COVID-19

COVID-19
5 Agustus 2020

Studi Sebut Penderita Covid-19 Rentan Alami Masalah Kesehatan Jiwa setelah Pulih

Studi terbaru menunjukkan bahwa pasien yang sembuh dari infeksi COVID-19 rentan mengalami gangguan kejiwaan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Studi terbaru menunjukkan bahwa pasien yang sembuh dari infeksi COVID-19 rentan mengalami gangguan kejiwaan. Melansir dari The Guardian, hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Italia.

Baca Juga: 4 Cara Mengurangi Kecemasan di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir Sebagian Pasien Mengalami Gangguan Kejiwaan

Studi Sebut Penderita Covid Rentan Alami Masalah Kesehatan Jiwa setelah Pulih

Foto: Orami Photo Stocks

Survei yang dipublikasikan oleh jurnal Brain, Behaviour and Immunity tersebut menganalisa 402 pasien setelah pulih dari COVID-19 yang terdiri dari 265 pasien pria dan 137 pasien wanita. Pasien tersebut diketahui telah sembuh dari COVID-19 selama 1 bulan.

Hasil survei menunjukkan bahwa hampir sebagian pasien mengalami gangguan kejiwaan sedang hingga berat seperti pasca-trauma (PTSD), kecemasan, insomnia, dan depresi.

Dari hasil wawancara klinis dan kuesioner penilaian diri yang diikuti oleh 402 pasien ditemukan 28% pasien mengalami PTSD, 31% mengalami depresi, 40% mengalami insomnia, 40% merasa cemas, dan sebanyak 20% pasien mengalami gejala obsesif-kompulsif.

"Jelas bahwa COVID-19 tak hanya menyebabkan peradangan pada organ tubuh namun juga berpengaruh pada mental," ujar Profesor Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian Psikiatri dan Psikologi Klinis di San Raffaele.

Baca Juga: Terapi Sentuhan untuk Mengatasi Depresi

Kecemasan dan Depresi Paling Banyak Dialami oleh Wanita

Studi Sebut Penderita Covid Rentan Alami Masalah Kesehatan Jiwa setelah Pulih

Foto: Orami Photo Stocks

Hasil dari penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kecemasan dan depresi paling banyak dialami oleh wanita. Meskipun, tingkat infeksi yang diderita sebelumnya lebih rendah dibandingkan dengan pasien pria.

"Kami berhipotesis bahwa ini mungkin terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang berbeda," kata Profesor Benedetti.

Selain itu, pasien rawat jalan juga memiliki dampak psikologi yang lebih berat dibandingkan dengan pasien rawat inap.

Baca Juga: Pertengkaran Orang Tua dan Dampaknya Terhadap Psikologi Anak

Faktor Penyebab Gangguan Jiwa pada Pasien yang Sembuh dari COVID-19

Studi Sebut Penderita Covid Rentan Alami Masalah Kesehatan Jiwa setelah Pulih

Foto: Orami Photo Stocks

Gangguan kejiwaan dan mental yang menyerang para pasien COVID-19 bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Menurut ketua penelitian Mario Gennaro Mazza, beberapa faktor yang jadi penyebab ialah respons imun terhadap virus setiap orang berbeda-beda.

Kemudian, faktor lainnya seperti stres secara psikologis atau stigma yang dimunculkan oleh masyarakat, isolasi sosial, hingga kekhawatiran menulari orang lain.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Dalam penelitian tersebut juga menyarankan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pasien yang sudah sembuh dari COVID-19.

Sebab, dikhawatirkan jika tidak segera dilakukan pemeriksaan akan gangguan kejiwaan tersebut bisa berpotensi melemahkan para pasien.

Itulah penjelasan tentang gangguan jiwa yang kerap dialami penderita COVID-19. Semoga Moms dan keluarga selalu aman dari penyakit ini, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait