3-12 bulan

26 November 2021

5 Makanan yang Membuat Bayi Gumoh, Yuk Simak!

Hindari makanan yang membuat bayi gumoh agar Si Kecil tidak rewel
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Ternyata, beberapa makanan yang membuat bayi gumoh berkaitan dengan apa yang Moms konsumsi lho! Ini membuat Moms harus hati-hati memilih makanan saat menyusui.

Ada banyak penyebab bayi gumoh. Misalnya refluks pada bayi, hingga sistem pencernaannya yang belum matang.

Baca Juga:Bolehkah Bayi Disusui setelah Gumoh?

Penyebab Bayi Gumoh

bayi sering gumoh hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa bayi lebih sering muntah saat tumbuh gigi, mulai merangkak, atau mulai makan makanan padat. Beberapa fakta tentang gumoh yakni:

  • Muntah biasanya terjadi tepat setelah bayi makan atau menyusu, tetapi bisa juga terjadi 1-2 jam setelah menyusui.
  • Setengah dari semua bayi berusia 0-3 bulan akan gumoh setidaknya sekali sehari.
  • Gumoh biasanya memuncak pada usia 2-4 bulan.
  • Banyak bayi juga yang masih sering gumoh pada usia 7-8 bulan.
  • Sebagian besar bayi berhenti gumoh pada usia 12 bulan.

Penyebab gumoh berlebihan di antaranya:

  • ASI yang berlebihan atau pengeluaran yang berlebihan (refleks pengeluaran ASI) dapat menyebabkan gejala seperti refluks, dan biasanya dapat diatasi dengan tindakan sederhana.
  • Sensitivitas makanan. Biasanya ini terjadi saat Moms mengkonsumsi produk susu sapi
  • Bayi dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya banyak gumoh.

Selain itu, meskipun jarang terlihat pada bayi yang disusui ASI, gumoh yang teratur pada bayi baru lahir dapat menjadi tanda stenosis pilorus, yakni masalah perut yang memerlukan pembedahan, dikutip Yale Medicine.

Ini terjadi 4 kali lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan, dan gejala biasanya muncul antara usia 3 dan 5 minggu.

Baca Juga: Ternyata, Ini Perbedaan Gumoh dan Muntah pada Bayi

Makanan yang Membuat Bayi Gumoh

Kata-kata Kopi (pexels.com Jason Villanueva).jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Saat bayi sering gumoh atau memiliki GERD, akan menjadi hari-hari yang melelahkan secara emosional dan fisik.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk menghindari makanan umum yang dapat memicu refluks pada bayi. beberapa di antaranya yakni:

1. Kafein

Saat memiliki bayi dan sering bergadang, banyak Moms yang mengandalkan kafein untuk bisa terjaga lebih lama. Tetapi, kafein ternyata berdampak negatif terhadap refluks bayi.

Sfingter esofagus bagian bawah memisahkan kerongkongan dari lambung, dan kafein menurunkan tekanan LES sehingga meningkatkan kemungkinan bayi mengalami refluks, dikutip Diseases of the Esophagus.

Makanan yang membuat bayi gumoh yang mengandung kafein antara lain kopi, teh, soda, cokelat, dan minuman energi.

Para ahli di Korean Journal of Pediatric menyarankan ibu menyusui untuk tidak mengkonsumsi lebih dari 750 mL kafein per hari atau setara dengan 5 cangkir kopi).

2. Makanan Asam dan Pedas

Sama seperti makanan pedas atau segelas jus jeruk yang dapat memperburuk sakit maag pada orang dewasa, makanan ini juga dapat memicu refluks pada bayi.

Makanan yang membuat bayi gumoh seperti asam dan pedas dapat mengiritasi lapisan perut, dan ketika bayi mendapatkannya melalui ASI, itu juga akan mengganggunya.

Makanan yang sangat asam termasuk buah jeruk, nanas, tomat dan produk tomat, cuka dan stroberi. Makanan pedas termasuk bubuk cabai, cabai merah, cabai, saus Tabasco dan lobak.

3. Makanan Pencetus Alergi

Menurut jurnal Pediatrics, selalu curigai alergi makanan ketika bayi menunjukkan gejala refluks, karena hingga setengah dari bayi refluks yang berusia kurang dari satu tahun memiliki alergi susu sapi.

Alergen makanan yang paling umum untuk bayi adalah susu sapi, kedelai, gandum, telur, dan kacang tanah. Bayi yang disusui akan menunjukkan gejala dalam empat hingga 24 jam dan akan mereda dalam beberapa jam.

4. Makanan Tinggi Lemak

Untuk menghindari makanan yang membuat bayi gumoh, cara terbaik adalah jika ingin memberikan makanan dengan kandungan lemak tinggi, berikan dalam jumlah sedang saat menyusui.

Menyusui bayi setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dapat menyebabkan sfingter esofagus bagian bawah (LES) tetap terbuka lebih lama, yang menyebabkan isi lambung mengalami refluks.

5. Makanan Laut dengan Tinggi Merkuri

Meski makanan laut bisa menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang bagus karena memiliki nutrisi yang tepat, beberapa makanan laut bisa lebih berbahaya.

Hindari mengonsumsi makanan laut yang mengandung merkuri tinggi karena dapat masuk ke suplai ASI. Merkuri berlebih dalam ASI dapat berefek buruk pada sistem saraf bayi yang sedang berkembang.

Beberapa jenis makanan laut yang mengandung merkuri tinggi antara lain ikan todak, makarel raja, dan ikan ubi.

Baca Juga: Bayi Sering Gumoh, Berbahayakah?

Cara Meredakan Gumoh pada Bayi

posisi menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui apa saja makanan yang membuat bayi gumoh.

Tetapi, Moms tentu tidak ingin mendengar bayi menangis selama berjam-jam karena refluks asam, tetapi mungkin sulit untuk mengetahui dengan tepat bagaimana membantu menenangkan hal tersebut.

Meski begitu, ternyata ada cara yang dapat Moms coba untuk mengatasinya.

1. Bantu Ketidaknyamanan Fisik Bayi

Ada beberapa cara untuk mengurangi ketidaknyamanan bayi yang disebabkan oleh refluks asam. Jika bayi mengalaminya, Moms dapat mencoba mengobati gejalanya dengan:

Hal ini untuk membantu menghindari gejala refluks asam. Ini karena perut yang kurang kenyang akan mengurangi jumlah tekanan yang diberikan pada sfingter esofagus bagian bawah.

Sfingter esofagus bagian bawah membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menguat, itulah sebabnya bayi sering muntah.

  • Memberi makan bayi dengan posisi tegak

Ini dapat membantu mengurangi risiko refluks asam pada bayi. Selain itu, menjaga bayi tetap tegak setidaknya selama 30 menit setelah menyusui juga diyakini memiliki efek pencegahan refluks asam yang sama.

  • Menyendawakan bayi lebih sering

Sering bersendawa dapat membantu mengurangi gejala refluks asam pada bayi. Setiap kali bayi menarik puting susu selama menyusui, pastikan untuk selalu bersendawa.

2. Makanan yang Dapat Membantu Nutrisi Holistik

Setelah mengetahui cara mengobati gejala refluks asam dan menghindari makanan yang membuat bayi gumoh, ada juga pilihan yang lebih baikyakni mencegahnya sebelum terjadi.

Nutrisi holistik adalah alat yang sangat baik untuk membantu menghindari refluks asam pada bayi yang disebabkan oleh menyusui.

Nutrisi holistik didasarkan pada gagasan bahwa nutrisi Moms terkait dengan semua aspek kesehatan. Nutrisi holistik adalah gaya hidup yang melibatkan makan makanan sehat yang:

  • Utuh
  • Mentah
  • Belum diproses
  • Organik
  • Tumbuh secara lokal

Nutrisi holistik berfokus pada penyediaan makanan padat nutrisi bagi tubuh Moms yang hanya akan berdampak positif pada kesehatan Moms.

Jika Makanan yang dikonsumsi tidak berdampak positif pada kesehatan Moms, kemungkinan besar hal itu juga tidak berdampak positif pada kesehatan bayi yang disusui.

Misalnya, jika makanan tertentu membuat Moms merasakan refluks asam, mengapa bayi tidak rentan terhadap jenis reaksi yang sama dengan mengonsumsi komposisi makanan itu melalui ASI?

Nutrisi holistik berkaitan dengan menghilangkan makanan olahan yang diketahui akan menyebabkan refluks asam.

Dengan tidak mengonsumsi makanan ini atau membatasi konsumsi secara ketat, Moms menghentikan masalah pada sumbernya alih-alih hanya mengobati gejalanya.

Jika bayi gumoh dan Moms tidak mengetahui makanan yang membuat bayi gumoh, menggunakan diet eliminasi dapat membantu mengungkap makanan mana yang menjadi penyebabnya.

  • https://www.healthieruny.com/resources/foods-to-avoid-for-acid-reflux-while-breastfeeding
  • https://kellymom.com/hot-topics/reflux/
  • https://www.yalemedicine.org/conditions/?q=pyloric+stenosis
  • https://www.hellomotherhood.com/article/555380-my-baby-is-crying-arching-his-back-when-breastfeeding/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16722996/
  • https://publications.aap.org/pediatrics/article-abstract/110/5/972/64450/Gastroesophageal-Reflux-and-Cow-Milk-Allergy-Is?redirectedFrom=fulltext
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5383635/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait