingga 30 jam sehingga dapat dikatakan Lipitor bisa dikonsumsi kapan saja.

Efek Samping Lipitor

hero nyeri otot olahraga
Foto: hero nyeri otot olahraga (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

Lipitor tidak bisa dikonsumsi jika tidak berdasarkan resep dokter. Terutama bagi Moms ataupun keluarga Moms yang memiliki alergi terhadap obat ini, sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.

Seperti dilansir dari Lipitor.com, obat ini bukan untuk mengobati masalah hati walaupun sebagian besar kolesterol terbentuk di hati. Sehingga jangan sampai salah paham, ya, Moms!

Terlebih obat ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, atau bagi perempuan yang berencana hamil.

Baca Juga: 9 Obat Kolesterol Anjuran Dokter, Catat!

Jika sudah terlanjur mengonsumsi, segera hentikan penggunaannya dan hubungi dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

Apabila setelah mengonsumsi Lipitor terjadi efek samping yang jarang seperti nyeri dan kelemahan otot, segera beri tahu dokter.

Sebab hal tersebut bisa menjadi tanda awal masalah otot yang serius dan dapat menyebabkan masalah ginjal termasuk gagal ginjal.

Tapi, kasus tersebut bisa dibilang jarang terjadi. Namun harus tetap menjadi perhatian, ya Moms untuk terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

Biasanya sebelum dokter memberikan Lipitor, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes darah. Guna memeriksa fungsi hati sebelum mengonsumsinya.

Hal ini dilakukan sebagai pencegahan apabila pasien memiliki gangguan hati yang tidak terdeteksi.B

Baca Juga: Apa Itu Kolesterol LDL dan HDL? Berikut Perbedaannya

Gejala masalah hati yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi Lipitor, yaitu

  • Merasa sangat lelah secara ekstrim.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit perut bagian atas.
  • Urin berubah warna menjadi gelap atau berwarna kuning pekat.
  • Kulit menguning terutama di bagian bola mata yang berwarna putih.

Kemudian efek samping umum yang mungkin akan dirasakan setelah mengonsumsi Lipitor berupa

  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Perubahan kondisi hati saat melakukan tes darah.

Jika dirasa efek samping sangat mengganggu, Moms perlu hubungi dokter untuk mengecek kemungkinan masalah kesehatan lainnya yang terjadi.

Reaksi dengan Obat Lain

Obat .jpg
Foto: Obat .jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms tidak hanya mengonsumsi Lipitor, maka perlu hati-hati dengan penggunaan obat lain seperti daptomycin dan gemfibrozil.

Sebab kedua obat tersebut akan mengganggu kinerja Lipitor dan mungkin akan menimbulkan efek samping yang lebih parah. Seperti risiko masalah hati dan otot sekaligus.

Baca Juga: 10 Buah Penurun Kolesterol, Enak dan Sehat!

Itu dia Moms informasi seputar Lipitor.

Perlu Moms ingat, jika memiliki kondisi medis lainnya namun harus mengonsumsi Lipitor, pastikan Moms beri tahu terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan.

Termasuk jika mengonsumsi obat lainnya karena tidak semua obat baik dikonsumsi secara bersamaan.

Semoga bermanfaat!

  • https://www.drugs.com/lipitor.html
  • https://www.lipitor.com/en/about-lipitor
  • https://www.healthline.com/health/drugs/lipitor-dosage
  • https://www.drugs.com/medical-answers/does-lipitor-work-better-if-you-take-it-at-night-416127/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3330/lipitor-oral/details#:~:text=Some%20products%20that%20may%20interact,telithromycin%2C%20ritonavir%2C%20among%20others.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.