Trimester 3

21 Desember 2020

Melahirkan dengan BPJS, Bagaimana Prosedurnya? Ini Penjelasannya!

Salah satu fasilitas kesehatan dari BPJS adalah membantu biaya melahirkan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, pada dasarnya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan menanggung hampir semua penanganan kesehatan. Namun, harus diikuti oleh sejumlah prosedur dan ketentuan yang diterapkan oleh pihak BPJS itu sendiri. Untuk itu, sangat penting memahami berbagai ketentuan dan juga prosedur yang diterapkan dalam pelayananya.

Harapannya, agar semua peserta BPJS Kesehatan tidak mengalami kesulitan atau hambatan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Termasuk untuk biaya persalinan.

Baca Juga: Water Birth, Metode Melahirkan dalam Air

Fasilitas BPJS Kesehatan untuk Ibu Hamil

bpjs_1.jpg

Foto: manajemen-pembiayaankesehatan.net

Moms, sekadar info, selain menanggung biaya pengobatan, BPJS Kesehatan juga memberikan layanan khusus untuk kesehatan ibu hamil yang akan melahirkan.

Dikutip dari website BPJS Kesehatan, dalam layanan ini, BPJS tidak hanya menanggung biaya persalinan saja. Ada beberapa hal seputar kesehatan selama mengandung juga di-cover. Termasuk layanan pemeriksanaan USG.

Nah, agar bisa mendapatkan layanan ini, Moms harus menjadi peserta BPJS yang aktif. Terdaftar dan secara memenuhi kewajiban untuk membayar iuran kepesertaannya setiap bulan.

BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik normal (baik dengan penyulit maupun tanpa penyulit) maupun caesar, termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir disatukan beserta ibunya.

Namun, apabila bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, faskes dapat menagihkan klaim di luar paket persalinan.

"Persyaratannya harus didaftarkan sebelumnya (sebelum melahirkan). Bila bayi anak pekerja penerima upah dia akan otomatis dijamin. Yang didaftarkan adalah peserta BPJS mandiri," Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BJPS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, menjelaskan.

Terkait dengan layanan persalinan, semua kelas di dalam BPJS Kesehatan akan mendapatkan layanan yang sama.

Artinya, tidak ada perbedaan fasilitas kesehatan yang akan didapatkan peserta, meskipun dia berasal dari fasilitas kelas BPJS yang berbeda.

Baca Juga: Tips Agar Cepat Melahirkan: Lakukan 5 Aktivitas Ini

Layanan Ibu Hamil yang Ditanggung BPJS

Berikut ini adalah sejumlah fasilitas yang dapat Moms nikmati sebagai seorang calon ibu dan ibu yang bergabung dalam layanan BPJS.

1. USG

bpjs_1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Sama halnya dengan layanan bersalin, layanan pemeriksaan Ultrasonography (USG) juga akan diberikan sama bagi semua peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkannya.

Layanan USG ini hanya bisa dilakukan satu kali saja untuk satu kali masa kehamilan. Artinya, ibu hamil hanya bisa menerima pemeriksaan USG dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan sebanyak 1 kali untuk 1 masa kehamilan hingga melahirkan.

Proses ini harus dilakukan dengan rujukan dokter spesialis kandungan yang telah memeriksa peserta, dan dengan membawa surat rujukan yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Jika ternyata pemeriksaan USG dilakukan atas kehendak peserta atau ibu hamil itu sendiri, maka berbagai biaya yang timbul akibat hal tersebut akan menjadi tanggungan yang bersangkutan dan tidak akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan.

2. Melahirkan atau Bersalin Normal

melahirkan tanpa rasa sakit (ILA).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk layanan bersalin bagi peserta BPJS Kesehatan, baya persalinan ini akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan. Namun hal ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh pihak BPJS, termasuk sejumlah prosedur wajib lainnya yang dibutuhkan.

Tidak ada pembatasan untuk layanan bersalin ini, setiap peserta bisa mendapatkan layanan bersalin setiap kali hamil dan melahirkan.

Ada beberapa persayaratan yang harus Moms lengkapi untuk mendapat layanan ini:

  • Kartu BPJS Kesehatan atau Nomor Kartu Peserta
  • Kartu Keluarga (KK)
  • KTP
  • Buku Kesehatan Ibu dan Anak
  • Rujukan (jika harus dirujuk ke RS)

Proses melahirkan bisa ditangani pada Fasilitas Kesehatan (Faskes) 1, karena pada umumnya faskes ini telah dilengkapi tenaga khusus untuk kebutuhan persalinan. Peserta bisa melakukan pendaftaran sesuai prosedur dan mendapatkan layanan persalinan yang dibutuhkan di sana.

Terkait dengan biaya persalinan, yang akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan adalah maksimal Rp600.000 untuk setiap persalinan. Jika ternyata biaya yang dikeluarkan lebih dari jumlah tersebut, maka peserta harus membayar kelebihan tersebut dengan uang pribadi.

3. Operasi Caesar

4-caesar.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kondisi tertentu, bisa saja peserta BPJS tidak memungkinkan untuk menjalani persalinan secara normal dan harus menjalani prosedur operasi Caesar. Hal ini akan membutuhkan penanganan khusus dan umumnya tidak bisa ditangani di Faskes 1, karena keterbatasan tenaga ahli dan juga peralatan medis lainnya.

BPJS Kesehatan baru akan menanggung biaya persalinan dengan operasi caesar jika calon ibu memiliki kehamilan berisiko tinggi. Kehamilan dikatakan berisiko tinggi jika ibu memiliki kondisi atau masalah kesehatan tertentu yang akan berisiko pada keselamatan ibu dan anak selama kehamilan atau menjadi penyulit persalinan normal.

Operasi caesar biasaya disarankan jika di tengah-tengah proses persalinan normal tidak berjalan seperti seharusnya, posisi janin sulit untuk dilahirkan normal (misalnya, bayi sungsang), atau janin terlalu besar untuk lahir lewat persalinan normal.

Indikasi medis lainnya yang juga mengharuskan operasi caesar adalah jika ibu memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklamsia), mengalami gawat janin, plasenta previa, dan lain-lain. Selain itu, kondisi medis lainnya yang menjadi syarat melahirkan caesar dengan bpjs kesehatan:

  • Kelahiran alami yang tertunda dari usia normal janin.
  • Janin kekurangan oksigen.
  • Cacat lahir pada janin.
  • Pernah melahirkan dengan operasi caesar sebelumnya.
  • Penyakit kronis pada ibu.
  • Prolaps tali pusat atau tali pusar bayi yang keluar lebih dulu daripada bayi.
  • Masalah pada plasenta.
  • Kehamilan kembar.

Perlu tidaknya operasi dilakukan berdasarkan diagnosis dokter. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah Moms bisa melahirkan caesar dengan ditanggung BPJS.

Biasanya, peserta akan membutuhkan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dan memiliki fasilitas lebih lengkap.

Untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas lanjutan, peserta wajib mengambil surat rujukan dari Faskes 1 terlebih dahulu. Hal ini penting untuk dicermati dengan baik, sebab jika tidak sesuai dengan prosedur rujukan yang ditetapkan oleh pihak BPJS, maka peserta akan menanggung sendiri seluruh biaya operasi caesar tersebut.

Dalam hal ini, keputusan untuk menjalani operasi caesar haruslah disarankan atau diambil oleh dokter/bidan yang menangani peserta di Faskes 1 dan bukan atas keinginan peserta itu sendiri.

Bila surat rujukan telah diterima, maka peserta bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar atau biasa disebut Faskes Lanjutan. Moms harus mendaftar kembali di Faskes Lanjutan, dengan membawa serta Surat Rujukan, dari Faskes 1 tersebut.

Jika semua syarat dan prosedur telah dipenuhi dengan lengkap, maka proses operasi caesar bisa dilakukan dengan cepat.

Baca Juga: Ini Cara agar Ibu Tak Tularkan HIV/AIDS ke Bayi saat Melahirkan dan Menyusui

Prosedur Melahirkan dengan BPJS

prosedur melahirkan dengan BPJS

Foto: Orami Photo Stock

Untuk melahirkan menggunakan kartu BPJS, hal yang perlu dilakukan ketika menjelang persalinan ialah mengunjungi faskes 1 (klinik, puskesmas, praktek dokter) yang tertera pada kartu peserta BPJS.

Jika bukan dalam keadaan darurat, Moms tidak diperbolehkan langsung ke rumah sakit. Apabila faskes 1 tidak memiliki fasilitas memadai untuk membantu persalinan, maka Moms akan diberikan surat rujukan untuk mengunjungi faskes 2 (rumah sakit) atau bidan yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Surat rujukan hanya diperlukan saat kondisi darurat seperti fasilitas peralatan medis tidak memadai dari faskes 1 dan mengharuskan pasien pergi ke rumah sakit yang peralatannya tentu lebih lengkap.

Surat rujukan yang telah diberikan berlaku kurang lebih selama 1 bulan dengan digunakan hanya untuk tiga kali pemeriksaan. Setelah habis masa berlaku, pasien perlu mengurus surat rujukan kembali.

Beberapa dokumen perlu disiapkan pada saat melahirkan dengan BPJS. Dokumen yang dimaksud antara lain:

  • KTP asli dan fotokopi (identitas ibu hamil).
  • Kartu BPJS asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Surat rujukan dari faskes 1.
  • Buku kesehatan atau pemeriksaan ibu dan bayi.

Proses persalinan menggunakan BPJS tidak bisa dibawa langsung ke Rumah Sakit kecuali dalam keadaan darurat. Jika tidak, peserta perlu ke faskes 1 untuk mengurus surat rujukan terlebih dahulu. Setelah mendapat surat rujukan, pasien bisa langsung menuju ruang melahirkan dengan dipandu petugas rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

Nah, itulah berbagai fasilitas yang bisa Moms nikmati apabila memutuskan untuk melahirkan dengan BPJS. Pertimbangkan baik-baik, ya, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait