07 April 2022

Esperson (Obat Salep Kulit): Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Salep yang bisa digunakan untuk beragam penyakit kulit

Esperson sering digunakan sebagai obat salep untuk mengatasi beragam gejala akibat penyakit kulit.

Penyakit kulit bisa dialami oleh siapa saja.

Penyebabnya bisa dikarenakan bakteri, reaksi obat, reaksi bahan kimia, dan lain sebagainya.

Penyakit kulit ditandai dengan adanya peradangan, rasa gatal, muncul bercak merah, kulit bersisik, kulit mengelupas, hingga munculnya ruam merah bersisik atau yang disebut dengan nama eksim.

Untuk mengatasi penyakit kulit biasanya penggunaan obat salep lebih banyak digunakan karena bisa mengobati secara langsung di bagian kulit yang bermasalah.

Salah satu obat salep yang digunakan untuk mengatasi penyakit kulit adalah esperson.

Baca Juga:Mengenal Zyloric (Obat Asam Urat): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Fungsi Obat Esperson

Penyakit Kulit
Foto: Penyakit Kulit (listmyclinic.com)

Foto: listmyclinic.com

Esperson adalah obat salep yang bisa berfungsi sebagai antiinflamasi, anti alergi, anti eksudatif, anti proliferasi, dan anti pruritus.

Beberapa masalah kulit yang bisa diatasi dengan obat salep ini adalah penyakit eksim, dermatitis kontak, gatal akibat gigitan serangga, eksim skabies, hingga kelainan kulit alergi.

Esperson mengandung zat aktif desoximetasone.

Sebuah jurnal penelitian yang berjudul Dexamethasone in Dermatology dijelaskan, desoximetasone membantu mengurangi kemerahan, pembengkakan, rasa gatal, dan rasa tidak nyaman dari berbagai kondisi kulit yang disebut dermatosis.

Baca Juga: Mengenal Nisagon (Obat Kulit): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Dosis dan Aturan Penggunaan Obat Esperson

Esperson
Foto: Esperson (halodoc.com)

Foto: halodoc.com

Meski dijual bebas di pasaran, obat salep esperson ini termasuk ke dalam kategori obat keras.

Penggunaannya harus dengan resep dokter.

Jadi, tidak bisa main asal beli di apotek karena untuk penggunaannya harus disarankan oleh dokter.

Untuk dosis dan aturan pakainya, hanya boleh mengoleskan 1-2 kali saja sehari ke bagian kulit yang mengalami masalah.

Jika kondisi kulit agak parah, baru bisa digunakan sebanyak 3 kali sehari.

Penggunaan esperson tidak boleh lebih dari 4 minggu.

Baca Juga: Mengenal Flamar (Obat Nyeri): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Cukup oleskan esperson seukuran butiran beras dan ratakan ke bagian kulit secara perlahan.

Setelah menggunakan obat salep ini, biarkan saja bagian kulit yang diolesi esperson.

Hindari membungkus atau memakaikan perban pada kulit yang diberi obat salep ini.

Sebab, bisa mengakibatkan peningkatan penyerapan ke dalam darah sehingga menimbulkan efek samping sistemik.

Untuk penyimpanannya, esperson sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek Samping Umum Obat Esperson

Masalah pada Kulit
Foto: Masalah pada Kulit (www.wesleypharmacy.com.au)

Foto: wesleypharmacy.com.au

Setiap obat selalu memiliki efek samping yang bisa dirasakan ketika menggunakannya.

Hanya saja, efek samping pada masing-masing orang bisa berbeda tergantung dari kondisi tubuh dan kesehatannya.

Meski demikian, ada efek samping yang umumnya terjadi alias bisa dirasakan semua orang.

Untuk efek samping umum dari obat esperson ini adalah:

  • Kulit gatal
  • Kulit terbakar hingga mengelupas dan kering
  • Terjadinya penipisan atau pelunakan kulit
  • Iritasi di sekitar mulut atau ruam kulit
  • Kulit yang lecet
  • Timbulnya jerawat
  • Muncul garis-garis pada kulit atau stretch mark
  • Pembengkakan pada folikel atau tempat tumbuhnya rambut di kulit
  • Terjadinya perubahan pada warna kulit yang semakin menggelap

Baca Juga:Penyakit Kulit Eksim pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya di sini!

Peringatan Penting Obat

Esperson
Foto: Esperson (hdmall.id)

Foto: hdmall.id

Jika ingin menggunakan obat salep kulit ini, tentu saja ada peringatan yang perlu diperhatikan.

Beberapa peringatan penting dari obat esperson adalah:

1. Hindari Penggunaan pada Ibu Hamil dan Menyusui

Esperson sangat tidak dianjurkan untuk digunakan pada ibu hamil.

Hal ini dikarenakan adanya potensi terjadinya efek dan risiko pada janin yang ada di dalam kandungan.

Obat salep ini memiliki tingkat penyerapan yang tinggi ke dalam darah sehingga kandungan di dalamnya berisiko memberikan efek berbahaya pada kesehatan janin.

Sedangkan pada ibu menyusui, kandungan desoximetasone yang terserap dalam darah bisa berpengaruh pada ASI sehingga tidak baik bagi bayi.

2. Tidak Dianjurkan untuk Digunakan pada Anak di Bawah 6 Tahun

Anak di Bawah 6 Tahun
Foto: Anak di Bawah 6 Tahun (universaldermatology.com)

Foto: universaldermatology.com

Esperson juga tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak di bawah 6 tahun.

Obat salep ini terbilang obat keras sehingga jika bersentuhan dengan kulit anak di bawah 6 tahun yang masih rentan dan sensitif bisa berdampak kurang baik.

Penggunaan obat salep ini pada anak di bawah 6 tahun bisa berpotensi efek samping yang cepat jika dibandingkan orang dewasa.

Baca Juga: Kenali Dosis hingga Efek Samping Urotractin, Obat untuk Atasi Infeksi Saluran Kemih

3. Hindari Penggunaan Dekat Mata

Peringatan peting dari penggunaan obat salep adalah sebisa mungkin hindari penggunaan esperson di dekat mata dan area sekitarnya.

Saat dioleskan, esperson akan mudah menyebar ke area kulit sekitarnya.

Jika Moms mengoleskannya dekat area mata, maka ada kemungkinan kalau efek salep ini bisa menyebar hingga ke dekat mata sehingga cukup membahayakan.

Itulah sekilas penjelasan mengenai esperson yang perlu diketahui.

Semoga informasi di atas menambah pengetahuan tentang obat-obatan yang bisa digunakan nantinya saat dibutuhkan.

Sumber

  • https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/esperson-cream-0-25-5-g
  • https://doktersehat.com/obat-dan-vitamin/daftar-obat-kulit/esperson-krim-15g/
  • https://www.mandjur.co.id/obat-keras/obat-paten/esperson-cream-0-25-15-gram
  • https://www.honestdocs.id/esperson
  • https://www.klikdokter.com/obat/esperson
  • https://toko.sehatq.com/produk/esperson-salep-0-25-5-g

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.