3-5 tahun

26 Oktober 2020

Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Salah satu gangguan belajar balita yang mudah dikenali adalah ia tidak mampu menyebutkan usianya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gangguan belajar pada anak dapat dideteksi sejak masa balita, tepatnya saat mereka belum bisa membaca dan menulis. Untuk bisa mengenali gangguan belajar balita, orang tua perlu memantau tahap perkembangan belajar Si Kecil dengan saksama.

Dikutip dari situs web BabyCenter, gangguan belajar adalah kondisi saat terdapat masalah neurologis halus yang mempengaruhi cara otak menerima, menerjemahkan, dan mengirimkan informasi. Akibatnya, proses belajar anak menjadi lambat.

Misalnya, anak usia 3-5 tahun umumnya sudah mampu mengenali angka dan huruf, serta bisa berbicara. Bila Si Kecil terlihat kesulitan dalam salah satu atau ketiga hal itu, kemungkinan ia memiliki gangguan belajar.

Misalnya, anak usia 3-5 tahun umumnya sudah mampu mengenali angka dan huruf, serta bisa berbicara. Bila Si Kecil terlihat kesulitan dalam salah satu atau ketiga hal itu, kemungkinan ia memiliki gangguan belajar.

Baca Juga: Cara Mengenali Gangguan Belajar Pada Balita, Simak di Sini

Tanda Kesulitan Belajar pada Balita

tanda kesulitan belajar pada balita

Foto: valleynewslive.com

Penyebab kesulitan belajar ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi para ahli meyakini bermula dari abnormalitas perkembangan otak semasa di kandungan. Gangguan belajar balita juga bersifat genetik, artinya menurun dari orang tua atau nenek dan kakek.

Dikutip dari National Institute of Child Health and Human Development, berikut beberapa tanda umum gangguan belajar balita:

  • Terlambat bicara
  • Kesulitan mengucapkan kata dan mempelajari kata baru
  • Kesulitan membaca
  • Kesulitan mempelajari angka, abjad, hari-hari, waktu, warna, dan bentuk
  • Kesulitan memegang krayon atau pensil
  • Kesulitan mengancingkan, mengikat, dan menggunakan ritsleting
  • Kesulitan mengikuti instruksi
  • Daya konsentrasi rendah

Untuk memastikan apakah benar Si Kecil mengalami kesulitan belajar balita, orang tua dapat mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut.

1. Apakah Si Kecil Memahami Lebih dari 200 Kosakata?

tanda kesulitan belajar pada balita

Foto: nearsay.com

Sebagian besar anak usia 3 tahun sudah bisa menyebutkan bagian-bagian tubuhnya, benda-benda yang ia lihat sehari-hari, serta menyebut namanya sendiri (walaupun belum sempurna), serta panggilan orang tuanya.

Kemampuan berbicara dan berbahasa merupakan tanda awal gangguan belajar balita.

Keterlambatan dalam berbicara bisa menjadi indikasi kesulitan belajar atau kondisi lain, seperti gangguan pendengaran.

2. Apakah Si Kecil Dapat Menyebutkan Usianya?

tanda kesulitan belajar pada balita

Foto: smartparenting.com

Anak usia 3 tahun umumnya sudah memahami konsep “berapa” dan memperlihatkannya dengan mengacungkan jari.

Anak usia 4 tahun umumnya sudah bisa berhitung 1-10, walaupun terkadang masih ada yang keliru.

Menurut Mark Griffin, Ph.D., ahli pendidikan khusus, keterlambatan dalam kemampuan sederhana ini bisa menjadi indikasi anak mengalami diskalkulia, yaitu kesulitan belajar yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berhitung.

Baca Juga: Kenali Diskalkulia, Gangguan yang Membuat Anak Sulit Belajar Matematika

3. Apakah Si Kecil Dapat Menyebutkan Abjad?

tanda kesulitan belajar pada balita

Foto: kindercare.com

Anak usia 3-5 tahun umumnya sudah bisa menyebutkan abjad dengan baik dan bahkan mampu “membaca” beberapa kata.

Misalnya, mereka mampu menuliskan nama diri, hari, dan beberapa kata yang sering mereka ucapkan.

Bila Si Kecil terlihat mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja, bisa jadi ia mengalami kesulitan belajar balita yang disebut disleksia.

4. Apakah Si Kecil Bersikap Tidak Acuh Bila Namanya Dipanggil?

tanda kesulitan belajar pada balita

Foto: lovetoknow.com

Salah satu kemungkinan bila anak seringkali tidak acuh ketika namanya dipanggil adalah ia mengalami gangguan pendengaran.

Gangguan ini akan mempengaruhi kemampuan anak dalam berbicara, mengingat, dan belajar. Segera bawa Si Kecil ke ahlinya untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Terlihat Cuek Padahal Sebenarnya Perasa

Tanda Kesulitan Belajar pada Anak di Sekolah

anak kesulitan belajar-1

Foto: Orami Photo Stock

Masa pandemi COVID-19 mengubah banyak cara dalam melakukan sesuatu, termasuk metode belajar Si Kecil yang harus belajar di rumah. Hal ini memberikan beberapa dampak tertentu, salah satunya anak kesulitan belajar.

Moms perlu mencari tahu hal-hal apa yang membuat anak mengalami kesulitan saat belajar. Dengan mengetahuinya, maka dapat ditemukan solusi sehingga Si Kecil dapat kembali fokus belajar.

Mengutip Kids Health, anak-anak yang kesulitan belajar di sekolah tahun demi tahun mengalami kesulitan untuk kembali ke jalurnya begitu masalah belajar mereka diatasi.

Jane Cindy Linardi, M. Psi, Psi, CGA, psikolog di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, menjelaskan tentang apa saja tanda-tanda pada anak yang mengalami kesulitan belajar.

1. Rentang Konsentrasi yang Pendek

Jika Si Kecil memiliki rentang konsentrasi yang pendek, maka hal ini akan membuat Si Kecil sulit bertahan lama saat belajar.

"Rentang konsentrasi Si Kecil yang pendek dan sulit bertahan lama saat belajar. Sehingga, anak mudah sekali terdistraksi oleh berbagai hal apapun yang ada di sekitarnya. Biasanya anak juga akan mudah lupa terhadap info yang baru saja ia pelajari," jelas Jane.

Baca Juga: 7 Alasan Anak Sulit Berkonsentrasi di Kelas

2. Sulit Menangkap Materi yang Dipelajari

Selain rentang konsentrasi yang pendek, masalah anak yang kesulitan belajar bisa juga karena ia yang sulit menangkap materi yang dipelajari, bahkan jika sudah berkali-kali dijelaskan secara perlahan dan berulang.

"Ada kesulitan memahami apa yang anak baca. Jadi Si Kecil hanya sekadar membaca, tanpa paham apa makna atau isi bacaan tersebut. Sehingga saat ditanyakan tentang isi bacaan, anak bingung dan tidak memahami," jelas Jane.

Biasanya, Si Kecil menjawab pertanyaan tentang isi bacaan tersebut dengan membaca ulang kembali dari awal bacaan tersebut

3. Ada Kendala Membaca, Mengeja, Menulis

Tidak hanya rentang konsentrasi yang pendek dan sulitnya memahami, faktor lain yang membuat anak kesulitan belajar adalah adanya kendala membaca, mengeja dan menulis.

"Meskipun sudah bertahun-tahun ikut les membaca dan menulis secara rutin, dan orang tua juga sudah membantu Si Kecil menstimulasi kegiatan membaca dan menulis, namun tetap terjadi kendala," jelas Jane.

Jane menjelaskan, pada kendala ini, umumnya anak dapat memahami materi dan menjawab dengan baik hal-hal yang disampaikan secara lisan, tetapi kesulitan menjawab soal-soal tertulis, karena kendala dalam kemampuan membaca dan menulis.

Dalam Nature Partner Journal, disebutkan bahwa kesulitan membaca dikaitkan dengan peningkatan risiko putus sekolah, percobaan bunuh diri, penahanan, kecemasan, depresi, dan konsep diri yang rendah.

Baca Juga: 5 Alasan Anak Kesulitan Belajar Membaca, Wajib Tahu!

Pemeriksaan ke Psikolog

anak kesulitan belajar-2

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms merasa bahwa Si Kecil kesulitan belajar dengan kondisi di atas, atau merasa ragu dan ingin mencari tahu lebih lanjut, ada baiknya dilakukan pemeriksaan psikologi.

"Perlu ada pemeriksaan psikologi untuk mengetahui dengan pasti apakah memang Si Kecil mengalami masalah belajar atau tidak," terang Jane.

Jika anak sudah terdeteksi ada masalah belajar, akan dilakukan terapi-terapi yang disarankan untuk dijalani, misalnya terapi paedagog (terapi edukasi). Namun, terapi ini dapat dikombinasikan dengan terapi lain, yang disesuaikan dengan kasus tiap anak.

Nah, itulah beberapa kesulitan belajar yang umum dialami oleh balita dan anak usia sekolah. Jika kesulitan belajar terus terjadi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli ya Moms. Semakin cepat, tentunya akan semakin baik agar proses belajar Si Kecil tidak terganggu.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait